(6 years later)
Hari ini hujan cukup deras. Tiada matahari di pagi ini. Hari semakin malam. Tapi baru saat pukul 11 malam, Juna baru tiba. Inggid, yang memperdulikan kakaknya itu dengan cepat menemui dan mengajaknya berbicara.
"kak?"
"..."
"kok baru pulang? Mom udah nungguin loh ka."
"eh anak kecil beleran, gak usah deh lo merhatiin gue. Lo itu bukan adek gue. Gue jijik punya adek kayak lo!! Dan btw, itu mom lo!! Bukan gue!"
"kakak kok ngomongnya gitu?"
"Apa??! Mau ngadu lo??? Ngadu sana sama pelakor!"
Mendengar perdebatan mereka, Tiara keluar dari kamarnya
"eh Juna? Baru pulang? Udah makan belum?"
"eh udah deh pelakor diem aja lo! Gue udah muak disini! Gue mau pindah"
Dengan sigap, Juna membereskan bajunya dan pergi.
--------------------------------------------------------------------------------
'tok..tok..tok..'
"Loh? Juna? K-kamu basah! Masuk!"
"makasih"
----------------------------------------------------------------------------------
HAYOOOOO?? SIAPA YANG LAGI NGOMONG SAMA JUNA???

YOU ARE READING
EVERYTHING HAS CHANGED
Teen FictionCerita semacam Cinderella ini dibuat untuk mencairkan suasana. It's not Cinderella. Ini adalah kisah Juna Pratama. Diffrence. Ibu tirinya, Tiara dan adiknya, Inggid tidak akan melukainya. Right. Hanya saja hak Juna saat ayahnya belum meninggal diamb...