Dua Belas

299 50 1
                                    

Bohong kalau Eunwoo sama sekali gak goyah sama perlakuan Wonwoo yang berubah ubah selama ini, bohong kalau Eunwoo gak deg degan saat Wonwoo bersikap manis ke dia, tapi selama ini Eunwoo terlalu pintar untuk menyangkalnya, Eunwoo tahu Wonwoo yang masih terjebak di masa lalu, Eunwoo juga tahu kalau dia gak punya kesempatan selain hubungan adik-kakak sama Wonwoo. Bukan berarti Eunwoo pura pura suka sama Daniel, engga sama sekali. Eunwoo merasa nyaman sama Daniel, Eunwoo juga yakin sama perasaannya ke Daniel, dan Eunwoo tahu Daniel orang yang supel dan baik.

Sampai pada saat Wonwoo yang gak suka Eunwoo dekat sama Daniel, buat Eunwoo sikapnya itu malah membuat Eunwoo bingung sendiri, perasaannya jadi rumit, dan Eunwoo gak berani curhat soal ini ke Jieqeong, padahal sekecil apapun masalah Eunwoo dia pasti bakal cerita ke Jieqeong, tapi untuk masalah hati, entahlah.. Eunwoo lebih memilih untuk menyimpannya sendiri.

Usapan halus di kepalanya membuyarkan lamunan Eunwoo, seketika Eunwoo mengerjapkan matanya kaget, dan sedetik kemudian Eunwoo tersenyum melihat siapa pelakunya.

"Ngelamun aja sih dek"

Daniel berangsur duduk di depan Eunwoo, dan Eunwoo tidak membalas perkataan Daniel, ia hanya bisa tersenyum.

"Udah liat nilainya kak?"

"Ehm" Daniel hanya bergumam mengiyakan, lalu ia mengeluarkan HP nya dan menunjukan web resmi kampusnya, dan tertera nilai matkul yang selama 2 bulan ini ia ulang.

"Wah keren dapet A!" Eunwoo bertepuk tangan kecil, dan Daniel hanya terkekeh melihatnya sambil memasukkan kembali HP nya ke dalam sakunya.

"Makasih ya selama ini udah bantuin, yah gabisa sekelas lagi deh sama kamu"

Daniel memasang wajah memelasnya sambil mencubit pelan pipi Eunwoo, orang lain yang melihat pasti mengira kalau mereka pacaran.

"Cepet lulus ya kak" ucap Eunwoo sambil tersenyum, sedih sih gak sekelas lagi sama cowok satu ini, tapi mau gimana lagi? Daniel sudah semester akhir dan lagi proses nyusun skripsi sekarang.

Obrolan mereka berlanjut seperi biasa, selang beberapa menit panggilan seseorang menginterupsi waktu mereka.

"Daniel!"

Daniel menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya, seorang wanita yang menurut Eunwoo cantik menghampiri mereka dengan senyum manisnya.

Eunwoo sedikit tercengang melihat kedekatan mereka berdua, terlebih Daniel yang langsung merangkul cewek itu dan mengelus pelan kepala cewek itu, persis seperti yang biasa ia lakukan ke Eunwoo.

Spontan Eunwoo menunduk, memikirkan sesuatu, dan rasanya ingin menertawakan dirinya sendiri atas kebodohannya.

"Dek duluan ya, jangan sombong sombong kalau ketemu kakak lagi"

Lagi dan lagi Daniel mengusap kepala Eunwoo lagi, Eunwoo hanya membalasnya dengan senyuman canggungnya.

Setelah kepergian Daniel dengan cewek itu Eunwoo hanya menunduk. Enggak, Eunwoo gak bakal nangis hanya karna cowok, dalam kamus Eunwoo itu gak bakal terjadi, Eunwoo hanya merutuki dirinya sendiri, betapa bodohnya dia menganggap perilaku Daniel selama ini adalah perlakuan special.

"Udah makan belom?" Eunwoo mendongak kaget, dan menghela nafas lega saat melihat siapa yang duduk di hadapannya sekarang.

"Bang kalau dateng bersuara kek"

Seakan cuek, Wonwoo malah mengendikkan bahu dan melanjutkan membaca novelnya, dan itu membuat Eunwoo mendengus kesal.

Hening sesaat, seakan mereka membiarkan kesunyian itu meliputi waktu mereka, mereka sibuk dengan pikiran nya masing masing.

"Bang aku bodoh ya?"

Seperti biasa, selalu Eunwoo yang memecahkan keheningan itu, Eunwoo yang gak pernah bisa menahan apapun kalau di depan cowok itu.

"Dalam hal apa dulu?"

Eunwoo menghela nafas, lalu nunduk lagi, dan keheningan itu tercipta lagi, hal itu seakan membuat Wonwoo kesal, seketika dia menutup bukunya kasar dan menatap Eunwoo lekat.

"Kenapa diam?"

Eunwoo sedikit tegang kalau Wonwoo sudah begini, mau natap matanya pun ragu, bahkan sekarang Eunwoo sesekali menatap ke arah lain untuk menghindari tatapan Wonwoo yang intens.

"Kak Daniel.. Bersikap sama ke semua cewek ya bang"

Eunwoo menunduk sambil memainkan jarinya, Wonwoo menghela nafas panjang, tetapi tatapannya gak lepas dari Eunwoo.

"Aku yang bodoh, salah nanggepin sikap kak Daniel"

"Iya emang bodoh"

Eunwoo mendongak menatap Wonwoo sekilas, lalu menunduk lagi.

"Udah dibilang jangan deket deket sama dia, udah dilarang dari awal kan? tapi nambeng, sekarang aja baru nyesel, kamu lugu atau bodoh aku gak ngerti"

Eunwoo udah berkaca kaca aja matanya, kesel sama Wonwoo, orang lagi galau gini malah diomelin.

"ck, ayo bangun"

Eunwoo mengangkat kepalanya dan menatap Wonwoo yang sudah berdiri di hadapannya.

"Gausah nangis, jelek"

Wonwoo menarik tangan Eunwoo untuk berdiri dan menyeret cewek itu untuk mengikuti langkahnya.

"Mau kemana bang?"

"Panas, makan es krim yuk"

Seketika senyum Eunwoo mengembang, dan akhirnya menyamakan langkahnya dengan Wonwoo.

***

Innocent | Eunwoo-Wonwoo ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang