Karya: CherryButterfly_Girl
Bangun pemudi pemuda Indonesia
Nama gua Revandi, biasa di panggil Revan. Gua anak Indonesia yang hobby-nya berantem jika ada orang yang menyakiti orang yang gua sayangi. Gua ngga peduli dengan nyawa orang lain ketika orang yang gua sayangi dan gua lindungi dalam bahaya. Gua ngga akan segan-segan untuk menghabisinya walau gua harus babak belur dan koma selama seminggu di rumah sakit.
Ketika gua sadar, gua berada di masa lalu. Dan gua berperan sebagai Jendral Sudirman gadungan.
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Gua sadar saat itu, gua harus membela negara gua dari penjajah Belanda. Saat itu terjadi Agresi militer II.
Pada hari pertama Agresi Militer Belanda II, mereka menerjunkan pasukannya di Pangkalan Udara Maguwo dan dari sana menuju ke Ibukota RI di Yogyakarta. Kabinet mengadakan sidang kilat. Dalam sidang itu diambil keputusan bahwa pimpinan negara tetap tinggal dalam kota agar dekat dengan Komisi Tiga Negara (KTN) sehingga kontak-kontak diplomatik dapat diadakan.Tanggal 18 Desember 1948, siaran radio antara dari Jakarta menyebutkan, bahwa besok paginya Wakil Tinggi Mahkota Belanda, Dr. Beel, akan mengucapkan pidato yang penting.
Sementara itu Jenderal Spoor yang telah berbulan-bulan mempersiapkan rencana pemusnahan TNI memberikan instruksi kepada seluruh tentara Belanda di Jawa dan Sumatera untuk memulai penyerangan terhadap kubu Republik. Operasi tersebut dinamakan "Operasi Kraai" .
1e para-compgnie (pasukan para I) KST di Andir memperoleh parasut mereka dan memulai memuat keenambelas pesawat transportasi, dan dilakukan briefing terakhir. Mayor Jenderal Engles tiba di bandar udara Andir, diikuti oleh Jenderal Spoor 15 menit kemudian. Dia melakukan inspeksi dan mengucapkan pidato singkat. Pasukan elit KST di bawah pimpinan Kapten Eekhout naik ke pesawat, dan Pesawat Dakota pertama tinggal landas. Rute penerbangan ke arah timur menuju Maguwo diambil melalui Lautan Hindia. Mereka menerima berita dari para pilot pesawat pemburu, bahwa zona penerjunan telah dapat dipergunakan. Pasukan para mulai diterjunkan di Maguwo.
Seiring dengan penyerangan terhadap bandar udara Maguwo, pagi hari tanggal 19 Desember 1948, WTM Beel berpidato di radio dan menyatakan, bahwa Belanda tidak lagi terikat dengan Persetujuan Renville. Penyerbuan terhadap semua wilayah Republik di Jawa dan Sumatera, termasuk serangan terhadap Ibukota RI, Yogyakarta, yang kemudian dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II telah dimulai. Belanda konsisten dengan menamakan agresi militer ini sebagai "Aksi Polisional".
Penyerangan terhadap Ibukota Republik, diawali dengan pengeboman atas lapangan terbang Maguwo, lapangan terbang Maguwo dihujani bom dan tembakan mitraliur oleh 5 pesawat Mustang dan 9 pesawat Kittyhawk. Pertahanan TNI di Maguwo hanya terdiri dari 150 orang pasukan pertahanan pangkalan udara dengan persenjataan yang sangat minim, yaitu beberapa senapan dan satu senapan anti pesawat 12,7. Senjata berat sedang dalam keadaan rusak. Pertahanan pangkalan hanya diperkuat dengan satu kompi TNI bersenjata lengkap. 15 pesawat Dakota menerjunkan pasukan KST Belanda di atas Maguwo. Pertempuran merebut Maguwo hanya berlangsung sekitar 25 menit telah menewaskan sekitar 128 tentara, sementata pihak lawan, tak satu pun jatuh korban. Bandara Maguwo telah jatuh ke tangan pasukan Kapten Eekhout.
Seluruh 432 anggota pasukan KST telah mendarat di Maguwo, dan seluruh kekuatan Grup Tempur M sebanyak 2.600 orang -termasuk dua batalyon, 1.900 orang, dari Brigade T- beserta persenjataan beratnya di bawah pimpinan Kolonel D.R.A. van Langen telah terkumpul di Maguwo dan mulai bergerak ke Yogyakarta.
Serangan terhadap kota Yogyakarta juga dimulai dengan pengeboman serta menerjunkan pasukan payung di kota. Di daerah-daerah lain di Jawa antara lain di Jawa Timur, dilaporkan bahwa penyerangan bahkan telah dilakukan sejak tanggal 18 Desember malam hari.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bangun Pemuda Pemudi (Songfict)
Short StorySelamat memperingati Sumpah Pemuda sekaligus memperingati Pahlawan Nasional dari Planet Penulis Jingga Indonesia