Terbaliknya Keadaan

1 0 0
                                    

Eps:01

Aku berdiri di teras sembari menunggu reda nya hujan. Harap harap cemas dengan waktu yang tak mau mengerti. Waktu berjalan begitu cepat ya sekarang sudah pukul 06.30 saja normalnya anak sekolah sudah berangkat dari rumah menuju sekolah sementara aku?  Aku masih saja termenung menunggu hujan sampai kapankah penantian ini?!  Huuft capek.

Keadaan ini jauh lebih buruk sejak papa ku meninggalkan ku pergi entah kemana .wanita brengsek itu membawa papa pergi dan tak kembali sehingga mama pun seperti ini sering pulang malam, dan tak memperhatikan aku.

Dulu aku adalah fania si ratu sosialita yang mempunyai segalanya keluarga,barang barang mewah, dan kebahagiaan yang lengkap tapi sekarang lihatlah semua berbanding terbalik. Mama berjuang sendiri untuk menghidupi ke-3 anaknya yaa... 3. Aku, Bang Bintang, dan Adit .

Bang bintang yang susah diatur yang slalu pergi ke diskotik untuk berhura hura membuatku pusing setiap saat di tambah Adit saudara kembar ku yang tidak identik itu selalu saja keluyuran bersama pacar nya. Menghabiskan uang kami sehari hari. Kesimpulan nya hanya akulah yang penurut dan baik hati yang selalu menghargai kerja keras mama.

Sudah pukul 06.45 tapi hujan belum berhenti juga aku harus bagaimana?  Masa ga masuk sekolah lagi?  Yang ada nanti mama yang di panggil ke sekolah ,aku ga mau kasian mama aku harus berangkat bagaimanapun caranya.

Kuputuskan tuk berjalan kaki menuju sekolah ku ya walau jarak nya lumayan jauh dan nanti pasti.... pasti aku terlambat lagi deh. Yasudah tak apa yang penting sekolah. Semangat fania demi mama. Ya itulah motivasiku demi mama ku.

15 menit aku berjalan tapi masih saja belum sampai mana udah masuk lagi. Ingin ku naik taksi tapi uangnya ga cukup aduh sudahlah aku lari saja.
Akupun berlari dengan sisa tenaga yang ku punya. Tiba tiba sebuah mobil mewah berhenti di depanku. Aku juga ikut menghentikan langkahku ku perhatikan baik baik dan tak lama seseorang keluar dari mobil. pintu depan dan belakang terbuka bersamaan dan turunlah seorang pria dan wanita dari arah yang berlawanan.

Mataku memicing mengamati kedua nya seperti kenal tapi siapa?  Aku mencoba mengingat ingat tapi sudahlah aku takkan pernah ingat karna pikiranku yang bingung bagaimana aku sampai ke sekolah.

Pria itu membuka kacamata nya dan ternyata... Dia adalah PAPA.

Mataku membulat menatap wajahnya yang jauh beda dari yang dulu. Papa sangat mementingkan penampilan glamour nya yang begitu berkelas yaa ga lupa juga itu karna wanita penghianat itu. Anita sahabat mama yang tega merebut papa ku sekarang. Dasar pelakor! Ckk miris dirasa kehidupan kami terlebih mama yang menderita akibat ulah papa yang sering kali bergonta ganti wanita. Dasar playboy.

"Ada apa papa kemari? " tanyaku ketus dengan penuh penolakan.

Aku mengalihkan pandangku dari papa dan anita benar saja aku harus melihat makhluk tak senonoh ini jijik.

Papa mendekat ke arahku

"papa hanya mau menemuimu nak! "

Cih sok halus biasanya juga ngebentak bentak mama najis.

"Nemuin aku?  Buat apa?  Bukankah hidup papa hanya untuk wanita licik ini?! " sahutku dengan penuh amarah menatap papa dan anita

"FANIA!! " bentak papa keras

Aku memberanikan diri menatap papa

"bukannya aku bener ya pa?! Sungguh kasihan mama mempunyai suami kayak papa yang ga tau terimakasih atas apa yang ia berikan sedangkan papa enak enak selingkuh sama sahabatnya apa itu sahabat yang beraninya tikung kanan kiri? Menjijikkan!" ucapku sedikit terkekeh miris.

"Fania kamu ga boleh ngomong seperti itu pada istri papa! " bentak papa

"ooh istri?!  Istri yang rebut suami orang itu istri ini tuh PELAKOR papa! " teriakku

"Kamu ini benar benar anak ga tau diri ya fania!" ucap papa marah

"TERSERAH PAPA MAU BILANG FANIA APA YANG JELAS FANIA CAPEK YA BERANTEM SAMA PAPA KARNA ULAH PELAKOR INI LAGIAN FANIA UDAH TERLAMBAT FANIA HARUS KE SEKOLAH! " ucap ku pergi secepat nya dari hadapan mereka

Akupun berlari sekuat tenaga dan sampailah aku yang jelas sudah telat sih. Jelas saja ini udah pukul 08.00 artinya satu jam aku di jalan dan pasti meja piket sudah menantiku lagi dan aku siap di hukum lagi.

Benar saja saat aku hendak membuka gerbang bu maya sudah teriak duluan dari belakang ku.

"Hey kau berhenti disana bocah! " teriaknya keras dengan logat batak nya itu.

Akupun dengan malas berhenti di tempat menunggu guru favorit ku datang menjemput ku.

"Beraninya kamu telat lagi ya ! sudah berapa kali ibu peringatkan kamu ha?  Ga kapok di hukum kau?! " bentak nya sekaligus bertanya

"Yaa maaf bu saya kan telat juga karna nunggu hujan nya reda bu kata pepatah itu lebih baik terlambat menuntut ilmu daripada tidak sama sekali bu ini juga saya usahain ko ga telat  tapi juga telat akhirnya! " ucapku membela diri

"hallah kau ini mengeles saja bisanya pake bawa kata pepatah lagi!  Hey nia kau kira sekolah itu main main apa kerjaan kau ini telat terus telat terus ga kasihan kau sama mak bapak engkau?! " oceh nya panjang kali lebar kali tinggi

"yaa makanya bu saya dateng ke sekolah meski telat itu karna kasihan sama mama saya yang sampai ga pulang kerumah karna kerja bu saya sudah berusaha ini bu! " ucapku memelas

"yasudah lah sekarang kau ikut ibu menemui kepala sekolah! " ucap bu maya

"loh kenapa bu biasanya ga gini tuh? " tanyaku bingung

"tak apa kepala sekolah ingin bicara pribadi sama kau nia! Ayo cepat! " ucapnya menarik lenganku

Hening. Sunyi menyelimuti ketika aku dan bu maya masuk ke dalam ruangan kepala sekolah. Benar saja Anita sudah menunggu kami. Ya sebenarnya anita si pelakor adalah kepala sekolah ku. Makannya setiap aku terlambat aku bisa keluar masuk dengan mudah tanpa harus menemuinya. Semua orang tau itu kalau anita sosok yang di anggap bijaksana dan berwibawa adalah seorang pelakor sebenarnya, ia hanya menyembunyikan nya ketika berada di lingkungan sekolah tapi aslinya kami tahu semuanya.

Aku di tinggal berdua dengan anita yang dari tadi diam seperti mengamati aku. Emang aku ini artis apa hellow dulu iyya artis tapi mendadak redup setelah papa gue nikah lagi sama lo anita. Gue jadi jarang photoshop modeling dan lain lain atau singkatnya gue pensiun jadi artis puas lu?

"Duduk fania! " ucapnya datar

Akupun duduk dengan kesal sambil mengalihkan pandangan dari nya.

"fania! " panggilnya pelan

"apa?! " ucapku ketus

"Ibu tau kamu belum bisa menerima ibu sepenuhnya sebagai mama kamu tapi ibu mohon anggap ibu sebagai mama kamu nak yang punya hak untuk menyayangimu dan mencintai kamu seperti anak ibu sendiri! " ucapnya memohon

Aku langsung beralih menatapnya

"ibu mohon nak biarkan ibu tenang menjadi istri ke 2 papa kamu! "

"eh buk enak banget ya ibu ngomong gitu karna ibuk saya begini karna ibuk mama saya jarang pulang bahkan ga pernah pulang karna ibu saya kehilangan segalanya dan karna ibuk papa ga inget sama keluarga nya karna ibuk kehidupan saya berantakan! Asalkan ibu tau saya ga akan pernah bisa nrima ibuk sebagai mama saya yang benar saja saya menerima pelakor seperti anda! " ucapku penuh kekesalan

PLAK!!

Tamparan keras mendarat di pipiku. Air mataku menetes sedikit demi sedikit.

"Asalkamu tau fania papa kamu yang memaksa saya untuk menikah dengan nya karna mama kamu sudah ga sanggup merawat kamu nak! " ucap anita penuh dengan tangis

"enggak!!  Lo aja yang ga tau gimana sikap papa ke kita liat ga lama lagi lo bakal di selingkuhin sama dia dan jangan harap gue mau bantuin lo! " ucapku marah dan pergi begitu saja dari situ.

Thanks udah mampir gaes beri apresiasi nya yhaa 😂👌

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 19, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pacar Dunia maya Vs Gebetan Dunia nyataTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang