Sekali baca ketagihan!! Silakan dicoba. Happy Trying:)
jalanin aja dulu kalo cocok jadian:v
Ini adalah kisah jahil dari sekumpulan anak kos dan anak perumahan.
Aretha Navilda sering dipanggil Retha ,remaja gaul yang tinggal dikomplek Rose Villa dida...
"Thanks ya, atas tumpangan nya kalo gaada lo gue bisa telat." Sheren tersenyum.
"Iya gak papa , santai aja." Retha meleparkan senyum kembali kepada Sheren.
"Heh Cha? Lo knp gak ngomong ngomong? Kebiasaan lo? Bukan nya bilang terima kasih?" Sheren menggoyangkan lengan Chacha.
"Ren liat itu deh." Chacha mengulurkan tangan nya dan menunjukan sesuatu.
"Apaan sih?"
"Hey gue duluan ya?" Retha melangkah pergi dan meninggalkan mereka berdua.
"Ehh iya makasih ya."
Retha tersenyum.
"Chaa lo kenapa?"
"Liatin itu deh, bikes gue!"
"Apaan sih? Gue gak paham?"
Chacha berdecak "Itu si Reyhan dia berangkat bareng sama si Elma. Ih gue kesell envyy gue melonjakk.."
"Lah? Kenapa lo harus envy? Oh apa jangan jangan lo suka?"
"Iyaa reennn."
"Wehh, kenapa gak bilang kalo gitu dari kemaren gue bisa comblangin lo."
"Ihhh... emang nya lo bisa?"
"Yaelah nyantai, gue mah deket sama siapa aja, gimana mau gue comblang in ga?"
"Yaudah gue mau."
"Ok tunggu sini ya."
"Eeh lo mau kemana?"
"Udah lo tunggu situ."
Sheren menghampiri Reyhan yang baru keluar dari parkiran.
"Reyhann.." teriak Sheren.
"Kenapa ren?"
"Elo sama Elma jadian ya, kok berangkat bareng?"
"Nggak, gue sama Elma bareng karna tadi gak sengaja gue nyerempet motor nya dia trus jatoh, mau gak mau gue harus tanggung jawab, dia gak bisa bawa motor dulu selama 2 atau 3 hari mendatang, kaki nya sakit. Yaudah jadi selama 3 hari mendatang gue bakal anter jemput dia." Reyhan menjelaskan panjang lebar.
"Oh gitu, gue kira jadian."
"Nggak ko? Btw kenapa lo nanya begitu?"
"Pengagum rahasia lo envy ." Sheren memelankan suara nya.
"Siapa?"
"Ah kepo lo, yaintinya lo nggak jadian kan sama Elma."
"Enggak, anyway siapa pengagum rahasia gue?"
"Ada lah orang, lo mau tau?"
"Iyalah."
"Tapi ada satu syarat nya."
"Apa"
"Lo harus ngechat dia."
"Dia siapa?"
Sheren berdecak "pengagum rahasia lo lah."
"Gue kan gak punya nomer nya?"
Sheren menyodorkan sepotong kertas ke Reyhan "Nih nomer nya, tapi jangan bilang kalo lo dapet nomer ini dari gue ya, awas lu."
"Iya iya, ren tapi ini orang nama nya siapa?"
"Cari tau sendiri, tuh udah gue kasih nomer nya." Sheren pergi meninggal Reyhan yang kebingungan siapa orang yang ada dinomer itu?
***
S
heren dan Chacha tiba dikelas dan duduk dibangku nya.
"Eh tadi lo ngapain si Reyhan?" Chacha kepo.
"Nggak ngapa ngapain, tadi gue nanya dia jadian gak sama si Elma."
"Hah? Serius lo? Trus dia berdua beneran jadian?" Chacha membenarkan tempat duduk nya dan menghadap Sheren.
"Nggak kok,nyantai aja. Dia cuman mau nanggung jawab.."
Sheren belom selesai bicara Chacha memotong pembicaraan Sheren "HAH? NANGGUNG JAWAB? DIA NGEHAMILIN ELMA?" Chacha berteriak dan membulatkan mata nya.
"Sttts... bacot luu.. bisa bikin salah paham nih, mangka nya kalo gue ngomong jangan di potong gue belom selesai ngomong." Sheren menutup mulut Chacha dan melihat sekeliling nya.
"Ups.. sorry.."
Tiba tiba slah satu teman sekelas Sheren menghampiri mereka berdua "Eh tadi lo berdua ngomongin apaan sih kok tadi Chacha bilang ngehamilin? Siapa yang hamil?"
Boom, nah lohh. Salah paham.
"Nggak kok, salah ngomong itu si Chacha."
"Apa sih tadi gue denger DIA NGEHAMILIN EMAK? Emak siapa yang hamil?"
"Itu bapak nya si Chacha ngehamilin emak nya." Sheren mencari alasan.
Chacha membulatkan mata nya "Apasih, emang nya emak gue hamil."
"Lah tadi lo bilang?"
Sheren berdecak "Enggak mil salah paham, kita tadi lagi ngelawak."
"Iya Mila tadi gue slah ngomong."
"Yee gue kira ada yang hamil, mangka nya kalo ngomong jangan asal jeplak, bisa bisa salah paham , kalo ngelawak jangan terlalu nyablak, menyebar kan fitnah lho nanti." Mila mulai ceramah.
"Iya tuh Chacha asal nyablak bae."
"I- iya maaf."
Mila menggelengkan kepala nya dan pergi meninggal mereka berdua.
"Hufh untung dia slah denger, coba kalo dia ngedenger nya Elma bukan Emak, mau bikin alesan apa loh!" Sheren mendengus.
"Iya i - ya sorry gue nyablak, ya abis gue panik, gue kiraa~"
"Udah udah gausah dilanjutin, biar gue aja yang ngelanjutin," Sheren memotong pembicaraan Chacha.
"Yaudah."
"Tapi kali ini jangan motong pembicaraan gue lagi ya." Sheren melotot.
"Iyahh."
"Si Reyhan mulai 3 hari mendatang bakal anter jemput si Elma gara gara si Reyhan gak sengaja nyerempet motor nya si Elma jadi, dia harus tanggung jawab si Elma kaki nya sakit gak bisa bawa motor. Ya jadi nya Reyhan mau gak mau anter jemput si Elma sampe kaki nya udah nggak sakit lagi. Sekitar 2 atau 3 hari." Sheren menjelaskan secara detail.
"Ohh gituu... hehe... masih ada lowongan dong buat gue masuk ke hati nya eaakk." Chacha nyengir.
"Hih.. tadi lo marah marah sekarang cengengesan."
"Tapi dia masih jomblo kan?"
"Iya bawel."
*** Happy Mom Days 21 Dec 2017 "Mom you're my everything:')"
Cek cek Lanjut ga? Ayolah gaes, vote n coment nya ditunggu sama gue;) Gue siap kok nerima komentar dari kalian ;') Ok, cukup itu terlalu lebay,- *author berdecak dan memutarkan bola mata nya. Emang nya bisa wk:v
Oiya bonus pic Reyhan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.