bab 5 - Kenangan

467 8 1
                                    

Alhamdulillah selamat aku sampai kat rumah.jam hampir 12.45 waktu aku turun dari keretanya.tak sangka masih ada lagi manusia yang ikhlas membantu saat melihat orang yang sangat memerlukan bantuan seperti aku.flash back waktu dalam perjalanan,dia tak seperti aku sangka.sangat bersahaja berbeza ketika bersama teman rapatnya.itulah katanya.

" Mana awek encik.dah hantar balik ye "  soalku ketika dalam perjalanan.

" Awek ?? " Ketawa seketika

" tu bukan awek saya la.. tu bff saya ramai orang selalu salah sangka bila tengok dia dengan saya.tak di nafikan kami memang nampak mesra."

"Oh macam tu....tapi encik nampak secocok kalau ganding bersama "

" Ish kan saya cakap tadi panggil saya haris atau ris saja "

" Maaf encik eh haris.saya alisys panggil sya je.maaf sekali lagi sebab susahkan encik eh haris "

aku tepuk dahi lagi sebab asyik tersasul saja..buat malu je

" Ok sya..tak pe dah jadi kewajipan kan tolong orang di saat memerlukan " haris tersenyum tapi matanya tepat kehadapan saja.aku rasa selesa sebab nampaknya dia bukan spesis lelaki miang atau ambil kesempatan.

" Sya tinggal dengan kawan atau dengan family ye. " soal haris padaku

" Saya ..duduk dengan family.tapi sekarang rasanya semua pun dah tidur agaknya " aku cuba berbohong takkan nak berterus terang dengan orang yang baru di kenali kan

" Oh gitu ....sya masih muda rasanya kan.berapa umur sya ? "

" Baru 18 tahun haris "

" Eh muda sangatla kena panggil saya abang ris ni.sebab umur saya 23 tahun dah beza 5 tahun dari sya " balas haris dengan senyuman yang sangat manis sekali.

" Eh tak payah kot saya tak biasalah nak panggil abang abang ni "

" Apa je la sya yang penting sya rasa selesa.ok kita dh nak sampai dah ni "

Sampai saja di hadapan rumah aku lihat lampu rumah dah terbuka.mesti mak mah yang bukakan

" Ok sya kita dah sampai "  kereta berhenti di hadapan rumah.

" Terima kasih haris sebab sudi bantu saya.selamat malam ye..Assalammualaikum " haris hanya tersenyum dan angguk kepala.aku berpaling dan terdengar haris bersuara dari kereta

" Jumpa lagi sya " sambil dia melambaikan tangannya

=================================================================================

Usai membersihkan diri dan solat , aku berbaring merehatkan badan.Sunyi lagi.. kalau lah ada kawan di rumah boleh la di ajak berbual.Ni yang ada pun jiran sebelah.Tiba -tiba aku teringatkan Anika Anik..

Dimana dia , bagaimana rupanya , yang paling penting siapa dia.Habis sekolah aku berpindah ke rumahku sekarang.Dan masih baru belum ramai pun yang aku kenal jiran- jiran di sekitar sini.Hanya Mak Mah paling ramah dan paling rapat denganku....Kawan -kawan sekolah ?

Aku memang tak ramai kawan mungkin sebab aku tak berapa suka bergaul dengan orang yang suka pandang aku dengan pandangan yang pelik.Ya begitulah aku Alisya Anisa..mungkin untuk aku cuma layak berkawan dengan si Anika Anik saja.Satu-satunya sebab aku sedar diri aku yang tak berapa sempurna ni.

Aku bukanlah seperti gadis-gadis lain, bagi orang lain mungkin ia biasa tapi bagi aku parut di lengan kanan ku ini sangat memalukan.Kata mama aku terkena lecuran api di tangan kananku sewaktu kecil.Tapi aku tak bertanya bagaimana cukuplah jika tiada orang yang bertanya.

Hanya Kau Untuk KuWhere stories live. Discover now