Hunted: Chapter 21 (Pengkhianat Lain)

725 66 32
                                    


Sebuah panah angin meluncur cepat dan dengan tepat menembus jantung Sonia yang telah siap melancarkan serangan brutalnya dengan aura putih yang meluap dari dalam tubuhnya. Panah tersebut menjatuhkan Sonia seketika itu juga. Melenyapkan seluruh luapan liar aura putihnya. Membuat Yuriva yang melihatnya dalam keadaan lemas, terkejut karena mendapati jantung musuhnya yang berlubang.

“Kak Ve?!” seru Yuriva tertahan.

“Ck! Untung saja Aku datang. Ayo, kita pergi ke tempat perkemahan untuk menyembuhkan lukamu. Di sana mungkin lebih aman.” Ujar Ve sambil memapah Yuriva yang tidak dapat berdiri sendiri.

“Bagaimana dengan dia?” tanya Yuriva lemah sambil setengah melirik musuhnya yang mengalirkan darah segar dari lubang di jantungnya yang sudah tidak berdetak.

“Aku tidak tahu. Biarkanlah saja. Kalau semua urusan telah selesai, kita akan membereskan sisa-sisanya.”

Mereka berdua berjalan meninggalkan tubuh Sonia yang terkapar begitu saja tidak bergerak. Mereka berjalan membelah kegelapan, menyusuri tanah hutan yang basah, menghinjak rerumputan yang licin. Ve cukup kesulitan melewati medan tersebut karena ia harus memapah Yuriva yang benar-benar sudah kehabisan staminanya.

“Bagaimana dengan yang lain, Kak?” tanya Yuriva.

“Aku tidak tahu. Aku hanya bisa berharap bahwa mereka baik-baik saja. Ya, Aku benar-benar berharap begitu.”

Setelah Ve dan Yuriva sudah cukup jauh, perlahan Gracio pun muncul dari balik pohon dan mendekat ke mayat Sonia dengan raut wajah datar menatap ke mayat Sonia

--

Kampus mawar merah.
Klinik Shania.

"Hmm jadi ini markas mereka ya," gumam seorang wanita dengan penampilan layaknya seorang Ratu dengan pakain yang serba pink lalu mahkota perak di kepalanya.

Setelah keluar dari klinik, wanita tersebut perlahan berjalan keluar dan munuju lapangan yang hanya di terangi oleh cahaya bulan.

Langkah wanita tersebut terhenti ketika ia melihat sesosok wanita yang tengah bediri di tengah lapangan atau tepat di depannya.

"Akhirnya aku menemukanmu," ujar wanita yang tepat di tengah lapangan tersebut.

"Haha kau memang tidak pernah menyerah ya, Saktia!" Balas nya.

"Yah. Aku memang tidak akan pernah menyerah untuk menantangmu, Silver Queen Vienny!"

"Hadeh... jadi kau masi mau merebut gelarku sebagai 'Imperatrix' ya. Sejujurnya aku tidak tertarik dengan gelar tersebut tapi kalian para pemerintah lah yang menyebut kita sebagai Imperatrix." Ucap Santai Vienny.

"Kau, Melody, dan Naomi adalah orang yang paling berbahaya di dunia ini. Alasan pemerintah membentuk kami para peri pelindung adalah untuk menghancurkan kalian bertiga dan tujuan aku datang kesini untuk mengalahkanmu!" Geram Saktia menatap tajam kepada Vienny yang hanya tersenyum santai.

"Mengalahkanku? Sendirian? Apa kau mau mencoba menghiburku dengan lawakanmu itu," ejek Vienny.

Tanpa banyak bicara lagi, Saktia  langsung menyerbu Vienny dengan raut wajah penuh amarah lalu Vienny juga melakukan hal yang sama dengan wajah yang kini menjadi datar.

DUUUAAARRSSS!!!

Kedua tinju mereka berdua saling membentur dan menimbullan ledakan yang sangat besar  sehingga kampus mawar merah beserta klinik Shania hancur berantakan.

Season 2 Hunted (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang