AUTHOR P.O.V
*flashback*
6 mei 2016
Hari itu langit kota Seoul begitu cerah. Awal musim semi di tahun itu menjadi sangat indah bagi Soojung. Pasalnya hari itu ia mengetahui bahwa segala yang ia rancang dalam hidupnya berjalan sesuai rencana.
"Ibu.. aku pergi dulu.." seru Soojung yang berlalu melewati ibunya di dapur.
"Heii Lee Soojung, jangan lupa bekalmu! Astaga.. anak itu selalu saja terburu buru.."
"Nanti biar aku yang antarkan bi bekalnya" jawab Seokjin tiba tiba.
"Jangan kau biasakan memanjakan adik sepupumu itu Seokjin-ah.. sekarang Soojung dulu Soohyun kau sama sama memanjakan mereka."
Seokjin hanya terkekeh mendengar kalimat yang di lontarkan bibinya itu. Memang benar, dulu kakaknya Soojung lah yang selalu ia manjakan.
Tetapi semenjak anak laki laki itu memutuskan untuk melanjutkan studi nya di Inggris, dan kini sudah semakin dewasa, maka tidak mungkin Seokjin memperlakukannya seperti adik kecil cengeng yang bisa ia manjakan lagi.
"Bukan begitu, kebetulan rumah sakit tempatku bekerja melewati sekolah Soojung, jadi sekalian saja.."
"Bibi mu itu sebenarnya iri Seokjin-ah.." ledek seorang laki laki yang sedang menyesap kopi hitamnya.
"Jangan dengarkan pamanmu Seokjin.. cepatlah berangkat, nanti kau terlambat. Ini bekal mu dan Soojung."
"Baiklah aku berangkat dulu.."
"Hati hati Seokjin-ah"
••••••••••••
"Hey Minhyun, aku sedang berbicara denganmu.. ishh" keluh Soojung pada laki laki dihadapannya.
"Aku mendengarkanmu."
"Tapi kau tidak melihatku."
"Tsk.. aku harus melihatmu bagaimana?"
"Ah, sudah lah kau membosankan. Pantas saja kau tidak pernah merasakan manisnya memiliki kekasih."
"Memangnya kau pernah?"
"Tentu saja pernah.."
"Kapan?"
"Tidak perlu tahu kapannya."
"Berarti belum pernah." Jawab minhyun puas disertai dengan senyuman meledeknya
Laki laki itu memang sangat suka menggoda Soojung dan membantah setiap pernyataan yang Soojung lontarkan.
"Hwang Minhyun!"
"Lee Soojung!"
"Kau menyebalkan sekali!!"
"Berkencanlah denganku malam ini!!"
"Shir.. eoh? Apa barusan kau bilang?"
Minhyun hanya tersenyum dan mengacak rambut gadis itu.
"Aku tidak akan mengulanginya. Jam 7 ku jemput dirumahmu. Aku ke kelas dulu." Lalu Minhyun berlari ke kelasnya sambil melambaikan tangannya pada Soojung."
"JAM 7 LEE SOOJUNG! JANGAN LUPA!" Seru Minhyun dari kejauhan.
Sementara itu Soojung hanya diam terpaku. Jantungnya berdegup sangat cepat. Entah apa yang terjadi padanya. Wajahnya memanas, ia rasa ia akan meledak. Tanpa ia sadari senyumannya mengembang.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Moon and The Star
Fanfiction"Kalau ku ibaratkan.. Ia bagaikan bintang yang berhamburan di langit luas.. memenuhi langit malam yang sulit kau tebak.. Bintang yang tidak pernah berubah.. Hanya saja disuatu malam ia akan muncul dan di malam berikutnya ia akan hilang.. Lalu.. Baga...