Nama Si Manis itu Akbar

20 2 0
                                    


Saat itu aku masih berupa gadis kecil periang walau terkadang memang aku menangis karena hal-hal kecil. Namun semuanya berubah saat aku kenal apa namanya cinta. Entah apa yang membuat cinta pertamaku terasa keliru. Harusnya aku berjuang mendapatkannya dengan mencintai diam-diam atau justru mengerjai laki-laki yang kusuka. Tapi tidak dengan cinta pertamaku ini.

Aku mulai tertarik pada lawan jenis pada kelas 6 SD dan hebatnya, aku bisa dengan mudah mendapatkan hatinya. Aku sampai sekarang masih bertanya-tanya, mengapa sih cowok semanis itu bisa suka padaku yang standar dan justru nggak ada manis-manisnya ini.

Dia adalah laki-laki manis yang senyumnya bisa membuat siapa saja terpanah hatinya. Namanya Akbar. Dia sebaya denganku, kami beda kelas. Kami bahkan belum pernah bertegur sapa, aku hanya mencoba mengubunginya melalui sms.Nomor handphonenya kudapat dari temanku, Reina, teman sekelas Akbar.

Malam itu, aku yang baru pertama kali ngesms cowok yang kusuka ini, langsung mendapatkan serangan dari dalam tubuhku. Perutku mulas setengah mati, jantungku berdegup tak karuan. Padahal hanya mengirim sms. Aku terlalu banyak pikiran kala itu. Sudah kaya orang tua saja. Keberanianku untuk mulai berkirim pesan dengannya muncul setelah aku membaca salah satu komik remaja yang kumiliki. Semangatku muncul, ia kembali terbakar lagi.

Isi sms pertamaku seperti isi contekan ulangan dirobekan kertas. Sedikit banget: "Hai bar. Aku yasmin kelas 6b. Lagi apa"

Nah, tidak lama dari itu, kami memutuskan untuk pacaran. Bodohnya, aku gak tanya kritis kenapa bisa kita pacaran, padahal kenal aja barusan.

Cinta yang SalahWhere stories live. Discover now