Kutatap pintu coklat di hadapanku.
Diriku mulai di kendalikan rasa rindu yang luar biasa. Air mataku mulai menggenang dan rasanya aku butuh tenaga yang kuat demi menahannya. Belum bertemu saja rasanya aku akan meledak ketika melihat pintu asrama ini.
"Hyuna-sshi, telepon aku jika kau sudah ingin di jemput ya." manajer kim menyadarkan-ku.
Aku mengangguk, pria itu kemudian keluar dari halaman dorm Perfect Ten dengan van hitam. Kembali ku tatap pintu itu. Telah 1 tahun kutinggalkan dorm ini. Tempat dimana kurasakan hangatnya sebuah persahabatan, persaudaraan, dan cinta. Tempat dimana yang ku memiliki 10 oppa.
Tiba-tiba, ingatanku teringat pada kejadian 8 bulan yang lalu. Seseorang yang sangat berarti bagiku, satu-satunya keluargaku
- weisamchon - tewas dalam suatu kejadian Kecelakaan pesawat saat aku kembali ke seoul. Rasanya aku ingin menangis setiap malam, hingga rasanya air mataku mulai mengering dan tak bersisa. Baru saja aku masuk ke kelas training, berharap weisamchon menggantikan eomma melihatku debut. Namun sepertinya tuhan berkehendak lain, membuatku hidup sebatang kara di dunia ini. Sungguh, aku selalu merindukan mereka- eomma dan weisamchon. -
Di depan pintu dorm Perfect Ten.....
Kutarik napas dalam-dalam kemudian menghelanya perlahan. Segera ku hilangkan kesedihan yang selalu datang menghampiriku setiap kali memikirkan weisamchon. Aku harus tetap sabar dan mengikhlaskan-nya, agar ia bahagia di surga sana bersama eomma. Aku pun akan mulai kembali untuk berfokus pada boyband Perfect Ten yang akan segera ku temui, sambil kuangkat kedua sudut bibir.
Pertama kali masuk dorm....
Aku kangen akan kenarsisan sang leader, lee junsu. Ingin didandani lee hawon & Han jinki, lagi. Masak bersama sung joonki. Kelembutan jung jinho. Ceplas - ceplos khas Choi yongjoon. Senyum ramah jang jihoon. Si tukang makan kim Donghee. Nada bicara ketus dari song Yongjin.
Dan yang paling kurindukan tentu saja Cho Jongwoon. Pria yang mengisi hatiku dengan setiap kasih sayang-nya, pria yang telah mencuri perhatian-ku tanpa kusadari. Aku merindukan suaranya yang merdu. Kangen sihirnya yang menenangkan setiap kali hatiku resah.
Krittt.... Krittt......
Akan tersentak kaget tiba-tiba mendengar suara pintu terbuka. Wajah imut junki oppa yang memperlihatkan senyum manisnya terlihat senang menyambut-ku.
"Sudah datang?" serunya sembari membesarkan mata sipit-nya penuh semangat.
"Kami sudah menunggumu dari tadi".Junki oppa mempersilahkanku masuk dengan sangat sopan. Ia melipatkan tangan kiri nya di balik punggung, kemudian sebelah tangan nya mempersilahkanku masuk sambil sedikit membungkukkan badan.
"Oppa, kenapa bersikap seperti itu?" tanyaku tanpa mampu menyembunyikan tawa yang terasa geli melihat tingkah-nya.
"Kau kan calon artis terkenal. Tentu saja aku harus memperlakukan-mu dengan baik," gurau junki oppa sambil tertawa.
Kulangkah-kan kaki masuk, dan junki oppa tiba-tiba sudah mulai ikut berbaris rapi dengan member lainnya. Dahi ku berkerut sejenak melihat formasi barisan yang sangat lurus ke samping, menyambutku di dekat pintu. Mata ku langsung ter-arah oleh sosok Jongwoon oppa yang berdiri di baris ke-3 di antara 10 pria yang sedang menatapku dengan berbagai ekspresi wajah masing-masing di tiap member.
Dadaku terasa sesak.
Jongwoon oppa terlihat berbeda dengan terakhir kali aku bertemu dan melihatnya. Ia terlihat lebih dewasa, mata sipit yang sedikit lebar dengan tatapan teduh itu lah yang paling ku rindukan pada-nya setiap saat.
-------------------------------------------------------------
*Oppa = panggilan perempuan kepada kakak laki-laki/yang lebih tua.
*weisamchon = paman
(dari pihak ibu).
*eomma = ibu.Note :
Maaf ya chingu, author baru up sekarang, semoga kalian tetap like untuk memberi
vote 🌟 dan 💬 ya!!!GOMAWO ^O^

KAMU SEDANG MEMBACA
SUPER GIRLS [REVISI]
ChickLit"Kita akan terus menciptakan kenangan indah untuk dikenang saat tua nanti." - Cho Jongwoon - "kau tidak perlu tahu bagaimana aku tahu tentang hubungan kalian, kau hanya perlu bersiap-siap menerima cintaku. Kali ini bukan akting lagi." - Kim Johan -