3.Tanya

575 92 27
                                    

     Sejak kejadian tempo lalu saat Daniel tidak sengaja menumpahkan air panas pada Seongwu, hubungan Daniel dan saudaranya Euigeon kembali renggang .Memang mereka tidak pernah akur tapi kali ini terasa beda, Daniel tidak tau alasan kenapa Euigeon sangat membencinya.
Bahkan Euigeon terlihat lebih dingin dan sengit pada Daniel mulai kemarin.

"Euigeon Aku sudah membuatkan sup rumput laut untukmu.makanlah dulu sebelum berangkat kekantor" Bujuk Daniel pada Euigeon yg sedang merapikan jas nya didepan cermin kamarnya.ya Daniel memang bisa memasak, Sengaja Daniel membuatkan makanan kesukaan Euigeon, siapa tau dengan ini bisa sedikit mengurangi kemarahan saudaranya itu.

"Siapa yg menyuruhmu masuk kekamarku? Keluar!... Aku tidak mau makan masakanmu,....kenapa kau slalu menyulitkan keadaanku hah?!" Bentak Euigeon. Jujur Daniel tidak mengerti apa yg dikatakan saudaranya. 'Menyulitkan keadaan' apa??
Saat Daniel ingin bertanya, Euigeon sudah beranjak keluar dengan suara keras bantingan pintu menggema pada hening serta dinginya rumah besar itu. Untung kedua orangtua nya tidak ada dirumah karna urusan pekerjaan masing masing.

Daniel sedih, Sangat sedih
Kemana perginya sifat hangat dan penyayang Saudaranya itu. Apa yg Dia lakukan sampai Euigeon berubah.

...

"Bagaimana ini, masuk tidak ya?"

Seongwu binggung. Apakah Ia sebaiknya pulang atau masuk. Sekarang ini dia sedang berdiri didepan rumah Euigeon dan Daniel yg entah mengapa pintunya terbuka dengan lebar.
Setelah kejadian kemarin, kakinya yang melepus sekarang sudah agak sembuh, dia menyesal. Menyesal mengatakan kata yang seharusnya tidak Ia katakan pada Euigeon.

Ia sendiri belum terlalu yakin pada kata kata nya kemarin. Ingin Ia meminta maaf pada Euigeon dan menjelaskan semuanya.
Bagaimana sekarang? Ia harus masuk atau tidak? Bagaimana kalau Euigeon marah, karna Seongwu tau kalau sebenarnya Euigeon sudah tertarik dan mulai menerima Seongwu. Tapi malah sekarang Seongwu memiliki pemikiran dan perasaan yg berbeda walau Dia belum sepenuhnya yakin dengan itu.

Brak!

Lamunan Seongwu buyar karna mendengar suara ribut dari dalam rumah. Tanpa pikir panjang Seongwu langsung berjalan cepat memasuki rumah mewah itu. Namun Dia tidak menemukan siapapun didalam rumah.

"Euigeon?!" Panggil Seongwu agak keras mencari keberadaan si Tuan rumah,"disini!".Dengan cepat Seongwu mencari arah suara tersebut.
"Daniel.... Apa yang Kau lakukan dibawah meja?" Seongwu bingung menemukan Daniel yang berjongkok di bawah meja makan dengan memegang raket nyamuk.
"Aku sedang sembunyi Hyung, ada serangga didalam rumah. Apa Hyung tidak melihatnya?"jawab Daniel agak berbisik. Apa dia takut kalau perkataannya didengar serangga(?).

"Yaampunnn kamu takut serangga? Mana serangganya.. Sini biar Hyung yang tangkap"jawab Seongwu congkak.Daniel pun keluar dari bawah meja bersembunyi dibelakang Seongwu."Disitu hyung, terbang diatas bunga.. Diatas meja tamu" Jawab Daniel dengan menujuk objek tersebut dengan raket nyamuknya.
Merekapun mendekat.

"AAAAAA!!LEBAH NIEL!!... ITU LEBAH GEDE AMAT. HYUNG TAKUT!!jerit Seongwu yg berlari meninggalkan Daniel bersembunyi dibawah meja makan yg tadi ditempati Daniel.

"YAK!! TADI KATANYA HYUNG TIDAK TAKUT SERANGGA?" Daniel ikut berlari menyusul Seongwu yg bersembunyi.

"Dimana semua pelayan dirumahmu? Kenapa kau tidak menyuruh mereka menangkapnya?"
"Semua pelayan hari ini libur Hyung,aku dirumah sendirian" Jawab Daniel agak kesal."jadi sekarang Kita harus gimana Hyung?"lanjutnya,mulai kepanasan dia berdempetan dengan Seongwu.entah kenapa jantung Daniel berdetak dengan cepat, mungkin karna takut serangga kali ya(?).
"Emm..... Ahaa!! Hyung punya ide!" Jawab Seongwu dengan semangat, entah apa yang dia rencanakan.

2 SISI (ongniel)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang