Hunted: Chapter 18 (Draig Aur)

623 70 34
                                    

●●●●

Sementara itu, Yuriva yang terkejut melihat tangan Kyla yang patah, dengan ganas meluapkan aura putih yang begitu deras layaknya lidah api yang tidak dapat dikendalikan. Api Yuriva yang transparan, kini mulai menunjukkan warnanya. Kuning cerah. Menerangi daerah di sekitarnya.

"Apaan itu? Matahari?" gumam Sonia meringis kesakitan sambil bangkit berdiri.

DRAASSHH!!!

"Salam kenal dari temanku yang satu ini." Gumam Yuriva pelan. Ekspersinya kali ini berubah tenang, dingin, dan terlihat kejam.

"Draig Aur." Bisik Yuriva yang tiba-tiba berada di samping Sonia.

BUAAGGG!!!

Pukulan yang dilayangkan Yuriva masih dapat ditahan Sonia dengan sempurna. Ia hanya terhempas jauh namun masih berdiri di atas kedua kakinya.

Krrrkkk...

"Eh?! Armorku retak?!" gumam Sonia terkejut. Pertahanannya yang lebih keras daripada intan dapat dirusak hanya dalam sekali pukul.

"Baru yang tangan kanan doang, ya?" tanya Yuriva dari balik bahu Sonia.

DAAKK!!!

Kembali, serangan dadakan Yuriva masih dapat ditahan oleh Sonia. Namun harus dibayar mahal dengan retaknya pertahanan tangan kirinya.

"Lama ya kalau satu-satu. Gimana kalau sekaligus hancur semuanya?"

WHHOOOSSHHTT!!!

Dengan kecepatan yang luar biasa, Yuriva meluncur menyerbu Sonia yang masih terkejut memandangi pertahanan tangan kirinya yang rontok. Kali ini, serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Yuriva tidak dapat ia tahan lagi. Ia berusaha menghindar. Menghindari pukulan dan tendangan yang menghujani dirinya tanpa henti. Namun, kecepatan serangan tersebut melebihi kecepatan gerakannya untuk menghindar.

Drrrkkksshh....

"Nah, kan. Hancur semua." Ujar Yuriva menghentikan serangannya. Memperhatikan kristal-kristal es yang menyelimuti Sonia runtuh berjatuhan.

"Kurang ajar!!!" seru Sonia.

Pilar-pilar air tiba-tiba bermunculan. Menyeruak dari dalam tanah. Menciptakan lubang dan retakan hitam yang cukup besar. 2, 3, 6 pilar air yang menjulang tinggi mengelilingi Sonia, berputar dengan sangat cepat pada porosnya masing-masing seperti tornado. Tornado wall.

CRRRAAKK!!!

Putaran-putaran air yang terpecah berubah membeku menjadi tombak es yang dengan cepat meluncur ke arah Yuriva.

WHOSSHH!!!

Kabut kuning terhampar di hadapan Yuriva melalui kibasan tangannya. Melindunginya dari tombak es yang mengancamnya karena ketika tombak-tombak itu menembus kabut kuning tersebut, seketika itu juga tombak tersebut berubah mencair. Mencair dalam sekejap.

"Hanya segitu?" cibir Yuriva.

"Belum!" seru Sonia.

DRAAAKKK!!!

Ratusan, bahkan ribuan tombak es meluncur deras dari putaran-putaran tornado wall dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya. Ukuran tombak-tombak tersebut pun lebih besar dari sebelumnya. Namun sama seperti sebelumnya, nasib tombak-tombak tersebut berubah mencair saat berusaha menembus kabut kuning yang mengelilingi Yuriva.

Season 2 Hunted (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang