C10 Kerja Bakti Sana!

36 1 0
                                    

"Ada apa Nad?!" aku, Lussi, dan Saka sontak berbalik dan menatapnya khawatir

"A.. ada tikus!" aku refleks memukul pelan lagi kepala Saka

"Eh?! Kok aku dipukul lagi?"

"Ini kamar, kamarnya siapa!?" aku hanya memelototinya. Dia hanya menjawab sambil tersenyum meringis

Aku melanjutkan membersihkan lemari bukunya bagian bawah. Ah, sepertinya bagian ini jarang di buka oleh Saka, ya? Tapi aku tidak mau kejadian barusan terulang lagi. Siapa tahu tikus-tikus dibagian ini sudah membentuk artileri di dalam lemarinya? Hhhh.. itu benar-benar mimpi buruk.

Aku mempersiapkan diriku untuk membuka lemari itu. 1.. 2.. 3!!

Aku membukanya! Namun, yang terlihat hanya buku-buku yang sudah usang tapi terlihat rapi. Mataku tertuju pada kertas kekuningan yang menyembul dari antaranya. Aku menengok kekanan dan kekiri. Hmm, sepertinya Saka sedang sibuk membersihkan, juga yang lain. Aku mengambil kertas itu, yang sepertinya merupakan lebaran sebuah foto.

Aku membalik kertas itu, kemudian terhenyak. Ada 4 anak kecil yang terfoto disitu. Salah satunya kuasumsikan sebagai diriku, dilihat dari kacamatanya yang, hmm.. kenapa noob sekali hingga bisa miring 30 derajat?! Disebelah kiriku berdiri dua orang cewek, dan disebelahnya lagi berdiri, Saka. Tunggu, inikan, teman-teman masa kecilku yang hilang itu? Kenapa mirip dengan orang yang pernah kutemui, ya? siapa?

Aku syok, benar-benar syok. Kenapa anak bernama Saka itu bisa dengan mudahnya memiliki barang terlarang seperti ini?! Pakai kacamata saja noob, ini terlarang! Tidak boleh muncul ke publik!

Aku segera memasukkan foto itu kembali ketempatnya, entah kenapa, tapi aku merasa foto itu perlu ditutup rapat-rapat. Ada banyak hal yang mengganggu pikiranku sejak melihat foto itu. Itu foto lama terlihat jelas dari kondisinya, tapi kenapa Saka bisa memilikinya? Mengingat kebiasaannya, itu terdengar aneh. Lalu aku juga terganggu dengan hal-hal semacam orang-orang di foto itu. Kapan, bagaimana, dan dimana foto itu diambil? Tapi yang paling mengganggu adalah, bagaimana bisa aku memakai kacamata dengan posisi setidaksempurna itu, bahkan miring sekitar 30 derajat?! memalukan! Sudah, lebih baik segera kuakhiri urusanku dengan foto itu dan kembali bersih-bersih.

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk membuat kamar milik Saka Arjasa yang awalnya terlihat nyaris tak mungkin ditempati oleh manusia normal, menjadi kamar yang sesuai standar kebersihan kamar atau bisa disingkat SK2 yang disusun oleh diriku sendiri, Amarai Wardana. Kami menemui banyak hal saat bersih-bersih, tumpukan buku fisika yang untukku sudah biasa terlihat bersama Saka tapi menjadi hal baru bagi Nadya dan Lussi, tumpukan sampah bungkus makanan, kami juga menemukan 11 kertas yang terdiri dari -mari kita lihat- kertas keterangan terlambat, kertas peringatan, surat panggilan orang tua; apa-apaan?! mana ada murid yang bisa mengoleksi kertas mengenai masalah pelanggaran sebanyak itu?! Tidak berhenti disitu tentu saja, diawali dari tikus yang ditemukan Nadya berlanjut dengan kecoa, semut, cicak, laba-laba, dan kawan-kawannya, sebenarnya ini kamar atau kebun binatang?! Yah, pokoknya akhirnya bersih, sampai rasanya cocok dibuatkan meme 'maafkan aku yang dulu'

Karena hari sudah semakin mendekati malam ketika acara bersih-bersih selesai, Nadya dan Lussi memilih pulang. Tugas cerita kami sudah hampir selesai, Nadya dan Lussi bilang mereka saja yang menuntaskannya, okelah.

Hm, lihat jam berapa sekarang, saatnya berlanjut ke jadwal selanjutnya.

"Eh? Apa? Kemana?" seperti biasa Saka sepertinya lupa, haaahhh..

"Kemana katamu? Ya tentu saja ke Rumah Makan Abadi, renovasinya sudah selesai, kita disuruh datang membantu bersih-bersih untuk mulai buka lagi besok."

"Ah iya, aku lupa. Yah.. berarti libur kerja kita sudah selesai." yang Saka katakan itu fakta, renovasi selesai saatnya kembali bekerja, tapi kok rasanya kesel, ya, dengar caranya mengatakannya, niat kerja gak?!

HUJAN DI MUSIM PANASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang