Author P.O.V
"Choi Hara.. kenapa kau diam saja??" Desak Soojung. Ia tahu ada sesuatu yang Hara sembunyikan darinya.
"Bukan apa apa." Sergah Jungkook cepat. Laki laki itu tidak menatap Soojung. Ia justru melemparkan pandangnya pada Hara. Mengisyaratkan suatu hal yang hanya Jungkook dan Hara pahami.
Lalu ia menarik lengan Soojung menjauh. Membawa gadis itu keluar dari kelas. Mencoba mengalihkan suasana dan pertanyaan yang mungkin saja Soojung pendam.
"Lepaskan aku." Soojung menarik lengannya dari genggaman Jungkook. Namun tangan laki laki itu begitu kuat.
"Jeon Jungkook! Lepas.. Sakit.." Soojung terus meronta berharap Jungkook akan melepaskannya. Namun tenaga laki laki ini 2x lebih kuat di bandingkan dirinya.
Jungkook masih menarik lengan Soojung, ia membawanya ke halaman belakang sekolah, tepat di bawah pohon cherry blossom yang sering kali mencuri perhatian gadis itu.
Jungkook melepaskan genggamannya. Ia berdiri berhadapan dengan gadis itu Menghela nafas panjangnya. Menatap lengan gadis itu.
"Maafkan aku.." hanya itu yang terlontar dari bibir Jungkook setelah menatap Soojung.
Ia baru akan melangkahkan kakinya pergi, ketika tangan mungil Soojung berhasil menggenggam lengannya.
"Aku tidak tahu alasan mu meminta maaf Jeon Jungkook. Kau hanya membuatku semakin bingung..." lalu Soojung melepaskan genggamannya. Dan berlalu meninggalkan Jungkook.
Sebuah keterikatan yang aneh. Ada suatu hal yang terus menarik Soojung untuk melihat Jungkook. Namun hatinya tidak bisa memungkiri perasaan bahwa Minhyunlah yang lebih dulu menguncinya.
Soojung masih tenggelam dalam tanda tanyanya. Ketika tangan hangat itu kembali menggenggam tangannya. Tangan yang selalu ia harapkan. Yang berhasil membuat ribuan kupu kupu terbang di dalam perutnya.
Ia berbalik dan mendapati laki laki itu berdiri dengan tatapan yang lurus menatap manik coklat indah yang ia miliki.
"Kau.." belum sempat Soojung melanjutkan kata katanya laki laki itu lebih dulu menyela.
"Begitu pula denganku yang bingung dengan perasaanku Lee Soojung.."
Angin kembali berhembus membuat segalanya kembali sunyi. Soojung menatap lekat laki laki dihadapannya.
"Haruskah aku menyerah pada perasaanku.. Hwang Minhyun?!" Ucap Soojung dalam hati..
•••••••••
*Flashback*
"Kencan? Apanya? hanya jalan jalan di sungai han seperti ini sama saja seperti yang sering kita lakukan Hwang Minhyun, sungguh membosankan."
Soojung terus saja mengeluh tentang ajakan Minhyun tadi siang. Kencan yang di maksud Minhyun sangat berbeda dengan ekspektasi Soojung.
Bahkan Soojung dengan sengaja memoleskan sedikit riasan di wajahnya, dan menata sedikit rambutnya.
"Memangnya apa salahku? Kau saja yang terlalu berlebihan menanggapinya." Sanggah Minhyun.
"Heeii, Hwang Minhyun yang terhormat, apa kau tahu apa arti dari kencan? Kalau ini bukan kencan ini adalah rutinitas kita." Balas Soojung sedikit kesal.
Soojung masih sibuk menggerutu ketika Minhyun menggantungkan sesuatu di hadapannya. Sebuah kalung dengan liontin bulan sabit yang indah.
Soojung hanya menatap Minhyun dan kalung itu bergantian. Nampak ekspresi bingung yang tergambar di wajahnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Moon and The Star
Fanfiction"Kalau ku ibaratkan.. Ia bagaikan bintang yang berhamburan di langit luas.. memenuhi langit malam yang sulit kau tebak.. Bintang yang tidak pernah berubah.. Hanya saja disuatu malam ia akan muncul dan di malam berikutnya ia akan hilang.. Lalu.. Baga...