Hunted: Chapter 3 (Kabar Buruk)

904 75 9
                                    

Maaf nih baru di update soalnya kehabisan kuota.
Insya allah hari ini 4 chapter deh...





Shani tidak terlalu mengerti akan apa yang dijelaskan oleh Ve. Ia hanya bisa menampilkan ekspresi heran, lalu pergi meninggalkan Ve dan arena memanah tersebut untuk kembali memimpin divisinya mengikuti game selanjutnya. Game di mana mereka harus berhadapan dengan Beby.

“Semangat pagi! Diantara kalian semua, udah ada yang berhasil dapet hadiah dari Timsus?” tanya Beby menyambut rombongan para maba di lapang 2.

“Belum!!!” seru rombongan tersebut.

“Haha. Baiklah. Disini, Aku akan memberikan permainan yang mudah. Ketua divisi kalian sebelumnya pernah memainkan permainan ini, namun tidak satupun dari mereka yang berhasil.” Jelas Beby.

Riuh kembali terdengar dari gerombolan para maba. Mereka mencoba menerka permainan seperti apa yang senior mereka maksud. Permainan yang mudah tapi tidak satupun ketua divisi mereka yang berhasil.

“Permainannya apa, Kak?” tanya Yuriva.

“Ah, kalian hanya harus mengambil saputangan ini dariku.” Jawab Beby sambil menunjuk saputangan berwarna merah yang terikat di lengan atas kanannya. Letaknya persis seperti ban kapten.

“Kalian? Maksudnya? Kami semua?” tanya Kyla meminta penjelasan.

“Ya. Kalian semua, maju sekaligus. Ini bukan permainan individu. Satu orang yang mendapatkannya, hadiahnya untuk kalian semua.” Jelas Beby.

“Hoo, bukankah itu terlalu mudah buat kami?” tanya salah satu maba.

“Memang. Kan sudah kubilang, ini permainan mudah. Nah, semuanya siap? Mulai!” seru Beby.

Gerombolan maba yang berbaris di depan Beby serentak berlari maju mendekatinya. 1, 2, 3, puluhan maba berhasil dilewati Beby dengan mudah. Gerakannya yang gemulai dalam menghindari tangan-tangan lapar pencari saputangan merah itu terlihat seolah ia sedang menari.

“Haha. Jadi inget dulu ya.” Celetuk Gracia yang menyaksikan permainan tersebut dari pinggir lapangan.

“Berasa tua, kan? Hahaha.” Canda Shani.

"Siapa?" Tanya Gracia.

"Ya kit--"

"Yang nanya!. Hahah---Plak!"

Tawa Gracia terhenti ketika mendapat hadiah dari telapak tangan Shani.



DRUAASHH!!


“Waah, sepertinya permainan sesungguhnya baru dimulai nih.” Ujar Nabilah yang memperhatikan permainan tersebut dengan penuh perhatian.

Kyla dan Yuriva mengerahkan aura hitamnya. Ditengah gerombolan maba yang lain, beberapa kali mereka hampir mendapatkan saputangan merah yang terikat di lengan Beby. Namun, senior mereka masih terlalu gesit untuk mereka tangkap.

“Hanya segitu saja kemampuan kalian?” ledek Beby yang masih dengan santai menghindari tangan-tangan jahil yang mencoba meraih saputangannya.

Srrrtt…

“Nah. Dapat.” Ujar seorang gadis yang muncul dari kerumunan maba yang menyerbu Beby sambil melambaikan saputangan merah yang berhasil ia dapatkan dari seniornya.

“Kami semua terbebas dari OSPEK 2 hari selanjutnya, kan?” tanyanya.

“Aa…ah, ya. Selamat. Kalian semua terbebas dari OSPEK 2 hari selanjutnya!” seru Beby yang berusaha menyembunyikan raut terkejutnya.

Season 2 Hunted (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang