Setelah keesokannya mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing
Papa yang sibuk harus berangkat pagi-pagi ke kantor
Kakak juga harus mandi berangkat ke kantor
keluargaku Alhamdulillah bisa di bilang mampu.
Ayah TNI dan kakak sama dengan ayah akan tetapi aku tak suka memang sih ayahku tegas tapi tak suka jika keputusannya adalah iya adalah iya tidak pernah mengatakan tidak terlalu tegak seperti sedang menegakkan keadilan hehehe
Nah sedangkan aku pagi-pagi di meja makan menunggu makanan yang akan di masak oleh ibuku
"Kak kamu itu ke dapur lah sebentar bantuin mama masak masa cuma nungguin makanannya kamu kan libur" adiknya ali wijaya
Oh ya, selain memiliki seorang abang zahra punya tiga orang adik mereka bertiga masih kecil meskipun anaknya prilla yang ketiga itu sudah kelas 1 SMA tapi bagi zahra mereka masih kecil
Sedangkan anak keempat dari prilla masih duduk di bangku kelas 1 SMP dan yang terakhir masih kelas 1 SDYa, masih kelas 1 semua adiknya
Hahahaha tapi di belakangnya ada gelarnya semua yaSD,SMP,SMA bukann 1 SD 🙈
Dan zahra anak perempuan tunggal dari prabu dan prilla🎀
Zahra langsung menuju dapur"Ma ada yang bisa zahra bantu ?" zahra
"Bantuin mama seragamin adiknya sana nanti dia telat" prilla
Adik yang paling muda memang masih kecil berseragam saja tidak terlalu tau memakainya meski dia bisa di bilang cukup mandiri maunya saja di kerjakan sendiri tapi zahra tetap membantunya memakaikan seragam sekolahnya dan mengecek keperluan di tasnya
Zahra memang seperti anak manja jika di depan abang dan kedua orang tuanya tapi ketika di depan adik-adiknya dia tegas sampai-sampai jika zahra marah saja adiknya takut hahahahaha udah kayak kak ros saja ✌
Betul betul betul"Dek kamu mau di anter siapa ? Bareng papa atau sama kakak tapi pakai motor kalau sama kakak hehehe kakak kan belum tau nyetir mobil" ungkap zahra kepada adik bungsunya panjang x lebar.
"Kakak aja nanti papa telat kan papa buru-buru" sahut prabu yang mendahulukan jawaban dari anak bungsunya
Zahra memutar bolanya malas
Sebenarnya zahra hanya iseng saja menawarkannyaDia sedang malas untuk keluar apalagi mengantarkan adiknya yang dekat dengan rumah mantannya
*hah mantan? Etdahhh mantan tukang kebun di rumah kok.*
#zahra sudah hijrah jadi ayo jangan ingat lagi zahra#
Hatinya selalu berbicara seperti itu seolah-olah dia memiliki teman penyemangat. Ya hatinya
" yaudah deh pa nanti zahra yang antar adek" ungkap zahra malas
Keluarga wijaya dan puspita sudah berkumpul dan ramai sekali di ruang yang nyaman dan bercat kuning. Ya, di ruangan makan yang membuat zahra nyaman ada di ruangan itu
*makanannya yang bikin nyaman bukan ruangannya hahahahahaa
Seketika yang lain berangkat rumah pun menjadi sepi
Di sana hanya ada mama dan zahra sedangkan zahra pun pamit kepada mamanya sebentar untuk mengantarkan adiknya🎀
Sesampainya di rumah zahra langsung mengucapkan salam dan langsung menuju ke kamarnya bahkan dia sendiri masih memikirkan akan kuliah dimana sehingga akhirnya dia di suruh oleh mamanya untuk sholat istikhorohYa, sholat istikhoroh kan menentukan dua pilihan sholat yang bahkan zahra sendiri belum pernah mencobanya
Hingga akhirnya dia mencobanya di setiap malamnya selesai mengerjakan sholat isya' hingga akhirnya dia sholat istikhoroh
Setelah seminggu zahra bermimpi hingga akhirnya
ketika Di pagi harinya membuat dia memikirkan mimpinya semalam bahwa dia bermimpi kuliah akan tetapi pulang kembali ke rumahnya setiap hari
"apa ini jawabannya..
Atau ini pilihan yang terbaik untuk aku kuliah di sini dan di kotaku sendiri.
Apapun yang terbaik asalkan datangnya sudah dari Allah bismillah ya rabb semoga zahra semangat" batin zahra
"Nak kamu ngapain di kamar ? Sini turun mama mau ngomong" prilla membuyarkan lamunan zahra
"Eh.. Eh iya ma bentar zahra ambil hijab dulu"
Zahra berani membuka hijabnya jika sudah berada ada di kamarnya.
Lalu zahra turun dengan kepala yang sudah terbungkus dengan balutan hijab berwarna hijau toska kesukaannya
"Iya mama mau ngomong apa ma ? " zahra menuruni tangga sambil bertanya pada mamanya
"Sini duduk" perintah mamanya
"Bagaimana keputusannya nak ? Mau lanjut kuliah dimana ? Nanti kamu telat jika tidak daftar-daftar nak" perhatian sekali mamanya jika sudah menyangkut sekolah karena menyekolahkan anaknya adalah termasuk kewajiban
"Zahra sudah sholat istikhoroh sesuai dengan apa yang mama perintah" zahra
"Terus?" tanya mama prilla lagi
"Aku kuliah di sini ma, lagi pula nantinya kan jika zahra jauh takut gak kuat aja jauh sama keluarga apalagi sama mama" zahra memeluk mamanya
Zahra sebenarnya memutuskan keputusannya dengan berat namun apa boleh buat saat di dalam mimpinya muncul seperti itu baginya Allah lah perantara keputusan yang paling baik
"Yasudah itu bagus nak, terus kapan kamu akan ke sana?" ungkap prilla
"Nanti ma lewat jalur snmptn aja bentar lagi di buka lagi pula kan zahra baru aja kelulusan" zahra
"Yasudah intinya mama kan cuma ngingetin kamu nak" prilla
Hai Readers jangan lupa vote dan komennya 😊
❤Utamakan sholat dan membaca Al-qur'an❤

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dalam doa
Romancetidak pernah lelah dalam berdoa dan di dalam doa itu selalu ku pinjam namamu untuk selalu ku perbincangkan pada rabbku bahkan tak ada yang tahu akan perasaan ini Namamu akan selalu menggantung di langit hingga Allah akhirnya mempersatukan kita berdu...