Mungin, ku beri perumpamaan sederhana dengan apa yang ku rasakan sekarang.
Misalnya, kau jatuh dalam lembah yang tak berujung. lalu kau diberi tali untuk bertahan, dan tali itu menjanjikan bahwa dia akan menarik mu atau setidaknya menyelamatkanmu dari jatuh ke dasar, dan menemani mu di lembah sepi itu.
Apa yang kau rasakan, Kau pasti merasa aman, bukan?
Tapi. Saat kau sudah mulai nyaman,,, tali itu sebenarnya adalah ular, dia menunggu saat kau tertidur dibawah pengawasanya, dan dia terpaksa menggigitmu karena lapar, seletah kau lengah, dan menjatuhkan mu dengan rasa sakit.
Itu yang sekarang ku rasakan. Terjatuh dengan gigitan besar di hati.
Aku hanya berharap setidaknya, Taehyung, sedikittt saja berlebihan dengan cerita nya itu, borbohong agar aku merasakan ini. Dan sebenarnya suamiku tidak melakukan hal buruk itu.
Ku mohon, tuhan
Sekarang ini aku ada dalam mobil kim taehyung, yang ku tahu, aku ingin pergi dari kenyataan, tapi itu tak mungkin.
Aku meminta dia menurunkan ku tepat di depan rumah myungsoo, dan sebelum pergi, dia memberi tahuku, bahwa dia ada untukku. Dan aku menghargai itu.
Aku mengayunkan kaki ku, tapi terhenti saat ku lihat, rumah sulli terdapat banyak mobil, dan aku ingat, bahwa acara yang dia bicarakan itu besok, tapi mengapa sekarang?
Ku liat sulli sedang di balkon dengan seorang pria yang tak ku kenal, dan siapa aku ini yang merasa harus kenal!,
Aku mengabaikan keramaian itu dan masuk, menutup pintu dengan kasar, dan ku lihat, tak ada tanda-tanda myungsoo maupun seyi.
Aku berjalan menuju ruang kecantikanku, dan mencari pakaianku.
Dan.... Aku menemukan alasan, kenapa aku punya baju-baju itu, sekarang. Karena ingin melihat Myungsoo kesal. Yah... Itu! Aku pasti saat itu sangat menikmatinya.
Aku mencari rok pendek dan aku menemukannya, juga tenk top merah, lalu jaket kulit hitam, dengan sepatu Boot khas koboy amerika selatan. entah mengapa aku punya semua ini, kau tahu, ini keren!
Hanya yang kau tahu sekarang,
aku kembali myungsoo, sayang...Ku rasa senyumku terlalu menyakitkan sekarang, sebuah rasa perih berada dimataku, membuatku menutupnya, lalu dengan perlahan membuka kembali mataku.
Dan berjalan ke kamar mandi. Dan mandi dengan cepat.
***
Aku merias wajah ku, sesuai yang ku inginkan, smoky-eyes yang tak pernah ku bayangkan akan ku pakai, membuatku merasa sedikit risih. Tapi ada kelegaan yang besar dalam dadaku. Dan menambah lipstik merah marun dibibir, dengan maskara indah pada bulu mataku.
"Kau bilang, menyukaiku tanpa riasan, bukan? Lihat lah sekarang!"
Aku melihat bayangan ku dicermin, rambut terikat tinggi, dan wajah penuh riasan. Dengan tank top dan jaket styles. Dan rok dengan spatu boot. Membuat semuanya sempurna.
Ini lah pertahanan diri. Pertahanan diri dari seorang park jiyeon.
***
"Halo, kristal? Kau ada waktu?"
Aku memasukan barang terakhir pada tasku dan sekarang menentengnya, sembari menghubungi kristal, dan yabg jelas aku butuh ke liar an.
"ada, suamiku pergi lagi, ada apa?"
"Kita ke bar, kau tahu bar yang bagus?"
"A...apa? B-bar? Kau ingin apa dengan bar?"
"menurutmu? Apa yang akan dilakukan manusia di Club malam?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Magic Cupcakes
General FictionBagaimana jika suatu hari, semua dalam dirimu berubah saat kau bangun dari tidurmu, semua nya! Bahkan status mu?. jiyeon tak pernah nyangka, disuatu malam, semuanya sudah berubah, dia tak tahu bagaimana dan untuk apa semua itu terjadi. (BERLANGSUNG)...