Bagian Enam - Promise

6 1 3
                                    

Pagi hari di hari keempat Nala berada di Bali, dia merasa gelisah. Nala menyadari sebuah fakta bahwa besok Namjoon akan kembali ke Korea. Mengingatnya saja sudah membuatnya lesu. Bahkan Nala tidak berada dalam mood yang baik untuk melanjutkan tulisannya. April, Amy, dan Lea yang tengah menikmati sarapan mereka hanya saling pandang dan mengangkat bahu, tidak tahu harus berkomentar apa.

"Apa yang akan kamu lakukan hari ini?" tanya Amy pada Nala.

"Mungkin aku akan menulis di lobby atau di pinggir pantai, atau jika terlalu terik aku akan menulis di cafe." Jawab Nala ogah-ogahan, dia hanya memutar-mutar sendoknya di atas piring yang masih berisi separuh nasi goreng.

Setelah saling menatap, April akhirnya buka suara, "Kamu hubungi dia deh, tanyakan apa agendanya hari ini."

"Apa? Kamu nggak sedang bercanda kan? Sudah pasti dia akan bersenang-senang dengan teman-temannya."

"Tapi nggak ada salahnya kan kalau kamu tanya? Kamu jangan berpikir berlebihan dulu deh. Apapun kemungkinannya layak kamu coba. Apalagi besok dia sudah pulang kan?" tanya Lea semakin memperburuk suasana hati Nala.

"Setuju. Kalau misalnya dia memang sibuk, setidaknya dia akan kepikiran kalau kamu menghubunginya. Buat dia memikirkanmu." Saran April.

Setelah ketiga temannya memisahkan diri untuk melakukan aktivitas mereka, Nala merenungi saran mereka. "Apa iya ya, aku coba hubungi Namjoon? Tapi bagaimana kalau Namjoon tidak bisa menemuiku untuk terakhir kalinya di sini? Aku pasti akan semakin tidak bersemangat untuk beberapa waktu kedepan. Lebih baik tidak tahu apa-apa daripada begitu ceritanya." Batin Nala tidak karuan.

Namun mengingat saran April 'buat dia memikirkanmu' sepertinya pantas untuk dicoba. Nala tidak ingin menderita sendirian. Akhirnya dia mengetikkan pesan untuk Namjoon sesuai saran dari teman-temannya.

Hampir tiga puluh menit tidak ada balasan dari Namjoon, hati Nala semakin tidak karuan. Laptopnya sudah mati sejak beberapa menit yang lalu karena tidak ada aktivitas, Nala benar-benar tidak mood mengetik. Akhirnya Nala memakai sepatu, mengambil kamera, topi anyaman lebar kesukaannya, dan kain katun lebar untuk menyusuri pantai sambil mengambil beberapa foto. Nala ingin menyegarkan dirinya sejenak.

Nala berjalan beberapa saat di pantai, saat itu masih sekitar pukul sembilan dan suhu maupun cuaca sangat mendukung untuk beraktivitas di luar. Sambil berjalan, Nala mengambil beberapa foto panorama, juga portrait beberapa turis yang sedang menikmati waktu pagi mereka. Tidak berapa lama kemudian, di balkon sebuah restoran yang terletak di pinggir pantai terlihat Jin dan Taehyung sedang berdiri menikmati indahnya pemandangan. Sebentar kemudian mereka berbalik badan, berbincang-bincang dan sesekali tertawa. Nala memperhatikan dengan sedikit mengernyitkan dahi. Lalu mereka berdua menghilang dan berganti dengan Hoseok, beberapa menit kemudian Namjoon muncul dan berdiri di samping Hoseok. Mereka melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Jin dan Taehyung sebelumnya.

Mau tidak mau Nala berhenti di situ dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh mereka. Lalu Hoseok menghilang, hanya tinggal Namjoon saja. Namjoon masih berdiri di situ lalu berbalik menghadap kearah pantai. Nala tampak kebingungan dengan adegan yang barusan dia lihat. Lalu kebingungannya terjawab setelah ada seseorang yang memegang kamera berjalan kearah Namjoon dan mengkoordinasikan suatu pose.

Nala memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjepret beberapa gambar dengan Namjoon sebagai portraitnya. Photo session apa yang sedang dilakukan oleh Namjoon dan teman-temannya membuat Nala bertanya-tanya. Sepertinya photo session yang serius, seperti yang akan digunakan untuk iklan atau sampul. Nala kembali berjalan, teringat bahwa pesannya belum dibalas Namjoon sama sekali.

Hari sudah mulai terik, Nala memutuskan untuk berhenti di depan minimarket dan membeli minuman kaleng dingin. Saat itulah telepon selularnya berbunyi, pesan singkat dari Namjoon.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 15, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Connected by The SeaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang