Sisil : 2. Mimpi Buruk

43 0 0
                                    

Malam sebelum hari wisuda kelulusan Noach seharusnya membuat gadis yang setahun lebih muda dari Naoch itu gembira, tapi kenyataannya tidak.

Sisil justru gelisah setelah terbangun dari tidurnya ditengah malam.

Dan setelahnya ia tak lagi dapat tertidur, karena mimpi yang dialaminya membuatnya mau tak mau terjaga sepanjang malam.

Dalam mimpinya Sisil tengah berada disebuah tempat yang sangat indah lalu melihat Noach berjalan menghampirinya dari kejauhan, namun ketika semakin mendekat Noach justru melihat kearah lain dan melewati dirinya.
Sisil melihat Noach meraih tangan Liana dan menggema ya erat seakan takut kehilangan. Dan tiba-tiba Sisil terbangun.

Dan itulah alasan mengapa gadis itu tak dapat lagi memejamkan mata setelahnya, ia takut suatu saat mimpi itu benar-benar akan terjadi.

***

Keesokkannya Sisil memutuskan untuk mengejutkan Noach dengan datang ke kosannya untuk pergi bersama kelokasi tempat dilaksanakannya wisuda.

Dan beruntung Sisil bertemu Noach yang baru saja keluar dari kosannya.

Akhirnya Sisil dan Noach pergi bersama menggunakan Grab car yang sudah Noach pesan.

Dijalan tidak banyak obrolan yang terjadi karena Noach biasanya hanya akan berbicara ketika Sisil berbicara lebih dulu selebihnya jika tidak Noach hanya akan terdiam.

Kali itu, Sisil berbicara mengenai penampilan Noach dan melihat sesuatu yang kurang dengan Naoch yaitu 'dasi'.

Sisil selalu merasa bahwa dasi yang Noach selalu pajang di kosannya itu terlihat menarik dimata Sisil, karena entah mengapa itu terlihat seperti sesuatu yg special meski sebenarnya motifnya sederhana.

Sisil berfikir itu adalah pemberian mama Noach, karena Noach sepertinya sangat menyukai dasi itu. Bahkan dasi yang pernah Sisil belikan tidak pernah dipakainya dengan alasan 'dasi yang lama masih sangat bagus dan bisa dipakai'.
Sisil juga memberikan dasi bukan tanpa alasan, karena Sisil ingin sekali memberikan dasi jika ia telah bertemu dengan pria impiannya. Ia selalu bermimpi untuk memasangkan dasi pada pria yang dicintainya, dan itu Noach. Meskipun pada akhirnya ia tahu bahwa bukan dasi pemberiannya yang ia pasangkan tapi Sisil bahagia.

Terlebih setelah akhirnya gadis itu memberi tahu Noach bahwa dirinya sangat menyukai lelaki dalam balutan stelan jas rapih. Yang membuat suasana justru terasa canggung setelahnya karena Naoch Yangs seketika terdiam dan menjadi dingin.

Tapi setidaknya Noach kembali menghangat ketika bertemu keluarga dan teman-temannya, sebaliknya ia kembali dingin ketika kak Fandy membahas tentang 'Liana' seseorang yang Sisil harap tidak datang kembali secepatnya karena Sisil tahu, ketika Liana kembali ketika itu ia akan kehilangan 'Noach' -nya.

***

Setelah acara wisuda selesai, seluruh keluarga dan teman-teman Noach berkumpul bersama di villa berukuran sedang milik nenek Noach.
Semua terasa baik-baik saja dan menyenangkan. Hingga Sisil sadar bahwa sang pemilik acara justru terlihat begitu menyedihkan. Noach ada disampingnya namun terasa seperti 'tidak ada'.

Ketika Sisil mencoba menyadarkan Noach dari lamunannya, perkataan Noach justru menyakiti hatinya.

"Iyah na?" Kalimat itu yang tak hanya Sisil yang tahu maksudnya tapi juga seluruh penghuni ruangan saat itu tahu siapa 'na' yang dimaksud. Dan dengan dua kata itu, Noach memberi tahu seluruh hal yang ada dipikirannya pada semua orang. Bahwa ia tengah memikirkan Berliana Qilla.

Dan tak lama setelah kejadian menyakitkan yang coba Sisil tahan itu, bell yang menjadi mimpi buruk bagi Sisil berbunyi.

Seseorang yang tidak pernah ingin Sisil benci tapi entah sejak kapan Sisil membencinya datang.

Ya dia kembali, kembali dalam hidup Noach.

Dan saat itu juga Sisil merasa sesuatu telah hilang dalam hidupnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 12, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Rain 'N' Heart : The Missing PieceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang