Andai kau tahu bahwa puisiku bernafas kamu
Apakah kau akan tetap tinggal?
Memberikan oksigen pada setiap kata
Hingga aku dapat bernafas
Dan dadaku tidak akan terasa nyeri; karena luka.Aku sering bertanya-tanya
Mengapa sebuah ketulusan tidak bisa menjadi alasan seseorang untuk tinggal?
Kebahagiaan seperti apa yang sedang dicari?
Bukankah dengan mensyukuri kehadiran satu sama lain semua akan tetap baik-baik saja?
Mungkin iya. Seharusnya begituDan kini, entah sudah berapa waktu terlewati tanpamu.
Tanpa diksi diksi indah yang menemani tiap kata dalam puisiku.
Ia patah bersamaan dengan langkah pertamamu ketika kau memutuskan untuk pergi meninggalkanku.Dan kita tengah sama-sama menyembuhkan luka.
Aku dengan lukaku.
Kamu dengan lukamu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kepada biru
PoetryBiru, aku belajar satu hal menyakitkan tapi tidak bisa aku elakkan. Ialah perasaan. Aku belajar bahwa seingin apapun aku memilikinya, dia tetap tidak bisa aku genggam. Dia terlalu jauh. Bahkan ketika dia tengah hadir menghiburku pun dia tetap terasa...