Mama ernad tersenyum lembut pada sarah, berbeda dengan sarah yang masih berpikir tentang tadi
"jangan bercanda ah, mana mungkin ernad disini"
"aku juga gak tau mam"
"kalo mama boleh nanya, kamu masih sayang sama ernad?"
Sarah jadi salah tingkah sendiri, jujur ia merasa aneh dengan perasaan nya pada ernad, ia hanya takut bahwa fakta hatinya itu, hanya akan menyakiti mereka berdua
"mama ngerti, semisalnya kamu gak lagi sayang sama ernad, mama gak bakal marah ataupun maksa karna memang mungkin itu jalannya"
Sarah diam, mencoba menetapkan perasaan nya sampai nanti
Di ujung sana ia hanya bisa mengepal tangannya dalam diam
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
"sarah lo harus tau kalo ernad-"
belum menyelesaikan kalimat rajaPintu kelas terbuka seseorang berdiri disana, semua menatapnya terkejut, beda dengan yang dulu, kacamata yang entah kemana, jidat yang mengkilat, dan mata yang lugu berubah tajam, ia?
'ernad' - sarah
"ayo ernad masuk, kenapa kamu malah ngalangin pintu? " bu susi yang baru datang langsung mengubah suasana canggung itu dengan cepat, sebelum drama muda di mulai
"kalian masih ingat kan dia siapa? "
Semua pandangan menatap ernad, kagum bercampur malu. Mereka menyapa ernad dengan gugup
Bagaimana tidak, ernad yang di depan ini beda 180 derajat dengan ernad yang dulu.
Lupakan bahwa dulu ia pernah menjadi endot kambing
Lupakan bahwa dulu ia membawa botol minum ke sekolah
Lupakan kacamata
Lupakan baju kebesaran
Lupakan rambut yang menutupi jidat nyaKini ia beda, ernad NEW fashion
Sarah yang duduk di depan hanya memperhatikan ernad dalam diam, sedangkan yang sedari tadi di perhatikan merasa tak peduli bahkan tak melirik sarah sedikit pun
'dugaan gue bener, kemaren ernad'-sarah
"karna lo semua udah tau gue siapa jadi gak perlu perkenalan lagi ok"
'gue - lo'-sarah
semua mengangguk sambil tersenyum tak jelas
"yaudah ernad kamu duduk disana" bu susi menunjuk bangku di belakang raka
Sarah masih setia memperhatikan ernad, walaupun ernad sudah melewati kursi nya
"raja pindah gue mau di sebelah sarah! " mau tak mau raja menyingkir dari singgasana nya
Jika saja pada saat pelajaran pak tarjo raja tak minta contekan pada raka ia tak mungkin di titah ini itu oleh raka
'raka sialan'-raja
'jadi dia ernad?' -raka
"lah lo ngapain disini? " sarah memiringkan kepala nya, tanda bahwa ia minta penjelasan
"udah mending lo liat depan, jangan liatin gue mulu, awas aja kal-"
"bacot! "
Ernad yang ada di belakang hanya memperhatikan dengan masa bodo, sesekali ia melirik sarah dan raka
"maaf anak anak ibu hanya bisa sampai setengah jam, kita lanjutkan minggu depan aja" bu susi memanggil sarah dan berpesan agar tetap menertibkan teman temannya, sarah hanya mengangguk sebagai jawabannya
"sarah" raka menatap lekat sarah yang ada di samping nya, sedangkan sarah hanya berdehem acuh sebagai jawabannya
"liat gue" sarah membalas tatapan raka dengan malas
"yang di belakang itu ernad kan?" sarah mengangguk
"dugaan gue bener" sarah hanya mengerutkan alis nya tak mengerti
Raka Melirik ernad yang ada di belakang yang sedang menatap mereka pula, raka menggenggam tangan sarah dengan erat
"gue sayang dan cinta sama lo, lo mau kan jadi pacar gue? "
Ernad melebarkan matanya, sarah menatap ke ernad dengan cepat pula ernad merubah kembali mimik wajahnya
Sarah melepaskan genggaman raka "masih ada 28 hari lagi sebelum sebulan, dan lo butuh itu buat gue sayang sama lo" setelah itu sarah pergi
Raka mengacak rambut nya frustrasi dan menatap ernad tajam, ernad pun ikut menatap raka
'sarah gak akan pernah balik lagi ke lo!' -raka
'liat nanti'- ernad
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - -- - - -
Ernad menghirau kan teriak para siswi yang ia lewati, ia lebih fokus kepada jalanya, ia harus menemui sahabat baik nya, nayla
Ia sudah melihat nayla yang sedang di ganggu oleh raja, ia tersenyum tipis, tetapi ia menghentikan langkahnya ia lebih tertarik pada ruangan yang ada di samping nya itu
Terlihat disana seorang gadis yang sedang membereskan berkas berkas, ernad tersenyum lagi, ia bersandar di tembok sambil memperhatikan gadis itu
"udah lama gak ketemu?" masih di posisi awal ernad mulai membuka percakapan
Tak ada jawaban dari gadis itu, gadis itu hanya berbalik, menatap ernad yang menurut nya berbeda dengan ernad yang dulu
"masih sama ya, dingin, cuek, dan tatapan yang bener bener tajem" sekian lama ernad kembali menilai sarah
Wajah ernad mendadak serius, eye contact yang di berikan ernad benar benar sangat berpengaruh besar pada sarah
Seperti sekarang mata sarah terasa panas sekarang, dan ernad tau bahwa sarah akan tumpah, sebelum terjadi ernad menarik sarah dalam pelukan nya bersamaan dengan itu sarah menangis
"maaf"
"maaf"
"maaf"
Ernad terus mengatakan maaf pada sarah, dan sarah tak menjawab ia hanya menangis, meluapkan rasa campur aduk hati nya
Ernad semakin mengeratkan pelukannya pada sarah, dari luar raja dan nayla tersenyum melihat itu, dan di akhiri high five konyol pasangan ini
Sedangkan raka hanya menatap mereka sebentar lalu pergi
Sarah membuka kembali matanya dan melepaskan diri dari ernad, menyeka air matanya dengan kasar lalu menatap ernad yang terlihat bingung
"sorry gue kelepasan, anggap yang tadi itu gak pernah terjadi " sarah meninggalkan ernad yang masih tak mengerti
Ernad menatap punggung sarah dengan setetes air mata yang menggantung pipi nya
'ernad tau sarah kecewa' - ernad
••••
Di buat sedikit panjang karna keterlambatan
Voment Readers
Gomawo

KAMU SEDANG MEMBACA
B O Y N E R D
Novela JuvenilSetahun membuat saya berbeda di luar dan di dalam, jika dulu saya di belakang punggungmu sekarang tidak, saya yang akan ada di depan mu. Percayalah