#12 - Sabtu Sore Bersama

220 32 10
                                    


"Nggak mau mampir dulu? Minum jus apel dulu gitu," tawar Chichi setelah turun dari motor Kanata.


Kanata menggeleng cepat, "Nggak usah. Mau tidur gue habis ini," jawabnya dengan nada seperti biasa.


Chichi hanya manggut-manggut. Namun nggak lama kemudian dia memanyunkan bibirnya.


"Bibirnya biasa aja, nggak usah dimonyong-monyongin juga kali."


"Gue tuh masih pengen maen sama Yui tau, Boo. Sebenernya gue belom pengen pulang, tapi kasihan ntar Mama di rumah sendirian," keluh Chichi sambil memeluk kotak kardus berisi brownies yang dibuatin sama Mina tadi.


Tau kok. Kanata tau kalo sebenarnya Chichi emang masih betah maen sama Yui, keponakannya yang imut-imut itu. Ya siapa yang nggak betah coba maen sama dede bayi yang pipinya gemesin kaya bakpao. Yang kalo ketawa tuh suaranya lucu banget. Yang wanginya tuh seger-seger ngangetin gimana gitu. Wangi khas bayi lah pokoknya. Tapi kalo ngomong-ngomong soal wangi bayi sih sebenernya Chichi juga nggak jauh beda. Habisnya dia kan masih tetep pake minyak telon meskipun udah segede itu.


"Ya udah buruan sana masuk rumah, trus doa biar cepet pagi. Biar bisa ketemu Yui lagi," jawab Kanata santai. Gimana ya, sejak Mina punya anak tuh emang Chichi rajin banget ke rumah Kanata tiap weekend.


Chichi akhirnya meringis girang, "Ya udah buruan pulang sana," jawab Chichi kemudian.


"Helmnya dilepas dulu kali," ketus Kanata. Kanata tuh emang bawaan lahir kalo ngomong rada ketus. Tapi aslinya baik kok. Baik banget malah. Nggak baik gimana kalo tiap hari jadi ojeknya Chichi.


"Lepasin dong, katanya sayang," ujar Chichi dengan ekspresi wajah menggoda. Tapi nggak mempan buat Kanata. Cowok bertubuh tipis itu hanya mendengus kemudian beneran ngelepasin kaitan helm yang dipake Chichi. Soalnya tangan Chichi lagi megang kotak kardus yang isinya brownies tadi. Jadinya dia nggak bisa ngelepasin helm yang dia pake itu.


"Udah, udah sana buruan masuk. Jangan dimakan sendiri kuenya, bagi ke Om sama Tante."


"Ughh, perhatiannya," goda Chichi lagi. Chichi itu aneh. Dia kalo diledekin sama Mina masalah Kanata pasti teriak-teriak. Tapi dianya sendiri kalo sama Kanata suka mancing-mancing gitu.


"Apaan, sih. Udah buruan masuk sana. Gue mau pulang," seru Kanata.


"Ya udah pulang sana pulang. Ti-ati, jangan ngebut. Gue laporin Mama ntar."


"Laporin aja nggak takut," jawab Kanata enteng.


Chichi cuma mencebikkan bibirnya.


"Udah ah, gue pulang sekarang. Salamin buat Om sama Tante," pamit Kanata kemudian men-starter motornya.


Chichi ngangguk, "Dah, Kanata Hongkong-ku sayaaang. Sampai ketemu besok," teriak Chichi sambil dadah-dadah. Kanata cuma ngangkat sebelah tangannya.

The Superhiro FamilyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang