Sebuah cerita yang menceritakan tentang petualangan tiga Jones di dunia yang telah dikuasai Zombie, di dalam cerita ini sang Narator ikut bertindak sebagai pembimbing mereka bertiga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Eps 029
.
"Tapi sebelumnya, kami butuh kendaraan yang besar dan kuat." Ari mengajukan satu permintaan.
"Ada banyak kendaraan militer di sini."
"Oh tidak, kendaraan militer baunya tidak enak, baunya seperti bau keringat." Rey mengeluh.
"Kami butuh kendaraan seperti mobil pemadam. Apa di sini ada mobil pemadam?" Ari langsung pada intinya.
"Biar saya tanyakan pada pihak bandara."
Mereka semua lalu keluar dari tenda, dan pergi untuk menemui salah satu pilot di bandara itu. Dan ternyata ada mobil pemadam di bandara itu, pilot itu lalu mengantar mereka semua ke tempat mobil pemadam itu diparkir, dan ternyata mobil pemadam itu berada di hanggar pesawat, dan mereka sedikit takjub saat melihat mobil pemadam yang ada di hadapan mereka, bentuknya sangat keren, tidak seperti mobil pemadam pada umumnya, bentuknya mirip mobil pemadam bernama Rosenbauer Tiger.
"Wow, Rosenbauer Tiger." ucap mereka bertiga.
"Sebenarnya bukan, ini hanya replika, teknisi kami memodifikasi mobil pemadam biasa menjadi seperti ini, dan kami nyebut mobil ini, Rover."
"Tidak buruk." ucap Ian setelah mendengar nama kendaraan itu.
"Lalu di mana semua teknisi bandara ini pak? Kami butuh bantuan mereka untuk memodifikasi mobil ini dalam waktu dua jam."
"Mereka ada di tenda mereka."
"Bisakah anda memanggilkan mereka, ini sangat darurat."
"Oke, saya akan memanggil mereka." pilot itu lalu pergi memanggil semua teknisi yang ada.
"Kita butuh senjata yang sangat banyak saat ini." ucap Rey.
Rey sama Ian langsung minta diantar ke tempat Kapten Hadi menyimpan semua senjata militer, sementara Ari sama Julia ke pintu masuk buat ngambil semua senjata mereka. Pertama Ari mengambil pedang sama perisainya, baru setelah itu dia ngambil senjata Rey sama Ian. Tidak lupa senjata tambahan yang mereka sembunyikan juga mereka bawa.
Mereka berkumpul lagi di hanggar, dan membahas rencana modifikasi Rover, sementara Ari langsung membuatkan sketsa modifikasi Rover. Yaitu menganti beberapa bagian yang tidak diperlukan, dan menambahkan senjata pada beberapa bagian.
Senjata api yang dibawa Rey sama Ian ternyata senjata yang termasuk persenjataan berat, seperti RPG, minigun, satu tas penuh granat dan dinamit. Mereka ternyata punya rencana yang cukup gila, mengubah kendaraan biasa menjadi kendaraan perang.
Yah, akhirnya gue jadi terlupakan, mereka semua sibuk kerja, yang bisa gue lakuin sekarang ya cuma ngelihatin mereka kerja. Ari sama Rey naikin enam minigun ke atap Rover, dan mulai memasang di tempat yang sudah direncanakan, dua di depan, dua dibelakang, dan sisanya di samping kiri dan kanan.
Minigun yang mereka pasang itu tidak menggunakan baut, tetapi langsung dilas di badan Rover, sehingga keenam minigun itu tidak bisa digerakkan ke arah manapun. Dan menembaknyapun harus dengan cara manual, karena tidak ada cukup waktu untuk membuat kendali penembak di dalam Rover.
Ian sama beberapa teknisi memasangkan beberapa RPG bawah bagian depan Rover, namun karena teknisi yang bekerja merupakan teknisi profesional, mereka membuatkan alat untuk menembakkan RPG itu dari dalam Rover. Julia sama Kapten Hadi juga ikut membantu, mereka berdua mengosongkan tangki air Rover, agar Rover bisa bergerak lebih cepat.
Pukul 21.22 WIB.
Sesuai dengan target pengerjaan, dalam dua jam akhirnya pekerjaan mereka selesai, Rover telah selesai dimodifikasi, dan gue ngasih tepuk tangan atas kerja mereka yang cepat, mereka ternyata sangat profesional dalam hal modifikasi.
Mobil pemadam yang tadinya disebut Rover sekarang terlihat sangat keren, dan garang. Warnanya yang tadinya berwarna merah, kini berubah menjadi abu-abu, dan dengan tambahan logo Jones Response Team di badan Rover.
Kendaraan maut sudah selesai, mereka bertiga langsung bersiap-siap untuk pergi, mereka mengemasi barang-barang mereka, senjata dan makan malam yang belum mereka makan. Rey mempertajam cakarnya dan pisaunya, begitu juga Ian, dia juga mempertajam kapaknya dan memberhalus permukaan palunya.
Setelah semua selesai berkemas, mereka berjalan perlahan menuju Rover, mereka berjalan sambil bergaya seperti di film-film action Hollywood. Mereka bertiga disaksikan oleh semua orang yang ada di bandara itu, saat mereka bertiga sampai di depan Rover, tiba-tiba Julia teriak manggil Ari.