Prolog

48 6 4
                                    

Aku percaya kepada cinta pada pandangan yang pertama. Dan aku pun pernah merasakannya.

Tetapi meskipun aku percaya pada cinta pada pandangan pertama itu bukanlah jaminan kita untuk selalu bersama.

Meskipun kita tak lagi bersama, saat aku melihatmu perasaanku masih sama seperti saat aku melihatmu pada pertama kalinya.

Aku melepaskanmu bukan berarti mauku, tetapi kamulah yang bersikap seolah aku harus melepaskanmu. Entah hubungan macam apa yang kita jalani saat itu. Ketika sikapmu mengisyaratkan bahwa kehadiranku tak penting lagi dalam hidupmu. Kehadiranmu sebatas ada namun bukan lagi untuk saling menjaga, tetapi saling menyakiti.

Walaupun kamu mengabaikan, aku masih saja bertahan dengan pengabaian yang kamu berikan. Dan kamu masih saja diam tanpa memberikan penjelasan apa-apa. Jika memang cinta itu tak lagi ada berhenti lah berpura pura seolah itu masih ada. Setidaknya berikan aku satu alasan agar aku tak terus menerus bertanya, dingin sikapmu padaku berarti apa?

Ketika pelukanku tak lagi bisa menghangatkan, kamu seolah memberi aku pilihan bertahan atau menunggu waktu untuk kamu tinggalkan?

EVER LOVEWhere stories live. Discover now