Hari masih cukup terang namun telah menjelang gelap saat para gadis kembali ke penginapan. Nala yang sudah kembali ke kamar terlebih dahulu sedang mengeringkan rambut.
"Aku duluan ya yang mandi?" usul Amy.
"Ya, boleh banget. Aku masih pengen geletakan nih." Timpal Lea.
"Kalau gitu aku habis Amy deh." Tambah April.
"Wow, tumben sekali kalian berebut ingin mandi?" tanya Nala, "Pasti buru-buru ingin ketemu sama cowok-cowok Korea ya?" goda Nala kembali.
"Eh, tadi siapa ya yang bilang kalau acaranya jam delapan malem? Kalau kita nggak segera beberes, bisa telat. Kan nggak sopan kalau sampai telat." Ujar April berkilah.
"Tau deh, kan kamar mandi cuma satu, dan yang mau mandi berempat. Untung kamu udah balik duluan, La." Timpal Lea. Saat itu Amy sudah masuk ke kamar mandi.
"Sorry deh sorry, bercanda doang kok." Balas Nala sambil terkekeh senang karena bisa menggoda teman-temannya.
"Lagian bukannya kamu sendiri yang pengen cepet-cepet ketemu sama oppa-mu itu?" tanya Lea.
"Psst, bukan oppa, kan si doi lebih muda." Timpal April.
"Ha? Serius?" Lea sedikit terkejut.
"Ih, kan tadi pagi Nala udah cerita. Pasti kamu nggak merhatiin ya?"
Nala hanya bisa geleng-geleng kepala memperhatikan pembicaraan Lea dan April yang jauh lebih heboh daripada reaksinya sendiri atas kejadian tadi malam.
Waktu masih menunjukkan pukul 19.21 saat keempat gadis-gadis penginapan telah selesai bersiap-siap. Lea tampil paling mencolok dengan mini dress bermotif dengan belahan lebar di bagian dada, bra-nya yang berwarna hitam menyembul centil saat Lea sedikit menunduk. Sebaliknya, Nala dan April berdandan kasual, Nala mengenakan oversized sweatshirt warna biru muda dipadu dengan celana warna putih, sedangkan April mengenakan crop top bermotif nuansa salem dengan celana kulot gelap yang nyaman. Amy sendiri berdandan seperti biasanya, tampak anggun dan feminin dengan long dress hitam tanpa lengan dan mengalungkan scarf merah maroon bermotif dan topi anyaman lebar.
Meskipun semuanya telah bersiap, Nala masih tampak gelisah.
"Hey, jangan bengong, La. Mau jalan sekarang aja? Nggak masalah kan guys kalau kita sampai lebih dulu?" tawar Amy yang disambung dengan anggukan Lea dan April.
"Ng, aku masih gelisah, tidak tahu harus bersikap seperti apa saat bertemu Namjoon lagi." Ucap Nala menundukkan kepalanya.
"Menurutku sih kamu bersikap seperti biasanya aja, La. Kalau kamu gelisah terus, suasananya bakal canggung. Apalagi kita semua nggak ada yang bisa Bahasa Korea." Usul Lea.
"Yap, setuju sama Lea. Biasa aja, La. Aku yakin Nam, Nam, siapalah itu, paham situasi kalian kok. Makanya dia mengusulkan makan malam ramai-ramai kan?" tambah April.
"Namjoon, Pril, Namjoon." Sela Amy.
"Oh, sorry, Namjoon." Koreksi April.
"Kita semua santai aja, bersikap seperti pertama kali kita semua ketemu, berkenalan, makan-makan, happy aja, La. Apalagi kita semua udah kece begini, ya nggak?" tambah Lea sambil meminta persetujuan dari Amy dan April.
"Setuju!" seru Amy dan April hampir bersamaan. "Tumben hari ini aku selalu setuju sama Lea." Tambah April lagi.
"Kurang ajar kamu, Pril. Meskipun tukang asal ngejeplak, tapi omonganku ini seringkali bener lho." Tukas Lea cepat.

KAMU SEDANG MEMBACA
Connected by The Sea
FanfictionNamjoon, dibawah nama panggung RM, seorang rapper, penulis lirik dan lagu, produser, sekaligus anggota BTS, salah satu grup K-Pop yang saat ini sedang naik daun. Karya-karyanya semakin banyak diterima oleh penggemar, tidak hanya di Korea saja namun...