Whhaam....
Aku menguap di pagi hari, aku bangun lebih awal dari biasanya bahkan aku telah bangun setengah jam dari waktu alarm ku..
Rasanya aku sangat bersemangat hari ini.. aku akan mengabiskan hari ini bersama kak jay.
.
.
.
Aku telah bersiap siap untuk pergi ke sekolah, dan aku mengetuk pintu kamar kak jay, tapi tidak ada jawaban sedikit pun, lalu aku langsung mambuka pintunya tetapi tidak ada siapa siapa di dalam..
"Apakah kak jay jogging? Ah tapi tidak mungkin kakak mengingkari janji nya"tebakku dalam hati
Lalu aku bertanya pada ibu, ternyata ibu juga tidak tau keberadaan nya.
.
.
Setelah aku sarapan aku langsung permisi pada ibu untuk berangkat sekolah.
dengan wajah kesal aku membuka pintu gerbang ku,..Ternyata kak jayden sudah ada didalam mobilnya.
"Kakak!" teriakku terkejut melihatnya"Udah siap kamu? Lama amat, udah 1jam lebih kakak nunggu" kata kak jayden sambil keluar dari mobilnya.
"Hmm.. Cessa kira kakak ngingkari janji kakak" lanjut ku.
"Ya enggak lah emang kakak pernah bohong sama kamu? Enggak kan, kakak gak bakal ingkari janji kakak apalagi sama kamu yaudah gih masuk, ntar kamu telat" jawab kak jay sambil membuka kan pintu mobil untukku.
Perjalanan yang sangat singkat..
Tidak ada 10 menit kami sudah sampai.. Hufft.. Itu faktor jarak rumah ke sekolah yang sangat dekat.
Wah... Itu caca! Kebetulan sekali hahaha..."kata ku dalam hati sambil tertawaLalu aku menarik tangan kak jay untuk menemui caca.
"Kecaa ca ca ca caa.." begitu lah kira kira aku berteriak saking semangat ku melihat ekspresi caca.
Bukan hanya dia, banyak yang menoleh kami karna teriakan ku, lalu dia pun langsung berhenti dan menoleh ke belakang.
Wajahnya yang pucat dan mulutnya yang membentuk lingkaran! Hahaha itulah ekspresi yang ku nantikan, dia sangat salah tingkah melihat kehadiran kak jay yang sangat tiba tiba."Hey caca apa kabar kamu?" sapa kak jay sambil merasa lucu dengan ekspresi caca,
"Aku pun tertawa terbahak bahak dan mencoba menyadarkan caca dari shock nya.
Sungguh moment yang sangat di nanti rasanya ingin aku memfoto nya saat ini hahaha...."Ha? i ia s ssehat kaak" jawab caca dengan terbata.
"Hmm.. Good! Oia nanti pulang sekolah kakak mau bawa cessa makan, kamu mau ikut kan?"
"ia kak mau" jawab caca dengan wajah yang pucat.
"Yaudah kakak luan yang cessa.. Caca.. Bye"lanjut kak jay yang akan bergegas"
"ia kak byee" jawab kami dengan serentak.
Saat aku dan caca menuju kelas, dia tidak habis mengoceh dan memarahi ku,
"Lo kenapa gak bilang cessaaa.. Kak jay ke jakarta??
Lo tega banget si ama gue!
Puas lo kan liat ekspresi gue tadi...
Ahhh hilang mukaaaaa"
Kurang lebih begitu ocehan dari caca. Dan aku hanya menjelaskan nya dengan singkat.
.
.
Kami pun masuk ke kelas,
Dan kelas sudah mulai ramai, kami melihat kenzie, tapi tidak dengan asih,Sekitar 2/3 menit lagi menuju bel masuk sekolah, kami melihat asih yang berlari sangat cepat bagai kilat,
Dengan wajah pucat dan rambut yang berantakan,
Hah.. Hah.. Hah.. Hah..
Suara nafas asih yang sangat cepat dan badannya yang sangat dingin membuat kami memperhatikan cara dia bernafas.
Pandangan ku, caca dan kenzie hanya ada padanya.
Dan dengan panik ia berkata "orang kak rian belum masuk kan???"Itulah petanyaan yang keluar dari mulutnya.
"Belum kok" jawab caca dengan terbengong.
"santai aja.. Rileks" cetus kenzie yang mencoba menenangkan asih
"Tarik napas pelan pelan.. Buang perlahan.." lanjutku yang khawatir melihat wajah puncatnya, dan asih pun mengikuti instruksi ku
Lalu tiba tiba masuklah senior pembina kami.
"Pagi adik adik kakak..!!"
Sapa kak windy dengan semangat.Dan kami pun menjawab "pagi kak"
Seperti yang udah dijelasin kak windy semalam, formulirnya pasti udah di isi kan, yaudah silahkan kumpul.
Kenzie dan caca duluan mengumpul kertas mereka, lalu maju aku dan asih untuk mengumpul, saat di meja untuk mengumpul, kak rian tersenyum ntah pada ku atau pada asih, lalu kami juga membalas nya dengan senyuman. Hm... Mungkin memang maksud kak rian menyapa kami berdua.. Dan jujur aku sangat menyukai sanyuman manisnya tadi! Senyumannya Seperti mengisyaratkan sesuatu. Yang membuatku selalu kepikiran.
Tapi tiba tiba... Saat aku dan asih ingin kembali ke tempat duduk, kak rian yang di belakang, berkata..
"Eh... Kamuu dek..." teriak kak rian seperti memanggil salah satu dari aku dan asih.Sontak! Kami berdua menoleh kebelakang melihatnya....

KAMU SEDANG MEMBACA
The queen of broken heart
Teen FictionPatah hati bukan hanya tentang cinta, bukan hanya tentang ditinggalkan atau dikecewakan, banyak alasan yang membuat patah hati, baik dari segi keluarga, sahabat, atau pengalaman buruk lainnya. Patah hati bukan hanya kata yang selalu dikelilingi o...