●●7●●

43 2 0
                                    

Bagian dari tujuh

"Kamu nggak usah tegang ketemu orang tua akuAnggap aja pendekatan sama calon mertua, hehe"●●ASILA ARNETA●●

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu nggak usah tegang ketemu orang tua aku
Anggap aja pendekatan sama calon mertua, hehe"
●●ASILA ARNETA●●



🌹●●Liquid●●🌹

Jika kata orang berada di kuburan pada malam Jum'at itu sangat menyeramkan, Ganta bersumpah bahwa berada di dalam rumah Ketua OSIS sekaligus wakilnya itu sangat amat menyeramkan.

Berkali-kali Ganta memanjatkan doa di dalam hatinya agar ia selamat sampai pulang nanti. Sebab Arsil, Arta, dan ayah mereka turut hadir di dalam ruangan ini.

"Lo tau nggak Sila ini siapa kita?" Tanya Arsil yang sudah duduk di ruang tamu ikut bergabung di rapat kali ini.

"Gebetan kak Arsil sama kak Arta kan?"

"Palelu! Heh, kecambah bayam! Lo itu benar-benar sudah mencari ribut dengan gue ya?!" Arta mengomel.

"Arta." Tegur Etan. Etan sudah berulang kali menggelengkan kepalanya terhadap kedua putranya ini. Benar-benar seperti film drama keluarga.

"Lagian si ulat kebon memang kurang ajar Pa."

"Papa tidak suka kamu berbicara kasar kepada orang lain, apalagi dia adik kelas kamu."

"Papa jangan bela dia, nanti ni bocah malah besar kepala." Arsil membela Arta kali ini.

"Jadi nama kamu siapa?" Tanya Etan mematap Ganta dengan tatapan serius serta wajah tegasnya. Seketika nyali Ganta berubah menjadi sekecil butiran beras. Ia benar-benar takut kali ini.

Bahkan jika di suruh memilih memukuli 10 preman atau ini, Ganta akan lebih memilih memukuli 10 preman saja daripada harus di introgasi seperti ini.

"S-saya Haganta Om."

"Gugup kan lo, emang enak!"

"Arta." Etan menegurnya lagi ,mengisyaratkan agar Arta tidak terlalu banyak omong,apalagi julukan jelek-jeleknya itu. "Maaf pa."

"Jadi kamu belum tahu Sila itu siapa?"

Ganta menggeleng ragu. Seketika perasaannya menjadi tidak enak dan firasatnya berkata bahwa--

"Sila itu anak saya ,adik dari Arsil dan Arta."

Skak.

Semua kata-kata yang hendak Ganta lontarkan hilang begitu saja entah kemana. Wajah tegas Etan membuat dirinya benar-benar merasa terintimidasi terlebih tatajam tajam dan membunuh dari Arsil dan Arta.

LIQUIDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang