"Vica? Kau disini?" Tampak terkejut dengan kehadiran Vica.
Seorang laki-laki terkejut melihat Vica yang berdiri di sampingnya. Mungkin bukan terkejut melihat kehadiran Vica. Tapi alasan yang membuat Vica berada dan menemui laki-laki itu di tempat ini. sebuah ruangan yang menjadi akhir tugas para mahasiswa yang hampir selesai.
Vica hanya tersenyum dan melihat penampilan laki-laki di depannya itu.
"Hai? Kau sudah selesai?"
Perlahan kekagetan yang tampak di wajah laki-laki itu pudar seiring dengan pertanyaan Vica.
"Um.. iya, ada apa? Dimana Julie?"
"Ow. Disini ada aku Demian. Untuk apa kau mencari Julie yang tidak ada?"
Laki-laki itu mengerutkan keningnya mendengar penjelasan Vica. Mungkin dia berfikir sikap Vica yang berubah, tidak seperti biasanya.
"Apa maksudmu, Vica?" Demian bingung, dan mencoba mencari keberadaan Julie. Kekasihnya itu.
"Ayolah Dem, ada yang lebih penting daripada membahas seorang Julie.."
*****
Kini Vica dan Demian sudah ada di taman belakang kampus tempat Demian belajar selama kurang lebih 4 tahun. Mereka duduk berdampingan di kursi taman.
"Ada apa, Vica? Apa ada hal penting sehingga membuatmu datang kemari?"
Oh rupanya kau sudah tidak sabaran,babe.. baiklah aku berjanji akan membuat semuanya berjalan cepat.
Vica tersenyum. "Setelah ini. Kau akan bekerja dimana, Dem? Divisi keuangan di perusahaan orangtua ku sedang membutuhkan orang. Apa kau berminat?"
"Benarkah? Tapi perusahaan orangtua mu adalah perusahaan besar Vica. Itu tidak akan mudah"
Lagi-lagi Vica tersenyum. Kali ini senyumannya berbeda. Terlihat seperti seringaian licik.
"Mudah saja. Asal ada syarat yang harus kau penuhi.."
Demian terlihat tidak yakin namun tetap saja mengangguk.
"Jauhi Julie.."
Demian terkejut mendengar persyaratan yang di ajukan oleh Vica. Mungkin Demian bingung. Bagaimana mungkin persyaratan bekerja harus membawa urusan pribadi seperti ini? Dan korbannya adalah kekasihnya, Julie.
"A-apa?! Tidak!! Jangan harap aku menjauhi Julie. Kau pikir aku sudi bekerja di perusahaan itu? Tidak!"
"Akan aku buat sudi Demian. Kau tau? Orang tua ku sangat berkuasa disini.."
"Tapi Julie, kekasihku.. dan kau? Ada apa denganmu Vica? Kau bahkan sahabatnya selama ini.."
"Tidak lagi, Demian.."
Jawaban Vica membuat Demian mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Ayolah Dem, kau tidak perlu khawatir jika harus kehilangan Julie. Masih ada aku yang akan menyukaimu setulus hatiku.."
Vica tersenyum sangat manis. Namun tampaknya membuat Demian sangat muak dan risih. Mungkin di lain waktu senyum Vica adalah yang terbaik yang pernah Demian lihat. Namun di saat ini saat setelah mendengar pengakuannya membuatnya muak. Namun Vica tetap tidak peduli.

KAMU SEDANG MEMBACA
[2] She is Victoria
RomanceVictoria De Hazl adalah anak pertama dari kelahiran yang kembar dari pasangan Leovan De Hazl dan Miranda Lordham yang saat ini menjadi Miranda De Hazl Pemilik Hazl'Group yang ternama di Indonesia. Victoria sudah lama menyukai seorang pria bernama De...