Two part.
+++Aku merindukanmu, jika kau datang mungkin saja aku akan sembuh, jadi mau kah kau datang sekejap untukku?-anonim
***
Semua orang pada pengen tau apa yang terjadi di kantin sekolah mereka. Dan jadinya inilah mereka berlari karena kepo, zaman now.Dan tidak bisa di pungkiri juga ada seseorang yang awalnya nggak peduli, ikutan mau menerjang apa yang terjadi. Karena mendengar nama yang harus dia jaga di sebutkan.
"Bro, ada apa?" tanya nya pada orang yang melintas di depannya.
"Tadi, si lukman bikin ulah, anak orang dibikin sesak napas" jawabnya.
"Siapa emang?" tanyanya untuk memastikan. Karena yang dia lihat hanya tangan gadis kecilnya yang digandeng dengan Lukman tadi.
"Mana gue tau, keliatannya sih, anak kelas sebelas" dan dia langsung melesat ke UKS sekolah.
Brak! Bunyi pintu yang dia buka sedikit kasar.
"Dimana aisyah?" tanyanya langsung kepada penjaga perpus."Dia dibawa ke rumah sakit, takutnya waktu kayak kemaren," jawabnya.
"Sama?"
"Kak lukman lah"
"Rs mana?"
"Terdekat lah, untung lo ganteng, jadi nggak keliatan banget kalo rada gesrek pertanyaannya,"
Yongky pun langsung melesat menuju parkiran dan mengambil motornya. Sialnya ini masih masuk jam kmb. Dan semua murid tidak boleh keluar kelas. Apalagi keluar dari area sekolah.
Dan benar dugaan nya gerbang sekolah masih terkunci. Dan menyisakan satpam yang menjaga gerbang itu. Seperti anjing yang sangat setia pada tuannya.
Cittt!!!
"Mau kemana?" tanya satpam yang tegas itu. Keliatannya-,-.
"Ke rumah sakit pak" jawabnya santai.
"Surat izinnya?"
"Harus pake gituan ya pak?"
Sementara yang berada disekolah masih mau meminta izin keluar.
Beda dengan yang berada di Rumah Sakit sekarang ini.UGD. Itulah tulisan di plangnya. Dan seorang cowok sedang menunggu drngan sabar didepan pintu.
Dan yang didalam pintu. Masih menangani pasiennya yang dibawa oleh cowok itu.
"Éng," dia sudah membuka matanya. Dan langsung melihat seorang dokter yang sudah sangat dia hapal. Bahkan sudah akrab.
"Eh, udah bangun, pules banget kayaknya" sambil tetap menatap infus yang barusan dipasang. Tanpa ditemani oleh seorang suster. Karena memang dia ingin merawatnya sebagai adik bukan sebagai pasien.
"Memangnya saya kenapa dok?" dan yang dipanggil langsung menaruh tangan tepi brangkar. Dan menghembuskan napas berat.
"Sudah dibilangin berapa kali? Nggak usah panggil dok, kayak biasa aja,"

KAMU SEDANG MEMBACA
One Your Reason ( On Going)
Novela JuvenilJadi, hanya satu yang bakalan gue minta dari lo, satu dari sejuta alasan lo, yang bakal lo pakai buat yakinin gue lagi. Gimana? Ini bodohnya seorang gue, gue percaya gitu aja, Dan kalo gue aja mau nerima alasan lo, kenapa gue gak bisa nerima diri l...