-
-
-
Tidak ada sedikitpun tanda bahwa badai akan datang, namun di tengah langit malam ini, tiba-tiba saja petir saling sambar di berbagai tempat dengan ganasnya. Gemuruh halilintar saling sahut dengan gagahnya, memekakan telinga. Hal itu membuat perasaan Veranda jadi tidak enak.
“Kinal…” gumam Ve saat melihat petir-petir yang memang tidak biasa. Petir biru.
“Kenapa?” tanya Yuriva pelan.
“Gak apa-apa. Ayo, ah. Kayaknya bakal ada badai nih.”
“Kinal. Kumohon, hati-hati.” Gumam Ve.
--
“Awas, Yuvia! Natalia!” seru Ikha.
BLARR!!!
Tiba-tiba saja 3 pilar petir biru menyambar mereka secara serentak. Membuat mereka melompat menghindar secepat mungkin.
“Gila! Dari mana itu tadi?!” ujar Yuvia terkejut.
BUAKK!!!
Pukulan Kinal yang secara mengejutkan berada di hadapan Yuvia, mendarat tepat di perutnya. Membuatnya terpukul mundur sangat jauh. Melayang menembus dedaunan pohon-pohon yang menjulang tinggi.
“Yuvia!” seru Natalia yang langsung menghampirinya.
“Awas, Nat!” teriak Ikha.
Namun sepertinya, peringatan Ikha datang begitu terlambat meski hanya sekian detik. Kinal, yang entah bagaimana, dapat menyusul Natalia sehingga berada tepat di hadapannya, mendaratkan pukulannya sehingga membuat Natalia tersungkur, terjerembab dengan suara berdebam yang sangat keras ketika ia menghantam permukaan tanah.
“Nat---“
“Tenang aja. Kamu juga bakal ngerasain, kok.” bisik Kinal saat ia, dalam waktu yang sangat singkat, berhadapan dengan Ikha.
DRRASSHH!!!
Uppercut yang diluncurkan Kinal, masih dapat dihindari Ikha. Ia sudah menduga bahwa dirinya yang akan mendapatkan giliran berikutnya dalam waktu dekat. Tapi, apa yang rupanya berada di luar dugaanya adalah, benang-benang petir biru yang melilit pukulan Kinal.
Meski Ikha masih dapat menghindari pukulan yang dilepaskan Kinal, ia tidak dapat menghindari benang-benang petir tersebut. Tubuhnya terlilit. Dan dalam sekejap, sengatan listrik yang menjalar membuatnya kejang. Ia Tidak dapat bergerak akibat kejutan listrik hingga akhirnya ia terjatuh lemas. Sungguh ironis jika mengingat elemen auranya yang juga sama-sama menyengat.
“Ikha!” seru Natalia
Dengan bantuan kedua sayap Harpy yang menempel di punggungnya, ia meluncur dengan cepat ke arah Kinal. Tidak ketinggalan kedua pedang api yang ia genggam di kedua tangannya.
SRAASHH!!!
Tanpa kesulitan berarti, dengan mudah Kinal menghindar tebasan Natalia. Merunduk seperlunya untuk kemudian melepaskan serangan balik. Dua buah tombak petir biru yang ia lemparkan berhasil melukai lengan Natalia. Hanya saja tidak terlalu parah karena Natalia masih dapat menghindari serangan balik tersebut.
“Oh?!” gumam Kinal sedikit terkejut.
BLAR!!!
Petir putih, secara tiba-tiba menyambar Kinal. Menenggelamkan Kinal dalam sebuah cahaya pilar putih yang membuat tanah yang dihantamnya rusak. Hancur menjadi bongkahan-bongakahan yang terlempar.
“Emang gini ya kemampuan Kinal waktu itu?” tanya Yuvia sedikit panik saat membantu Ikha berdiri.
“Beda. Jauh beda.” Jawab Ikha waspada.

KAMU SEDANG MEMBACA
Season 2 Hunted (Completed)
FanfictionCerita ini lanjutan dari season 1 nya yaitu "TOP HUNTER". Disarankan untuk membaca season 1 nya agar jalan ceritanya tidak membingungkan untuk anda.