Part 13

97 19 1
                                    

"Kau Sedang ada masalah" tanya Eunjung, melihat Bomi terlihat melamun dan tidak semangat.

Hari ini mereka berdua mengunjungi pasar tradisional, tugas dari dosen, untuk lukisan seni mereka.

"Tidak kok, hanya saja badanku terasa lelah" jawab Bomi, merasa tidak enak pada teman barunya itu.

Eunjung sudah begitu baik padanya, karna mau menemani nya mengunjungi pasar-pasar yg ada diseoul.

"Untuk menghilangkan kepenatanmu, bagaimana kalo kita mencoba makanan khas disini?" ajak  Eunjung

Bomi mengangguk senang. Berusaha melupakan kejadian kemarin.

Dari kemarin Woohyun selalu mendatangi dirinya untuk meminta mohon dan berusaha menjelaskan sesuatu, tapi Bomi berusaha mengabaikannya, Bomi tidak mau berurusan lagi dengan pria.

Eunjung dan bomi mendatangi penjual yang menjual makanan khas pasar tradisonal korea, ada kue beras pedas, minuman-minuman dingin yg terbuat dari gingseng, dan beberapa snack ringan lainnya. Bahkan si penjual memperbolehkan Eunjung dan Bomi untuk melihat cara pembuatan kue beras pedas.
Wajah Kedua nya sudah belepotan saus, tapi mereka tidak peduli. Terutama bomi.
Dia berusaha melupakan segalanya dengan bersenang-senang disini.

.
.
.

"Terima kasih Ahjuma sudah membiarkan kami membantu ahjuma" ucap keduanya.

"Ndee... Lain kali, datang lah lagi" jawab Ahjuma penjual dengan ramah.


********

"Bagaimana? Kau senang?" goda Eunjung, melihat sahabatnya itu sudah tersenyum bahagia.

"Kau sudah bisa membaca pikiranku" jawab bomi malu.

"Hari ini aku harus membantu cepat pulang untuk  ibuku, jadi tidak bisa menemanimu ke halte, apa tidak apa-apa?" tanya eunjung sambil memegang bahu bomi

Bomi menangguk.
Karna dia sudah hapal rute bus yg akan di naikinya jika pulang.

.
.
.




Saat ini bomi masih berada di sungai han.
Sungai terpanjang yang ada diseoul.

Bomi menggambar pemandangan yg ada disitu, dengan alat lukisnya.

Hari sudah semakin gelap, tapi Bomi masih belum beranjak dari tempat duduk nya. Pemandangan sungai han, memang indah saat matahari mulai tenggelam. Sunset yg indah untuk dilukis.


.
.

"Hei Nona, sedang apa disini?" tanya pria yg kelihatannya mabuk.

Ternyata pria itu tidak sendiri. Masih ada 4 pria lain dibelakangnya.

Mendengar suara pria itu.
Membuat bomi bangkit, Kelima pria tiba-tiba sudah mengepung bomi, salah satu pria mabuk itu mendekat, membuat bomi berjalan mundur.

Brukk

Bomi menabrak kawanan pria mabuk yg ada dibelakangnya.

Pria itu langsung memeluk dan menciumi rambut bomi.

Bomi ketakutan.
Kakinya sudah bergetar hebat, bomi ingin berteriak, tapi suaranya seperti tercekik.
Sehingga yg dia lakukan hanya menangis dalam diam.

Para pria mabuk itu tertawa keras

Hingga

Brukkk

Salah satu dari mereka tumbang, karna seseorang meninju dan membuat dia jatuh ketanah.

"Hei!!!! Lepaskan gadis itu" ujarnya marah

Paint My LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang