[06] si rajin VS si malas

1K 258 42
                                    

"Lo gak berhak ngelakuin ini ke gue!" Bentak Yoona dengan berani.

Momo sama Nayeon ketawa aja dengernya. "Asal lo tau aja, gue ini anak wakasek disini. Kalo lo berani macem-macem sama gue, gue pastiin keberadaan lo disini akan terancam!"

"Gue gak takut!"

Geram, Momo memajukan langkahnya mendekati Yoona. Tepat di hadapannya, Ia berniat menampar Yoona yang bertindak sok jagoan.

Tatkala tangannya hampir mengenai pipi kanan Yoona, mendadak ada sebuah tangan yang menghentikan aksinya itu.

Dan sosok itu adalah Sehun.

Semua orang disana menyaksikan aksi kepahlawanan Sehun dengan kaget. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang Sehun yang dikenal dengan kadar kepedulian minim akhirnya tergerak untuk membantu Yoona. Biasanya Sehun tak pernah ambil pusing tentang ritual pembullyan yang dilakukan Momo sebelumnya. Tapi kali ini, Sehun tidak diam saja.

"Lo udah kelewat batas." Sehun menepis tangan Momo agar menjauh dari pipi Yoona.

Momo mengerutkan kening begitu tau yang ikut campur dengan permainan dia tak lain ialah Sehun, gebetannya sendiri.

"Sehun, kamu ngapain sih? Gak biasanya kamu ikut campur kayak gini."

Sulli segera nyamperin temen barunya juga, beserta Jongin yang mengekor dibelakangnya.

"Lo gapapa kan, Yoon?" Tanya Sulli sambil megang lengan kanan Yoona. Cewe itu cuma ngangguk perlahan.

"Gue gapapa kok."

"Kapan sih lo mau berhenti ngelakuin ini?" Sehun natap Momo dengan malas.

Momo memakaa tawanya, "Sehun, aku cuma lagi main-main aja sama dia. Emangnya salah? Toh ini kan emang ritual yang selalu aku lakuin ke para rakjel disini."

"Lo tau ini kantin? Disini orang mau makan, bukan ngeliatin aksi pembullyan lo itu."

"Go sehun go sehun go!" Teriak Jongin terus diikuti sama beberapa cewe alay di kantin yang histeris liat aksi kepahlawanan Sehun itu.

Momo menyunggingkan senyum miring, "Karena ini permintaan lo, gue selesaiin ritualnya sekarang juga."

Terus dia jalan mendekati Yoona, berbisik di telinga kirinya. "Urusan kita belum kelar. Tunggu aja kelanjutannya." Momo sama Nayeon berlalu pergi gitu aja.

"Yoon, lo yang tabah ya. Dia itu emang monster. Sukanya ngebully orang, dan kali ini lo mangsa barunya." Jongin merasa prihatin.

Sehun jalan ke tempatnya semula, tapi pas lewat deket Yoona dia bilang, "Mendingan lo cepetan ke toilet. Bau busuk di rambut lo itu ganggu nafsu makan gue."

"Ayo kita pergi, Yoon." Sulli ngajak Yoona ke toilet seperti yang Sehun katakan.

Jongin ngelirik Sehun dengan tatapan ngeledek pas mereka udah duduk lagi buat nyantap bakso, terus dia nyikut sohibnya itu. "Tumbenan lo kek gitu bro. Jadi sekarang sehun si pria es udah berubah nih?"

Sehun buang muka, "Gue cuma kasian doang."

Jonging gamau kalah, dia tetep ngeledek Sehun. "Sekarang sih bilangnya cuma kasihan, tapi kita liat aja nanti. Gue rasa lo jatuh cinta sama dia."

Lakuna | yoonhunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang