Warning Gs dan cerita ini hanya fiktif belaka. Terima kritik dan saran.
Happy reading.....
.. .. ..
Ceklek
Kris menoleh dan membulatkan matanya saat melihat Sehun bisa memasuki kamarnya padahal dia sudah menguncinya seharian ini. "Bagaimana kau bisa masuk? Go away!" Usir Kris sinis.
Sehun menutup pintunya dan tersenyum. "Tentu saja aku bisa masuk" Ujar Sehun remeh sambil menunjukkan sebuah kunci cadangan lalu beringsut ke tepi ranjang Kris.
Kris berdecak.
"Hei eonni, kau masih marah? Kenapa harus marah? Apa aku harus menjadi perawan tua menunggumu menikah lebih dulu? Enak saja"
Kris mendesis dan menatap nyalang Sehun. "Bagaimana aku tidak marah? Gara-gara kau, appa repot-repot menyusulku ke Amerika dan menyeretku pulang lalu memaksaku untuk menikah. Jika kau ingin menikah menikah saja kenapa harus mengorbankan aku. Ck, menyebalkan"
Sehun mencebikkan bibirnya sebal. "Itu karena appa terlalu menyayangimu. Aku mengutuk appa yang sangat sayang padamu sehingga dia tidak mau aku melangkahimu" Ujar Sehun tidak terima.
"Tapi kenapa dengan namja yang tidak aku kenal? Memangnya sekarang masih jaman perjodohan? Astaga! Untuk apa aku ke Amerika jika akhirnya berakhir di jodohkan seperti ini? Sedangkan kau bisa menikah dengan kekasihmu" Sungut Kris kesal.
"YAK! Memangnya kenapa kalau belum punya? Aku masih muda. Aku baru 22 tahun. Aku masih ingin menikmati masa muda, tidak sepertimu. Baru berusia 20 saja kebelet menikah. Astaga! Apa yang kau lihat dari si hitam itu? Aku curiga kau di guna-guna olehnya" Ujar Kris berkilah.