Flashback_Anak laki-laki berusia 10 tahun itu hanya berdiri di tangga, matanya bergerak memandang sekeliling. Pecahan vas bunga dan robekan kertas berserakan di lantai, sangat berantakan bagai baru saja dilanda angin topan yang begitu dahsyat.
Rumah yang seharusnya hangat penuh kasih sayang, menjadi dingin dan semakin bertambah dingin setiap harinya. Pertengkaran demi pertengkaran selalu mewarnai rumah ini.
Orang tua yang seharusnya memberi kasih sayang, justru mempertontonkan ketidak harmonisan rumah tangga mereka di depan mata anak-anaknya sendiri.
Rumah selalu saja berantakan seperti ini tiap kali kedua orang tuanya baru saja selesai bertengkar, saling mencaci maki dengan kata-kata yang sangat tidak pantas didengar.
Anak laki-laki itu hanya menundukan kepala, menyembunyikan wajah sendunya.
"Cepatlah mandi, kau bisa terlambat ke Sekolah..."
Pemuda berseragam SMA itu berkata lembut sembari menepuk bahu sang adik yang sedari tadi hanya berdiri di tangga rumah mereka. Anak laki-laki yang masih menunduk itu, enggan untuk menatap wajah kakaknya.
"Mm.. Padahal hari ini Hyung berencana mengajakmu pergi makan burger..."
Anak laki-laki itu segera mengangkat wajahnya, senyumnya merekah memandang wajah sang kakak.
"Benar, ya..."
"Mm..."
Pemuda itu mengangguk mengiyakan."Cepatlah mandi, kita bisa kesiangan..."
Ucap pemuda itu seraya memandang jam tangannya.Anak laki-laki itu segera berlari kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap ke Sekolah.
Pemuda itu menoleh ke arah adiknya, tersenyum kecil menatap punggung sang adik yang menghilang di balik pintu. Senyum itu seketika menghilang tergantikan wajah sendu. Walaupun anak itu jarang menunjukan kesedihannya, namun ia tahu adiknya itu sangatlah rapuh, sebenarnya dirinya pun tak jauh lebih baik, ia hanya mencoba terlihat kuat demi sang adik tercinta, hidup dalam keluarga yang tak harmonis tentu membuat mentalnya tertekan, harus setiap hari mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.
Sebagai seorang kakak tak banyak yang bisa ia lakukan, hanya menghibur adiknya itu dengan hal-hal kecil seperti mengajaknya makan enak, selalu ada untuknya menjadi mengganti kedua orang tua mereka yang sibuk dengan urusan masing-masing, sibuk dengan ego mereka hingga mengabaikan keadaan anak-anaknya.
Flashback End-
Sama seperti adegan ketika ia masih berusia 10 tahun. Seokmin berdiri di tangga, menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya. Waktu telah berlalu namun tak ada perubahan sedikit pun di rumah ini, mereka masih saja bertengkar tiap kali berada di rumah, masih tinggal satu atap, namun, seperti orang asing bagi Seokmin.
Satu-satunya yang berubah, dan tak akan pernah kembali sampai kapan pun adalah kehadiran sosok Kakak yang dulu selalu menghiburnya disaat ia merasa sedih dengan keadaan rumah mereka. Satu-satunya teman, orang yang selalu ada untuknya. Tapi sekarang sosok itu telah tiada, kini hanya ia sendirian di rumah dengan segala kekacauan keluarga mereka. Setiap kali berada di rumah rasa sepi itu selalu datang merayapi hatinya, membuat sosok seorang Lee Seokmin yang setia dengan senyum lebarnya berubah menjadi sosok yang pendiam, murung, tak ada seorang pun yang tahu mengenai hal ini, karena saat dia sudah berada diluar rumah, Seokmin akan kembali menjadi sosok yang ceria.

KAMU SEDANG MEMBACA
Light A Candle In The Cold Night [SEOKSOON FANFICTION]
DiversosSoonyoung sudah mengenal Seokmin sejak lama, mereka adalah teman kuliah. Tidak ada yang istimewa, mereka hanya teman biasa, lagipula Seokmin sudah memiliki kekasih perempuan. Suatu hari, di hari yang hujan, semuanya berubah ketika Seokmin pergi ke r...