Sudah 1 bulan sejak kepergian Egy untuk mengikuti seleksi Timnas di Bandung. Hari-hari yang kulewati terasa sangat hambar, tidak ada Tasya tidak ada Egy. Sebenarnya aku masih mempunyai banyak teman tapi bagiku Tasya dan Egy mampu memberikan banyak warna dalam hidupku.
Walaupun setiap hari kami juga masih berkomunikasi tak jarang melewati video call, line, whatsapp, DM instagram, mention twitter. Tapi bagiku itu semua hanya membuat aku semakin merindukan mereka, karena mereka hanya berwujud maya tidak berwujud nyata.
Hari ini aku pergi kesekolah diantar pak Budi, supir pribadi di rumahku.
Sampai disekolah aku berjalan menyusuri koridor sambil bermain ponsel dan menaiki tangga sampai di depan kelas XI Biology 2 dan berjalan menuju bangku ku tanpa melihat sekelilingku lalu duduk seperti biasanya sambil berbalas line dengan Egy."Ehem."
Aku seperti mendengar deheman sesorang, tapi aku mengacuhkannya karena mungkin hanya teman sekelasku. Aku melanjutkan aktivitasku kembali tetapi dia berdehem berkali kali dan membuat konsentrasiku pecah.
"Lo bisa diem ga..."
"Jutek amat, lagi PMS ya?" tebaknya
Aku seperti familiar dengan suaranya seperti suara....Aku mengikuti asal suara itu dan merubah raut kesalku menjadi sebuah senyuman tulus kepada orang yang berdiri disampingku.
"Tasya....akhirnya lo balik juga, gue kangen banget sama lo." aku bergegas memeluknya dan disambut pula oleh Tasya.
Ya dia Tasya sahabatku yang dulu pamit pergi ke London karena mengikuti keinginan ortunya yang ada tugas disana.
"Ciee yang kangen, baru juga ditinggal 3 bulan belum 1 tahun." goda Tasya dan akupun merenggangkan pelukanku.
"Auk ah gelap." aku sambil bersedekap.
"Gelap apanya? Orang terang benderang kaya gini." Tasya dengan tampang begonya *eh kamsudnya polosnya aku geregetan dibuatnya.
"Lo juga kenapa harus ke London padahalkan cuma 3 bulan lo juga bisa nginep dirumah gue dulu kan." aku dengan wajah BT.
"Itu kemauan ortu gue, mungkin takut kalau anak tercantiknya ini dalam kesusahan. Eh tunggu loh kok lo yang marah seharusnya-kan gue yang marah karena dicuekin sama lo." balas Tasya sambik memajukan bibirnya. Sebenarnya aku tengah mengalihkan pembicaraan tapi karena Tasya sadar ya sudahlah.
"Ututututu jangan marah dong, yaudah gue minta maaf." aku sambil tersenyum kearahnya.
"Lagian lo sok sibuk, kaya dapet chat dari pacar aja."
"Emang." jawabku enteng sambil duduk dibangkuku
"HAH! Demi apa? Seorang Viona yang polos punya pacar?" Tasya sambil duduk disampingku.
"Biasa aja kali gak usah sebegitu histerisnya emang gue sebegitu polosnya sampe punya pacar aja diraguin?" aku sambil menatap wajah Tasya.
"Ya gak percaya aja sih secara lo kan pendiem trus cuek lagi sama cowok"
"Ingat ya, gue itu sebenernya gak pendiem plus cuek tapi gue cuma jaga image aja."
"Itu sama aja bagi gue, sama sama masang muka datar. Oh iya sampai lupa, siapa cowok yang berhasil meluluhkan hati sahabatku ini?" tanya Tasya
"Emm.. Egy." jawabku malu malu badak *eh kucing kamsudnya
"HAH, baru juga ditinggal 3 bulan udah jadian aja sama tu cowok tengil.""Dia itu bukan cowok tengil walaupun emang rada nyebelin sih." aku sambil terkekeh, Tasya-pun juga
"BTW, ceritain dong gimana prosesi kalian jadian, pasti garing deh." Tasya sambil tertawa kecil
"Eh jangan salah justru suasananya romantis banget tau gak, jadi gini...." aku sambil mengingat kejadian istimewa itu dan menjelaskan sedetail-detailnya ke Tasya.
"Hah, serius ternyata kutu kupret itu romantis juga, gak nyangka gue."
"Perasaan dari tadi hah hoh mulu deh, kebanyakan micin ya lo." tuduhku kepada Tasya sambil terkekeh"Enak aja ya enggak lah, oiya trus sekarang Egy-nya mana? Utang PJ tu anak."
"Dia di Bandung." jawabku sekenanya
"HAH! Kok bisa? Ngapain?" tanya Tasya
Aku baru ingin menjawabnya tapi...
*kriiing kriiing kriiing (bel pun berbunyi itu tandanya mau diangkat karena sudah kering. *eh ga deng. Kamsudnya tandanya masuk kelas.
"Lo utang penjelasan sama gue." Tasya sambil berjalan ke bangkunya.
****
Setelah bel istirahat kami memutuskan untuk ke kantin karena sudah lama kami tidak ke kantin bersama. Dan juga sambil menceritakan sinopsis kenapa Egy ke Bandung.
Sesampai di kantin kami memesan Bakso dan Es Teh lalu duduk di kursi paling pojok yang masih kosong."Jadi..." Tasya memecah keheningan
"Jadi apa?" tanyaku polos
"Tuh kan lo yang kebanyakan micin, maksud gue jadi gimana ceritanya sampai egy pergi ke Bandung."
"Oh itu, dia pergi ke Bandung karena mau ikut seleksi Timnas dia kan suka sepak bola, egy kesana juga sama abimanyu."
"Seleksi Timnas? Berarti kalau Egy berhasil jadi Timnas kalian bakalan jarang ketemu dong." celetuk Tasya
"Ya iya, gue udah mikirin semuanya kok."
"Hahaha... Lucu ya baru juga jadian 1 hari udah ditinggal pergi aja." Tasya sambil cekikikan.
"Ya itukan impian dia, sebagai pacar gue gak mungkin ngehalangin dia kan?"
"Iya juga sih."
Makananpun datang, kami memakannya tanpa ada obrolan lagi.
Setelah terasa kenyang kami membayar pesanan lalu kembali kekelas.***
Karena kami tidak membawa motor dan berhubung sekarang Tasya udah balik dari London, aku pulang bersama Tasya, berlarian kesana kemari dan tertawa *duh kek lagu
Menuju halte yang ada di sebrang jalan.Aku sangat menikmatinya karena Tasya mengisi hari-hariku saat aku kesepian.
'Terima kasih Sya, kau memang sahabat terbaikku' batinku sambil tersenyum kearah Tasya, diapun menyadarinya
"Ngapain lo senyam senyum ke arah gue, psikologis lo masih kuatkan? Atau jangan jangan gegara liatin wajah gue yang cantik ini iman lo goyah." celetuk Tasya
"Ya enggak lah, gue cuma bersyukur aja punya sahabat kayak lo." aku sambil tersenyum kearahnya
"Gue juga." jawab Tasya sambil merentangkan tangannya
Kamipun berpelukan di halte tanpa menggubris sorot mata siswa-siswi disekitar kami.
Tak sadar Bus yang kami tunggu datang lalu kami segera masuk kedalam Bus untuk pulang karena rintik-rintik hujan sudah mulai membasahi bumi.
Hay readers di part ini gak ada Egy ya karena ini khusus buat part Tasya.
Maaf kalau ceritanya absurd,
Pict Tasya diatas...Nantikan part selanjutnya, bakalan ada yang datang loh kekehidupan Viona, ada 3 orang.
Jangan lupa votenya gaes...
"Happy reading"

KAMU SEDANG MEMBACA
Thanks My Love
Randompernah merasakan ketertarikan pada seseorang? lutut melemas saat dia menyapa? jantung berdegup kencang saat irisnya bertemu dengan irismu? Dan senyum mengembang saat melihat dia tersenyum? Jadi jangan lupa baca cerita ini sampai habis karena ceri...