"Bagus kalian berdua. Sudah jam berapa ini? Aku bisa telat."
Jason langsung tersenyum mendengar kata-kata Gavin.
"Tenang Vin, ku jamin kau tidak akan telat. Oh iya, jadwal mu hari ini Dara yang ngatur. Aku ada urusan, nanti aku nyusul siang, paling saat kau fan meeting." Gavin terkejut mendengar kata-kata manajernya ini.
"Sama gadis ini? Oh ayolah, dia itu sangat ceroboh bisa ancur jadwalku."
Dara tetap tersenyum ke arah Gavin. Dia tidak fokus dengan apa yang sedang Jason dan Gavin katakan.
"Tenang saja, kujamin jadwalmu tidak akan ancur dan berjalan mulus seperti bisa." Seketika Dara langsung tersadar saat Jason tiba-tiba merangkul pundaknya.
"Ah iya pak manajer, ada apa?" Dara terlihat bingung dan menatap Jason dengan penuh tanda tanya.
"Tuh lihat, kenapa tampangnya seperti orang ling lung."
Jason tersenyum ke arah Dara dan mengacak-acak rambut Dara "Sana kau bersiap-siap. Tidak mau kan kalau idola kesayanganmu ini bisa telat tampil."
Jason sudah tahu bahwa Dara sangat mengidolakan anak asuhannya tersebut. Dia tahu saat pertama kali melihat Dara untuk pertama kalinya bertemu secara langsung dengan Gavin. Tatapan wanita itu mengisyaratkan kalau dia benar-benar mengagumi Gavin. Dan Dara pun mengakuinya kepada dia saat sudah seminggu bekerja di perusahaan ini.
Wanita itu masih bisa bersikap biasa terhadap Gavin. Tapi terkadang sikapnya sangat mengisyaratkan kalo dia adalah seorang fans, sehingga semua orang yang berada di gedung ini pun sudah mengetahuinya. Gavin pun mengetahuinya tapi dia tidak perduli.
"Hei tunggu apalagi." Jason menyadarkan Dara lagi dan dia langsung bersemangat dan menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan Gavin nanti.
-----
"Hah masih pagi sudah bikin orang kesal."
Jason memberikan segelas kopi ke Gavin "Minum dulu, rileks in aja hahaha."
"Tidak lucu kau tahu." Gavin mengambil kopinya dan langsung meminumnya.
"Hahaha aku tahu aku tahu. Ada apa denganmu hari ini, tumben sekali."
Jason berjalan menuju sofa yang berada di ruangan tersebut, disusul dengan Gavin. Mereka duduk berhadap-hadapan. Tampang Gavin tiba-tiba serius saat mendengar pertanyaan Jason.
"Kau tahu wanita yang aku ceritakan selama ini? Aku sudah menemukannya."
"Apa? Benarkah?" Jason sangat penasaran dengan apa yang baru Gavin katakan.
"Iya, dia sekarang menjadi aktris terkenal. Nama panggungnya H.Z, kau tahu?"
"H.Z? Seperti pernah mendengarnya."
"Masa kau manajer artis tidak tahu sih." Gavin merasa kecewa, dipikirnya tadi kalau Jason tau dengan nama itu.
"Kau saja yang sesama artis tidak tahu." Jason membalas perkataan Gavin.
"Maaf mengganggu, tapi sudah waktunya berangkat menuju acara apamusik pertama."
Tiba-tiba Dara masuk ke ruangan dan memberi tahu kepada kedua lelaki yang sedang asik mengobrol di sofa. Gavin lah yang pertama langsung bangkit dari sofa.
"Oke. Aku berangkat dulu manajer, jangan lupa menyusul nanti."
Jason tersenyum kecil "Tenang saja anakku. Baik-baik lah ke Dara oke!"
"Ya papah." Canda Gavin yang disusul tawa oleh Jason.
-----
Suasana hening di dalam mobil van yang menuju ke salah satu acara musik yang mengundang Gavin menyanyi. Tiba-tiba Dara melakukan hal-hal kecil pada tubuhnya karena dia tidak tahan dengan suasana yang sepi. Menurutnya suasana yang sepi itu sangat membosankan. Dara ingin sekali mengobrol dengan Gavin untuk menghilangkan kebosanannya, tapi dia tidak berani. Akhirnya Dara mengerakkan kakinya, terkadang tangannya bahkan kepalanya pun dia gerak-gerakan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Melampaui Batas
RomanceDara sangat mengidolakan artis yang disukainya dan berusaha agar selalu dekat dengan sang idola, sampai akhirnya dia menjadi asisten idolanya. Suatu hari Dara bertemu dengan temannya, Hera, yang sekarang sudah menjadi aktris terkenal. Tiba-tiba idol...