[#17] Beautiful Night

4.7K 200 157
                                    

.

.

🔞🔞🔞

Seokmin menarik tangan Soonyoung keluar dari dalam ruang teater. Ia membawa lelaki manis itu menuju toilet pria. Melihat kemana Seokmin membawanya membuat Soonyoung angkat bicara memprotes.

"To-toilet? A-apa kau gila?! Ini tempat umum!"
Ucap Soonyoung tertahan.

Seokmin tak memperdulikan, ia terus berjalan. Soonyoung harus menundukan kepala dalam saat berpapasan dengan orang yang lewat. Orang-orang itu memang tampak tak peduli dengan hal disekitar mereka, namun tetap saja Soonyoung merasa malu. Dua orang pria berjalan bergandengan tangan menuju toilet dengan tergesa-gesa, jika di fikir membuat Soonyoung merasa sangat malu, tapi apa boleh buat ia tak bisa membiarkan Seokmin tersiksa dengan ereksinya itu. Ia tahu itu pasti rasanya sangat sakit jika terus di tahan.

Untunglah saat mereka masuk toilet sedang sepi, tak ada seorang pun yang berada di sana.

Seokmin mencengkram pergelangan tangan Soonyoung cukup kuat, menariknya dan membawanya masuk ke dalam bilik toilet paling ujung.

Belum apa-apa jantung Soonyoung sudah berdebar tak karuan, tubuhnya mulai memanas, otaknya mulai memunculkan potongan adegan-adegan vulgar saat dirinya bercinta dengan Seokmin. Ah, pipi Soonyoung memerah. Sangat menggemaskan.

Tangan kanan Seokmin masih mencengkram pergelangan tangan Soonyoung, tangan kirinya bergerak cepat mengunci pintu bilik toilet setibanya mereka di dalam. Soonyoung yang berdiri di belakang Seokmin menunduk dengan wajah merah hingga menjalar ke telinga. Kini ia juga mulai merasakan penis imutnya menegang, adegan kotor di kepalanya membuat Soonyoung ikut tegang.

Seokmin melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Soonyoung, kemudian Seokmin mendudukan dirinya di closet. Ia mengangkat kepalanya menatap wajah Soonyoung yang berdiri di depannya. Lelaki sipit ini hanya berdiri mematung dengan punggung hampir menempel di pintu bilik, ia terus menunduk menyembunyikan wajah merahnya. Sangat menggemaskan membuat Seokmin terkekeh melihat kelucuan pujaan hatinya ini, mereka sudah dua kali melakukannya, kenapa Soonyoung masih malu-malu seperti itu.. Seokmin jadi gemas sendiri melihatnya.

"Hari ini kau manis sekali..."
Puji Seokmin dengan suara pelan, memandang Soonyoung dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia baru sempat memuji penampilan Soonyoung, ia terlalu terpesona sampai-sampai lupa untuk memberi pujian. Hari ini dia terlihat sangat sempurna, ya walaupun dimata Seokmin, Soonyoung selalu terlihat sempurna. Mau bagaimanapun penampilan Soonyoung, dia selalu terlihat sempurna.

Soonyoung semakin dibuat tersipu mendengarnya.

"Kau bilang mau membantunya.. kenapa hanya berdiri saja eoh...?"
Seokmin berbicara sangat pelan, setengah berbisik namun tentu saja masih dapat Soonyoung dengar, karena bilik tempat mereka berada sangat kecil dan sempit.

"Bisa kita mulai sekarang?"
Tanya Seokmin sedikit menggoda.

Soonyoung hanya melirik wajah Seokmin sekilas, kemudian ia segera bersimpuh di depannya.

Tangan terampil Soonyoung mulai bergerak membuka ikat pinggang Seokmin, kemudian melepas pengait celana jeans yang Seokmin pakai. Saat jemari Soonyoung hendak menurunkan resleting celananya tiba-tiba Seokmin menahan tangan Soonyoung membuat lelaki manis ini mengangkat kepalanya menatap wajah Seokmin dengan tatapan bingung.

Tangan Seokmin bergerak cepat melepas topi yang Soonyoung pakai dan menjatuhkan topi tersebut ke lantai. Kemudian beralih menatap wajah Soonyoung, memberinya sebuah seringkaian.

"Lepaskan bajumu... aku merindukan tubuhmu.. aku ingin melihatnya...."
Ucap Seokmin setengah berbisik sembari mengelus kepala Soonyoung, merasakan helaian surai lembut lelaki ini di tangannya.

Light A Candle In The Cold Night [SEOKSOON FANFICTION]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang