3. her

17.7K 1.6K 380
                                    

Mamas Jakaaaa 😘💋 ihhhh caem deh, gak senyum aja bikin hati ini berdesir semilir iwir iwirrrr apalagi kalo mamas senyum, bisa runtuh atap rumahku 😆😂

Jaka POV

Entah nasib apa yang mempertemukanku kembali dengan anak perempuan mantan anak didik lesku dulu.

Ralat, bukan anak perempuan lagi, karena sudah lewat 10 tahun sejak aku meninggalkan kewajibanku sebagai guru lesnya.

Kalau tidak salah sekarang Mitha berumur 24 tahun?

2 malam yang lalu aku sedang bertugas menjaga party seorang sosialita (ngakunya) di sebuah club, aku tertegun melihat sesosok perempuan yang awalnya menikmati hentakan musik yang di mainkan DJ perlahan kulihat tubuhnya merosot di dekat tempatku berdiri.

Dengan sigap aku menahan tubuhnya sebelum kepalanya terbentur lantai club.

Suara bising dan kerumunan orang-orang langsung mengerumuni kami, aku membopong tubuhnya ketika suara 2 perempuan panik memanggil-manggil namanya, dan memintaku untuk membawanya keluar dari club.

Suara berat pria yang berada di balik meja di depan tempatku duduk mengembalikanku ke alam nyata.

"Kamu ini Jaka yang dulu jadi guru lesnya Mitha?" Tanyanya ragu.

Aku mengangguk pelan.

Bagaimana pria ini tahu kalau aku dulu pernah menjadi guru les private? Menjadi guru les hanya sekali dan itu pun hanya 2 minggu saja.

Tunggu, tadi dia bilang Mitha? Pria yang terlihat bersahaja ini mengenal Mitha? Mitha yang daya serap otaknya kalah sama spons cucian piring?

"Ok" Tangannya mengusap-usap rahangnya.

"Sudah berapa lama menjadi pengawal pribadi?" Tanyanya lagi.

"5 tahun" Jawabku singkat.

Padahal di depannya sudah terbuka map berisikan riwayat pengalaman kerjaku, kan bisa di baca dan di pelajari langsung tanpa perlu menanyakan aku lagi.

"Dulu anda mengambil kuliah arsitek, kenapa bisa beralih menjadi pengawal pribadi?"

Aku tersenyum ke arahnya.

"2 tahun saya kuliah di Jakarta, memang tidak selesai, saya pindah ke kota kelahiran ayah saya, Quezon, Filipina dan mengambil sekolah kepolisian di sana mengikuti kemauan ayah saya"

"Basic saya dari kecil sudah menyukai bela diri dan hal-hal yang berhubungan dengan kebugaran, setelah lulus dari sekolah kepolisian, saya di tawari menjadi pengawal sebuah acara bertaraf nasional, dari sanalah jasa pengawal pribadi saya berawal"

Kulihat pria itu mengangguk-angguk pelan.

"Ok. Saya mendapatkan rekomendasi dari partner kerja saya, you know, iklan mulut ke mulut itu lebih efektif, dan akhirnya saya menghubungi anda"

Aku mengangguk.

"Jadi bapak ingin menyewa jasa saya untuk menjadi pengawal pribadi bapak?" Tanyaku langsung.

Dirinya menggeleng.

"Bukan saya, tapi untuk putri saya, Mitha"

°°°

10 tahun yang lalu aja aku meninggalkan kewajibanku sebagai guru les mengajar dirinya karena angkat tangan, tidak sanggup menghadapi daya serap berpikirnya yang lama dan sekarang, seperti yang aku bilang entah nasib apalagi yang mempertemukan kami.

Aku malah menjadi pengawal pribadinya sampai setahun kedepan, bisa dibayangkan? 2 minggu saja aku angkat tangan, ini setahun.

Aku melangkah masuk ke dalam sebuah lobby perkantoran berdasarkan alamat yang Pak Tanto berikan kepadaku.

don't tease my bodyguardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang