☆
☆
☆
☆
☆
☆
Refleks Melody masih terlalu cepat untuk pukulan yang dilayangkan Yuriva. Dengan kedua tangannya yang diselimuti api putih, ia berhasil menahan pukulan tersebut kemudian mendaratkan tendangan sebagai serangan balik yang mendarat telak di perut Yuriva sehingga membuatnya terpental jauh.
“Wow. Kak Melody belajar sangat cepat dalam memahami siapa yang tengah ia hadapi.” Gumam Kyla yang fokus memperhatikan pertarungan tersebut.
“Pengalaman berbicara.” Tambah Stella.
“Eh, tapi, sebenernya, Yuriva elemen apa sih? Kok kayaknya daritadi dia nyerang Melody pake serangan-serangan jarak dekat biasa.” Lanjut Stella.
“Waah, Kakak gak bisa ngeliat ya? Elemen Yuriva itu unik. Serupa tapi tak sama seperti elemen yang dikuasai Kak Melody.”
“Emangnya kamu bisa ngeliat elemen Yuriva?”
“Makannya Aku ngomong begini juga tentunya Aku bisa ngeliat, Kak.”
“Tapi kok Aku engga sih?” tanya Stella heran yang masih memicingkan matanya berusaha melihat elemen seperti apa yang dikuasai oleh Yuriva.
“Itu dia. Disamping elemen Yuriva yang unik, kedua mataku ini juga unik. Aku bisa ngeliat setiap aliran aura yang terpancar maupun yang mengalir di dalam tubuh. Makanya itu, Aku bisa ngeliat luapan aura Yuriva. juga Kak Melody. Tapi ternyata, kalau Aku lihat, Kak Melody gak serius ya ngehadepin Yuriva. Kak Melody pake aura hitamnya sedikit sedangkan Yuriva udah habis-habisan pake aura hitamnya.” Ujar Kyla
Ya. Latihan sudah hampir memakan waktu 30 menit dan Melody belum berkeringat sedikitpun sementara lawannya, Yuriva, rambutnya, pelipisnya, juga bajunya telah dibanjiri oleh keringat.
“Ayolah. Hanya segini? Aku yakin kau bisa lebih dari ini.” Ujar Melody sedikit meledek.
“Cih! Sial!” geram Yuriva.
DRUAASSHH!!
Tiba-tiba, luapan aura hitam yang sepertinya sudah maksimal dari Yuriva. menjadi semakin besar dan membentuk sosok yang membuat Melody terkejut sehingga ia, tanpa sadar, ikut meluapkan aura hitamnya.
Brug!
Namun, belum sempat Yuriva melancarkan serangan dari ledakan aura hitamnya, tubuhnya roboh. Ia terlalu memaksakan diri menggunakan seluruh aura hitamnya yang belum pernah ia gunakan lebih dari itu sebelumnya. Kyla bergegas menghampirinya. Kekhawatiran terlukis begitu jelas di wajahnya.
“Yuri!” seru Kyla.
“Haah… Aku gak apa-apa kok, Wel.” Ucap Yuriva lirih.
“Kamu terlalu maksain.” Balas Kyla memapah Yuriva ke pinggir lapang.
“Ada apa, Mel?” tanya Stella menghampiri Melody yang masih menatap Yuriva sementara auranya kembali ke keadaan semula.
“Aku masih belum terlalu yakin, Stell, tapi kayaknya tadi---“
“Kak Melody! Kak Stella! Ada apa ini?” seru Nabilah yang terburu-buru menghampiri mereka dengan piyama yang masih menempel di tubuhnya.
“Tumben bangun sendiri.” Ujar Stella.
“Tadi Aku ngerasain ledakan aura Kak Melody, jadinya Aku---“
“Melo! Stella! Ada apa ini?!” seru Ve menghampiri mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Season 2 Hunted (Completed)
FanfictionCerita ini lanjutan dari season 1 nya yaitu "TOP HUNTER". Disarankan untuk membaca season 1 nya agar jalan ceritanya tidak membingungkan untuk anda.