saree 5: Cinta di pergelangan tangan

864 30 2
                                    

 Awal bulan Maret 2007 Mumbai,India

   Entah datang dari mana, entah datang karena apa, hubungan ini bahkan tak ingin diberi nama. Dirimu dan diriku ada didalamnya. Hanya saja masih buram.

Hari ini membuat ku benar benar bahagia. Diperjalanan pulang aku lihat terus wajahnya sambil berkhayal andaikan dia memang masa depan ku.

Dia mengantarku sampai ke depan rumah. "Bye Poo, terimakasih karena sudah mengantarkan ku kuil. Oh iya, ini ada benang suci. Ikatkan di pergelangan tangan mu!" Dia merogoh saku celananya dan meminta ku mengulurkan tanganku.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum padanya. Melihat dia mengikatkan benang suci ditangan ku.

"Terimakasih, ini sudah hampir malam sebaiknya kau pulang Mandra." Kataku sambil tersenyum manis padanya.

"Kau mengusir ku ya?" Kata Mandra dengan wajah menggoda.

"Bukan begitu, maksud ku it—"

"Iya iya aku tau , kau takut aku tak ada kendaraan dan pulang terlalu larut malam kan?"

Kata-kata ku terpotong Mandra karena dia menutup mulutku dengan tangannya.

"Yasudah aku pergi dulu, salam"

Aku membalas salam nya "salam"

Aku pun berbalik badan dan segera masuk ke rumah. Tiba-tiba nenek bertanya.

"Poo, kau pergi ke kuil bersama pria atau kau pergi ke restoran untuk makan malam?" Kata Nenek ku bergurau. Aku tersipu malu lalu bergegas pergi ke kamar.

Duduk di jendela dengan teh di tangan ku. Melihat langit yang hitam namun dihias oleh bintang dan bulan. Langit yang biasa saja telah dihias oleh bintang seperti diriku yang telah dihias oleh cinta.

                               * * *
Mandra membawa ku ke sesuatu taman. Taman yang indah dengan lampu lampu kecil berwarna putih dan kuning juga bunga bunga disekelilingnya. Mandra mengandengku menarik ku ke tengah taman itu.

" Poo, aku ingin kita lebih dari sekedar teman atau sahabat..."

Aku tersenyum padanya lalu memeluknya erat-erat. Dan...

"Pooooooooo~" suara nenek memanggil.

Aku terbangun dari tidur ku. Memandang sekitar dan sialan! Ternyata hanya mimpi.

Malam-malam berlalu. Kubuka jendela ku membiarkan udara yang lama tergantikan oleh yang baru.

Aku segera bersiap mandi. Tentu dengan memasak air terlebih dahulu. Mana mungkin seorang gadis cantik akan mandi pukul 5 pagi dengan air dingin.

Singkat cerita aku sudah mandi, aku memakai baju ku lalu keluar untuk mengambil teh pagi, ini kebiasaan keluarga ku. Sambil mengeringkan rambut aku menuju dapur.

Aku melewat ke depan altar dewa. Pelitanya belum dinyalakan dan piring aarti pun belum disiapkan. Aku pun segera menyiapkan segala sesuatunya. Aku memberi salam pada dewa. Lalu pergi ke dapur.

Setelah selesai membuat teh, aku pergi ke teras dengan rambut yang masih basah terurai. Aku berdiri sambil bersandar di ambang pintu. Menghirup udara segar, mendengar kicauan burung dan~

"Poojaaaaa buat kan nenek teh jahe."

Tentu saja kicauan ibu ku. Tapi ini hidup ku aku menikmatinya.

Aku kembali masuk ke dalam. Dalam urusan membuat teh jahe memang ibu yang paling hebat, buatan ku kurang sempurna namun dibutuhkan.

Tak terasa waktu sudah pukul setengah tujuh pagi. Setiap Minggu ketiga aku selalu ditugaskan ibu mengambil susu di kedai warmasrham.

Aku tidak berhias terlebih dahulu karena jarak dari rumah ku ke kedai itu hanya 100 meter.

Singkat cerita aku sudah sampai di kedai. Mengambil 6 botol susu oleh seorang wanita di pagi hari, jangan sebut aku Pooja jika aku tidak kuat. Kuat jiwa dan kuat hati.

Ketika aku dijalan aku hampir saja  terjatuh.
"Ahhhhhhh" teriak ku ,tiba-tiba saja ada seseorang yang menopang ku dari belakang.

Aku benar kan dulu rambut ku lalu menengok kebelakang. Dan ternyata dia adalah Mandra! Aku kaget dan langsung berdiri.

"Man—man—mandra sedang apa kau disini???" Tanya ku kikuk.

"Kamu mengambil 6 botol susu? Apa tidak berat?" Dia bertanya balik sambil tersenyum.

"Emm tidak, aku sudah biasa. Sekarang jawab pertanyaan ku yang tadi !" Jawabku. Dia hanya tersenyum.

Aku pun membetulkan pegangan ku pada tempat susu itu agar tidak jatuh ke bawah.

"Aku ada disini tak penting untuk kau ketahui,,, cukup satu hal yang perlu kamu ketahui!" Dia berkata sambil menatapku

Mendengar itu aku langsung kaget dan melihat ke arah nya. Apa yang dia bicarakan membuat ku bertanya-tanya.

"Mandra apa maksudmu?"kataku namun dia langsung berbalik badan dan pergi begitu saja.

"Mandraaa hey Mandra jelaskan dulu padaku baru kau pergi!!! Mandraaa" aku berteriak namun dia tak menoleh sedikit pun.

Aku menatap nya dengan seribu tanya. Sampai dia tak terlihat lagi. Langkah nya diikuti seribu tanya ku atas kata yang telah dia lontarkan. Aku menghela nafas lalu pergi untuk pulang.

Seharian penuh aku coba mencari arti dari kata-kata yang diucapkan Mandra. Aku berkutat dengan segudang pertanyaan itu. Apa artinya ini?

Cinta Dibalik Kain Saree (साड़ी के पीछे प्रेम)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang