12. dunia perempuan

11.2K 1.3K 190
                                    

Eta dua jempol kalian jengkol pada lsg otomatis nge zoom yakkkk 😆😂😂
Kang mas Jaka ga madep kanan ga madep kiri ga juga nongol ke atas wkwkwkwwk 🙈😂
Ngomong2 kang mas, pasrah bener posenya minta di nemplokin berjamaah 😄😆

Jaka POV

"Gue duduk depan Vi"

"Ihhh, gue yang duduk depan, ngalah kenapa sih Jen"

"Nggak"

"Hastagaaaaa"

"Genit"

"Bodo"

"Tuh liat jeng Mitche, gak salah kan yang dulu pernah eike omongin, mereka dah kaya cacing kremi, liat aja tuh sekarang mereka berebutan siapa yang duduk di samping kang mas Jaka"

Aku berdiri mematung melihat 3 perempuan dan 1 perempuan setengah jadi yang berdiri di samping mobil Mitha di parkiran apartmentnya secara bergantian.

Sejak dari aku mengetuk pintu unit apartment Mitha yang memintaku untuk menjemput dirinya di hari Sabtu ini, dua orang teman Mitha yang pernah bertemu tempo hari itu tidak berhenti berebut untuk berjalan di sampingku.

Akhirnya aku berjalan di apit kanan kiri oleh mereka dengan lengan mereka bergelayut di masing-masing lenganku.

Belum lagi Puput yang mengekori dan memegang kaus polo yang ku pakai dari belakang.

"Aduh, sakit Vi"

Kulihat mereka saling tarik menarik lengan, masih berebutan siapa yang duduk di bangku penumpang depan.

"Lagian gak mau ngalah sih"

"Sekarang pas pergi gue deh yang di depan, ntar elu pulangnya"

"Nggak"

"Pereeeeee, hellloooo bikin malu martabak eike deh selaku pere, yang elegan duongg, masa berebutan gitu"

Puput memisahkan mereka berdua dengan cara menarik lengan keduanya dengan sekali tarikan ke arah belakang, memberi akses bagi Puput untuk berjalan.

Dengan gerakan gemulai Puput masuk ke dalam kursi penumpang depan.

"Dihh, dia yang duduk di depan"

"Kan kamvretttt"

Aku menoleh ke arah Mitha yang dari tadi hanya terdiam melihat teman-temannya.

"Kalian naik mobil gue, gue order mobil online aja, gak bakalan muat juga kalau kita berlima di mobil kecil itu" Kata Mitha sambil merogoh kantung celananya mengambil handphone.

"Eh Mith, gak usah order mobil lah, suruh aja tuh si Puput naik ojek ngikutin mobil di belakang kita"

"Heh, emang eike pere apaan di suruh naik ojek" Kulihat Puput mencibirkan bibirnya sambil mengibaskan rambut panjangnya.

"Pere KW!!" Kata Jenny dan Vivi berbarengan, mereka berdua tertawa sambil ber-toss.

"Udin ah buru, eike udin lapangan bola nihhh, ntar eike pengsan, sapose yang mawar gendong eike, ehhh iyesss eike lupita, adinda kang mas Jaka yessss, gendong eike ya kang kalau eike pengsan" Puput mengedipkan sebelah matanya ke arahku dengan memonyong-monyongkan bibirnya.

Aku bergidik.

"Dihh, elu mah gak usah di gendong Put, di seret aja udah bagus" Celetuk Jenny.

"Ehhh jedong pere mulut jengkol nyinyir duehhh, belum pernah yess itu bibir di cipok pake wedges?" Puput mengangkat sebelah kakinya mengambil wedges yang sedang di pakainya.

don't tease my bodyguardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang