10. sabar (lagi)

10.8K 1.3K 221
                                    

Aku yakin deh si mamas blom mandi tuh, tapi tetep ketcehhhh 😘😍 ko massss

Jaka POV

Aku mengendong Mitha dan membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya dengan hati-hati.

Bajunya yang menempel di bajuku sekarang malah tercium bau tidak sedap dari bekas muntahannya.

Mitha bergerak menyamping dan tubuhnya bergelung memeluk bantal.

Perempuan bertubuh mungil itu tampak nyaman tertidur dengan pakaian yang bau muntahan.

Aku berdiri dengan bertolak pinggang menatap tubuhnya, apa aku harus ku lakukan sekarang? Apa aku membangunkan dirinya untuk berganti baju dulu, atau bagaimana ini?

Menghela nafas panjang, bingung.

Aku menoleh ke arah pintu lain di dalam kamarnya. Melangkah ke arah pintu kamar mandi dan berdiri mematung di depan pintu, kali ini aku yang bingung. Melirik ke arah ranjang di mana Mitha yang tertidur pulas.

Apa aku balik dulu ke apartment ku untuk berganti pakaian ya?

Tapi kalau nanti Mitha bangun, pasti dia bingung.

Apa aku mencuci bajuku di sini saja? Balik ke apartmentku nanti kalau Mitha sudah bangun.

Aku mengacak rambutku bingung.

Lalu mengambil keputusan yang kedua.

Mataku beralih ke arah wastafel, mencari sabun cair milik Mitha lalu mencuci dan membilas kausku.

Aku berjalan keluar dari kamar setelah di rasa telah membersihkan sisa-sisa muntahan, melangkah menuju balkon dan menjemur kausku di luar.

Masuk lagi ke dalam dan berdiri, bingung lagi. Menatap diriku yang sekarang shirtless hanya memakai jeans saja.

Aku mengusap wajahku pelan.

Begini banget ya tugasku kali ini, keluhku.

Aku berjalan ke arah pantry dan membuka lemari pendingin, mengecek apakah Mitha mempunyai stock susu putih. Agar nanti tidak kesusahan mencari-cari susu kalau dirinya bangun dari tidurnya.

Entahlah dia seperti itu karena mabuk alkohol atau apa, yang penting butuh susu untuk menetralkan kondisinya sekarang.

Yang ku cari ternyata ada, aku kembali menutup pintu lemari pendingin.

Melangkah ke arah bangku di ruang tv dan meraih kantung plastik milik Mitha yang tadi sempat aku ambil dari meja di kolam renang sebelum aku memapah dirinya.

Jadi ingin tahu apa sebenarnya yang ada di dalam plastik ini.

"Ya ampun!" Aku menepuk keningku melihat isi dari kantung plastik tersebut.

1 dus obat herbal tolak angin yang tersisa tinggal, aku kembali mengecek ulang, 1 plastik isi 5 sachet yang masih utuh, dan 1 plastik lagi yang tersisa 2 sachet.

"Mitha mabuk karena minum ini?" Gumamku ragu dengan kening berkerut.

Aku kembali teringat perkataan teman Mitha tempo hari waktu aku membopong tubuhnya yang pingsan di club.

"Mitha minum tolak angin aja bisa mabok, apalagi alkohol"

Kalimat itu kembali terngiang.

Ok.

Aku terkekeh, ternyata memang benar. Aku pikir perkataan itu hanya sebuah candaan antar teman saja.

Aku menyenderkan punggungku ke sofa, kembali terkekeh.

don't tease my bodyguardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang