Dulu,ketika aku masuk SMA,semuanya terasa menyebalkan. Aku tidak masuk ke SMA yang aku tuju,karena sekolah yang aku tuju adalah yang banyak bebas dan kenapa aku kesal? Karena aku diterima di sekolah favorit,yah namanya juga Favorit pasti juga banyak belajarnya,hufft.
Setelah tes psikologi ada kabar Aku mendapatkan kelas MIPA,yang kata orang-orang sih keren,padahal ini tuh "bored" banget gitu.
Itulah hal-hal yang membosankan yang ada di hidup ini. Dan,yang paling aku benci adalah orang tuaku. Mereka memang aneh,jauh dari apa yang kuharapkan. Jikalau seseorang menanyakan kepadaku tentang perilaku ku,maka jelas semua ini salah orang tuaku yang memang sejak awal salah dalam mendidikku. Mereka memang tidak mengerti bagaimana cara mendidik anak.
Balik ke sekolah, pada awalnya aku merasa acuh tak acuh pada semua yang ada di sekolah,seolah-olah sekolah ini diciptakan untuk menjadi membosankan. SMA Tunas Bangsa namanya, yah bagi orang mungkin nama ini terdengar begitu hebat tapi bagiku ini bisa dibilang biasa saja.
Pagi itu awal aku masuk sekolah, waktu itu masih Masa Orientasi Sekolah. Aku mendapatkan gugus D,ini gak terlalu penting sih,karena pada awalnya gak ada minat untuk masuk ke sekolah itu,meski ada 12 gugus disana aku tak peduli.
Aku mulai memasuki kelas,aku bertemu teman SMP ku disana,Amad namanya. Meski saat SMP kita tidak terlalu akrab,tapi yah setidaknya aku gak sendirian lah.
"Kringggg Kringggg"
Bel masuk berbunyi,aku pun akhirnya masuk ke dalam kelas dan duduk bersama Amad di bagian pojok belakang.
"Lu gak jadi masuk SMA sana Yan?" Tanya Amad
"Orang Tua gw nyuruh disini Mad" Jawabku.
Tiba-Tiba kaka kelas dateng, mereka datang bertiga.
"Assalamu'alaikum"
Kami sekelas pun menjawab
"Wa'alaikumsalam"
Lalu mereka memperkenalkan diri, Mas Fajar,Mba Nurul,dan Mba Lisa nama mereka.
Mereka menyuruh kami semua untuk memperkenalkan diri kami masing-masing. Pada awalnya,kami memperkenalkan nama,alamat,dan alasan masuk sekolah itu saja,tetapi 1 nomer absen sebelum aku menceritakan keluarganya. Dan itu diteruskan pada giliran selanjutnya,yaitu aku. Lalu aku maju seolah-olah hati menolak untuk menceritakan orang tua. Dan aku mulai memperkenalkan diri.Bagaimanakah cerita selanjutnya?
Hayu,terus pantauin
Maaf terbit lama sekali.

KAMU SEDANG MEMBACA
Aku (Benci) Orang Tua
FanfictionCerita ini mewakili sebuah kata yang lumrah didengar yaitu "Orang tua tidak pernah menyesatkan anaknya". Well, it just story,hope you enjoy it.