17. intropeksi

10.5K 1.3K 463
                                    

Ya lorddd eike pun kepengen punya hubby macam you kang massss 😍😍 anak2 kita pasti seneng punya Papa macam you kang 😆😆😂

Otak mesumku kok ya mikir, eta klo celananya bolong sedikitttt aja, pas bener itu posisinya wkwkwkwkw

Mitha POV

Urusanku dengan Papi sudah selesai daritadi, aku berharap Papi memikirkan kembali apa yang aku utarakan.

Walaupun bisa kulihat Papi sudah benar-benar bulat mengambil keputusannya.

Pohon jauh buahnya tidak jatuh, sifatku yang keras kepala sudah pasti mendapatkan gen dari Papi.

Bentar, bentar itu peribahasanya bener gak ya? Ah bodo lah, aku kan gak jago dalam pelajaran lain selain menggambar dan kesenian.

Balik ke masalah Papi dan Mami, aku memang tidak suka dengan perilaku Mami yang kegenitan kepada kaum pria, sifatnya itu benar-benar memalukan, bukan role model untuk aku jadikan panutan.

Tapi Mami tetaplah seorang ibu yang melahirkan ku ke dunia ini, aku tidak bisa membencinya walaupun sifatnya itu membuatku muak.

Berkali-kali memergoki dirinya selingkuh, berciuman dengan pria yang umurnya sama denganku, terkadang seumuran dengan Shawn, di satu sisi aku membenarkan keputusan Papi untuk menceraikan Mami, tapi di sisi yang lain, aku ingin mempunyai keluarga yang utuh.

Mami tetaplah Mamiku.

Masalah ini harus ada jalan keluarnya.

Tapi bukan cerai yang menjadi jalan keluar satu-satunya.

Memang, sangat berat bagi orang yang menjadi korban perselingkuhan untuk memaafkan dan berlapang dada menerima kembali pasangannya yang sudah menyakiti.

Tetapi tidak ada api kalau tidak berasap kan? Kali ini benar gak peribahasanya?

Duh, seharusnya tidak usah memakai perumpamaan peribahasa, aku jadi kelihatan dong-dong nya.

Mami berbuat seperti itu juga aku rasa karena kesepian, sering di tinggal Papi keluar kota. Seharusnya Papi untuk ke depannya juga ada intropeksi diri.

Dua-duanya harus ada intropeksi diri.

Um, kayanya aku juga harus intropeksi diri juga deh, sebagai anak seharusnya aku harus lebih perhatian kepada orang tuaku, khususnya Mami, kalau memang Mami kesepian, harusnya aku meluangkan waktu lebih banyak untuk menemani dirinya, bener kan?

Aku memencet-mencet tombol remote mencari acara yang enak di tonton, melirik ke arah pintu sebuah ruangan yang di sulap Papi menjadi ruang kerjanya, Jaka dan Papi masih berada di dalam, entah apa yang mereka bicarakan.

Handphoneku bergetar di atas meja, aku meraih handphone dan melihat siapa yang menelpon.

"Kenapa Put?" Tanyaku langsung sambil menaikkan dan melonjorkan kedua kakiku ke atas meja.

"Kabar eike baik jeng, yeay apose kabarnya?"

"Gue gak nanya kabar elu kali, kenapa?" Tanyaku ketus.

"Ishhh ishhh, anak perawan gadis itu mustinya lemah lembut kaya eike begindang, suara lembut, perilaku yahu...."

"Berisik lu Put, cepetan mau ngomong apa nelpon-nelpon gue? Lagian juga elu tuh bukan anak perawan, apalagi anak gadis, idup elu aja di dua dunia, perempuan bukan, laki bukan" Potongku.

"Ishhh, yeay kenapose sih? Sewotan macam nenek-nenek, untung yeay ngobrasnya samsaka eike yang tinta pernah marah"

"Gimenong mawar punya pacar kalo galak macam Chihuahua, eike cuma mawar tanya, kang mas Jaka di menong yaa jeng? Eike tilipun kok tinta di angkat-angkat? Kang mas Jaka tinta selingkuh kan dari eike?"

don't tease my bodyguardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang