Hunted: Chapter 4 (Selamat Datang, Musuh)

903 75 5
                                    






Gadis bermata sayu, berambut hitam, berperawakan mungil memasuki UKS. Langkahnya yang ringan dan tanpa suara, ditambah dengan hawa keberadaannya yang tidak diketahui oleh mereka yang berada di dalam UKS tersebut membuat mereka terkejut atas kedatangannya itu. Kinal, Shania, dan Beby langsung bersiaga saat mereka mengetahui keberadaannya.

“Kau kan…” gumam Ve.

“Ah, ya. Perkenalkan, namaku Ayana. Maaf atas pertanyaan Kakak yang tidak kujawab sebelumnya.” Ucap gadis yang bernama Ayana tersebut.

“Ah… kau yang berhasil mengambil saputangan dariku. Wah, wah, ternyata keberadaanmu benar-benar sulit dideteksi. Hahaha.” Ujar Beby.

“Bagaimana kau bisa masuk kemari sementara junior-juniorku berada di luar?” tanya Kinal waspada yang telah berada di belakang Ayana dalam sekejap.

“Kakak-kakak sekalian saja tidak mengetahui kedatanganku, bagaimana mungkin mereka yang berada di luar tahu kalau Aku berjalan begitu saja melewati mereka?” sahut Ayana sambil mengangkat kedua tangannya layaknya seseorang yang tengah ditodong.

“Katakan maksud kedatanganmu kemari. Aku tidak sedang berada dalam suasana hati untuk mendengar basa-basi-busuk.” Ujar Melody dingin.

“Aku kemari hanya untuk memberikan peringatan. Penghuni atas mulai bergerak. Sepertinya kali ini, giliran mereka yang memburu Kakak-kakak sekalian. Mereka melakukan perombakan dalam kubu mereka untuk melakukan penyerangan. 4 maba yang tadi Kak Ve sebutkan, mereka merupakan rekrutan baru untuk mengisi 4 anggota penghuni atas yang didepak. Dan salah satu dari keempat maba itu adalah temanku.”

“Darimana kau mengetahui itu semua?” tanya Melody dengan tatapan penuh kecurigaan.

“Kakak tidak perlu tahu darimana Aku mendapatkan informasi itu semua.”

“Darimana kami tahu bahwa informasi yang kau berikan bukanlah bualan?” tanya Shania.

“Aku tidak bisa memberi bukti bahwa informasiku itu benar atau tidak. Tapi, Aku hanya menyampaikan apa yang sepertinya perlu kusampaikan. Dan hingga saatnya tiba, Kakak-Kakak sekalian pasti membutuhkan bantuanku.” Jawab Ayana sambil berbalik berjalan melewati Kinal menuju pintu keluar.

“Ah, satu lagi. Aku masih tidak percaya bahwa Kak Melody benar-benar kalah oleh Kak Naomi. Aku dapat melihat dengan jelas aliran aura Kakak. Aliran aura yang tidak biasa. Apakah Kakak memang belum menyadarinya atau memang sengaja tidak menggunakannya, Aku tidak tahu.” Ujar Ayana yang akhirnya pergi melewati pintu keluar dan menghilang dari pandangan mereka berenam.

“Sehari ini perasaan banyak banget maba yang bikin kejutan.” Ujar Beby merebahkan diri di kursi.

“Apa perkataannya dapat dipercaya?” tanya Kinal.

“Aku tidak tahu, tapi ada baiknya kita berjaga-jaga untuk menghadapi apa yang baru saja ia katakana.” Jawab Melody.

“Hei, Mel. Yang Aku tidak mengerti dari ucapan anak itu barusan adalah, apa yang dimaksud dengan aliran aura yang tidak biasa?” tanya Stella menatap mata Melody lekat-lekat.

“Jujur. Aku juga tidak tahu apa maksudnya. Apa ada hubungannya dengan pusat aura yang sebelumnya dikatakan Kyla?” Jawab Melody.

“Entahlah. Mungkin benar katanya. Aku mungkin belum menyadarinya.” Tambahnya.

Sementara itu, di teras UKS, Nabilah dan yang lainnya masih memperbincangkan tentang topik apa yang tengah dibicarakan oleh senior mereka hingga Ayana melewati mereka dan memotong pembicaraan mereka.

Season 2 Hunted (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang