●●43●●

26 2 0
                                    


Bagian dari empat puluh tiga

"Aku bersyukur karena hatiku tidak jatuh kepadamu lagi yang jelas-jelas tidak memiliki perasaan terhadapku"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku bersyukur karena hatiku tidak jatuh kepadamu lagi yang jelas-jelas tidak memiliki perasaan terhadapku"

●●Inggil Alditano●●

●●Asila, Intan & Hilman●●

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

●●Asila, Intan & Hilman●

🌹●●L I Q U I D●●🌹

SENIN lagi Senin lagi, rasanya orang malas seperti Sila sudah pasti hanya ingin hari Senin di hilangkan karena itu membuatnya berangkat jauh lebih pagi dan juga melakukan upacara bendera yang sangat ampuh bikin kepalanya muter-muter kayak sekarang.

"Psst, muka lo kok pucat, Sil. Mau permen karet nggak?" Hilman yang kebetulan berbaris disebelahnya mengajak ngobrol Sila dengan suara pelan.

"Mau, kepala aku pusing tahu." Jawabnya dengan anggukan kecil.

Hilman merogo kantong seragamnya kemudian memberikan satu bungkusan permen karet berwarna biru tua kepada Sila, "nih."

Dengan cepat Sila menerimanya, "makasih ya, Hilman."

"Siap."

Tanpa Hilman dan Sila ketahui, Ganta yang barisnya tepat di belakang Hilman memperhatikan keduanya dengan hati dongkol, "lagi upacara masih sempat-sempatnya bercandaan." Gumamnya.

"Cemburu kan lo." Celetuk Hilman sambil menolehkan kepalanya ke belakang dengan senyuman jahil.

Kesal. Ganta menoyor kepala Hilman cukup keras, "gigilu meledak, yakali gue cemburu."

"Emang gigi gue ada gas nya meledak."

"Bukan gas! Tapi bom atom!" Cetus Ganta jutek.

LIQUIDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang