C16 Potong Rambut nih?

63 1 24
                                    

_***_

Hari ini mereka sekolah, tidak bolos karena nanti kata Rai bakal berat akibatnya. Sangat hebat karena dari awal jam pelajaran sampai bel pulang tidak terjadi 'hal besar' yang sampai perlu menggemparkan seantero sekolah atau minimal membuat Bu Age mengeluarkan pidato istimewa khusus untuk Saka.

Tapi semua berubah ketika beberapa waktu setelah bel pulang datang.

"Nad, Nad, mau kemana?" Lussi yang telah selesai mengerjakan kimia mengangkat kepalanya karena melihat Nadya yang akan keluar kelas.

"Kantin bentar, butuh micin."

Nadya Mustika, hari itu berjalan sendiri ke arah kantin untuk sebuah mi. Tanpa diminta, di perjalanan seseorang tahu-tahu menariknya, membawanya ke suatu tempat.

"Eh, apaan nih woy lepas, aku baru butuh micin!"

Micin mulu, jodoh lu sama si Rai!

"Eh, apa? Kenapa ada suara? Suaranya sama lagi kaya' yang waktu di rumah makan kemarin." Nadya menoleh ke kiri dan ke kanan.

"Ga usah tolah-toleh!" orang yang menyeret Nadya, yang Nadya kenal dengan nama Ika, menjambaknya hingga Nadya terjatuh. Sekarang mereka sudah berada di belakang sekolah. Kira-kira ada 20 orang di belakang, dan semuanya adalah cewek, termasuk yang menyeretnya ke belakang sekolah.

Nadya cukup mengetahui siapa mereka karena hampir ¾ dari mereka adalah teman sekelas dan teman seangkatan. Selebihnya adik kelas. Meskipun dari ¾ itu, masih ada yang belum dia kenal dekat.

Oke, sekarang posisi mereka sudah membentuk lingkaran dengan Nadya menjadi pusatnya. Dia masih memegangi kepalanya bekas jambakan Ika.

"HEH! Kamu, jadi anak baru jangan sok-sokan!"

"Iya nih. Kecentilan banget tau ga?!"

"Hah? Ini.." Nadya memasang tampang excited

"Kenapa?! Mau protes?"

"Ini, pembullyan yang kaya' di komik-komik itu, ya?" Ee, ini, kok kami bikin tokoh kaya'nya nggak ada yang bener. Masa' sih ada orang yang malah seneng dibully? Goblok bener!

"Oh, jadi kamu pengen lebih ngerasain di bully lagi?! Iya?!"

"Tunggu, sebenarnya ini kalian ngapain disini? Mau bully apa tawuran? Dan lagi, kenapa kalian bully aku? Kalo bully kan bisa bully si Sak–aduh!" Nadya yang belum sempat menyelesaikan kalimatnya, ditampar oleh cewek yang ada dihadapannya. Hana.

"Jangan sembarangan! Makanya jangan kecentilan sampe nggak sadar sekitar!"

"Gini gini. Kita bakal jelasin kita siapa. Kita ini–" kalimat dari Gisel, yang sepertinya adalah ketua mereka, terputus oleh Fani.

"Kita ini PeFaRaSa!"

"Ga usah nyela, goblok!" Gisel melotot kearah Fani. Fani langsung terdiam.

"Apa itu PeFaRaSa?" Nadya sepertinya masih tidak mengerti

"Hah? Kamu nggak tahu? Hahahahahahahahahauhuk uhuk uhuk uhoook!" *orang itu, ketawa sampe lehernya kesedak atau gimana?

"Singkatnya kita itu Persatuan Fans Rai Saka. Gitu aja kamu nggak ngerti!"

HEEE??!!!

"Eh, ku kasih tahu, ya! Kalo elu masih berani deket sama mereka.." kali ini, Kayla angkat bicara

"Coming soon aja pokoknya. Entah itu tubuhlu bagian mana yang ga utuh." Gisel memberikan senyum liciknya.

"Coming soon? Ada open recruitmentnya?" Nadya, Nadya. Lama-lama kamu mirip Saka, ya?

HUJAN DI MUSIM PANASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang