Sembari menutup mulutnya dengan kedua tangan Seungkwan berlari ke semak-semak, sesuatu dalam perutnya sudah mendesak ingin keluar. Ia berjongkok, memuntahkan semua isi perutnya. Perutnya rasanya seperti di aduk-aduk. Kepalanya terasa berputar-putar, dan sangat mual, kakinya seperti tak menapak tanah.
Panik. Hansol berlari menyusul kekasihnya, ia menghampiri Seungkwan yang masih muntah-muntah, ikut berjongkok di sampingnya, memijat tengkuknya dengan penuh perhatian. Walaupun dari luar Hansol terlihat cuek dan dingin, namun sebenarnya dia adalah sosok pria yang sangat penuh perhatian, penuh kasih sayang, sangat lembut memperlakukan orang yang dia sayangi. Kadang dia bisa berubah dewasa jauh dari usianya, inilah yang membuat Seungkwan merasa aman dan nyaman di samping pria ini. Inilah alasan mengapa mereka bersama, alasan mengapa Seungkwan mau menerimanya.
Ya, asal kalian tahu, yang pertama kali mengungkapkan perasaan adalah Hansol, tanpa basa-basi dia jujur mengakui ketertarikannya pada Seungkwan, tanpa pikir panjang Seungkwan menerimanya. Karena memang dia juga memiliki perasaan yang sama, hanya saja dia selalu menyembunyikan perasaannya, dia tidak ingin membuat teman satu kamarnya itu merasa tidak nyaman. Tapi tak diduga ternyata Hansol lah yang lebih dulu menyataan perasaannya. Bukankah ini seperti kisa cinta remaja di drama? Sederhana namun begitu manis.
"Sudah kubilang, kita naik Bombom Car saja. tapi kau memaksa ingin naik Roller Coaster.."
"Kan jadi seperti ini..."
Hansol membuka botol air mineral yang sedari tadi berada di genggamannya, kemudian menyerahkannya pada Seungkwan.
"Ini, minum dulu.."
"Kenapa semuanya jadi berputar... aku melihat bintang dimana-mana..."
Oceh Seungkwan tidak jelas. Ia seperti baru saja menenggak minuman beralkohol, bicaranya ngawur. Ia menunjuk bintang-bintang yang muncul di dalam pengelihatannya.Ia memberikan botol air itu ke dalam genggaman tangan Seungkwan. Seungkwan meneguk air itu seperti orang kehausan.
"Pelan-pelan.."
Hansol mengelus-elus punggung pria Jeju-nya agar tidak tersedak."Kita cari tempat beristirahat."
Katanya sembari bangkit berdiri."Ayo."
Ia mengulurkan tangannya, membantu sang kekasih untuk berdiri.Seungkwan mendongak menatap wajah Hansol, disela kepalanya yang masih berdenyut-denyut entah mengapa ia melihat Hansol jauh lebih tampan dari biasanya, dia seperti sedang berdiri membelakangi cahaya, bersinar dan sangat mempesona. Seungkwan merasa dirinya jatuh cinta untuk yang kedua kali pada lelaki pemilik senyum lebar ini.
"Ayo, tunggu apa lagi."
Ucap Hansol lagi. Seungkwan hanya diam membeku seolah baru saja di hipnotis."Kenapa kau jadi tampan?.."
Gumam Seungkwan seperti orang bodoh, sembari mengerjap-ngerjapkan matanya. Setengah bingung, sebenarnya ini mimpi atau nyata? Tanyanya dalam hati."Ck, kau hanya memujiku jika sedang mabuk saja.."
Hansol hanya tersenyum geli melihat ekspresi kekasihnya ini. Saat mabuk Seungkwan memang selalu seperti ini, setiap orang yang dia lihat pasti akan dipuji tampan atau cantik, tiang listrik di pinggir jalan saja dia bilang aktor Song Joongki.Hansol segera menarik tangan Seungkwan, membantunya berdiri. Karena masih sempoyongan akibat naik Roller Coaster tadi, jadi Hansol harus memapahnya. Tadi mereka taruhan, siapa yang mabuk duluan dia yang harus mentraktir makan, mereka naik Roller Coaster sampai 7 ronde, itulah mengapa Seungkwan sampai mabuk seperti ini.
*
Meja penuh dengan makanan, Seokmin memesan semua makanan yang Soonyoung sebutkan tadi. Namun ia sendiri sama sekali tak menyentuh makanan tersebut, Seokmin hanya menopang dagunya dengan kedua tangan, tersenyum-senyum sendiri memandangi pria manis di hadapannya yang sedang lahap menyantap makanannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Light A Candle In The Cold Night [SEOKSOON FANFICTION]
AcakSoonyoung sudah mengenal Seokmin sejak lama, mereka adalah teman kuliah. Tidak ada yang istimewa, mereka hanya teman biasa, lagipula Seokmin sudah memiliki kekasih perempuan. Suatu hari, di hari yang hujan, semuanya berubah ketika Seokmin pergi ke r...