10 April 2017
Di luar sedang terik teriknya. Ada kerinduan litosfer akan buai hujan disetiap retakan tanah yang dicampakan rintik yang kutemui pagi ini. Hampa. Langkah yang kuturuti tak sejalan dengan hati, ingin rasanya aku tenggelam dalam ribuan pedih, tak perlu menyusuri setapak berduri riuh ramai yang buatku merasa sendiri.
Dan kamu? Bagaimana kabarmu hari ini? Adakah rencana darimu untuk tidak terlihat semenarik daya magnetik kutub yang menari bersama untai cahaya? Setidaknya cobalah. Borealismu mengesalkan, lagi dan lagi aku bukan kutub tempat tarianmu dipamerkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Senandika: Antidepresan (Monolog Orang Gila)
PoesíaKalau diriku adalah rumah sakit jiwa. Terapisnya adalah kata, dan obatku yang kusajikan adalah sebagian kamu yang masih semu.