Stand still

30 2 0
                                    

Author P.O.V

Dentuman musik EDM yang Jungkook dengarkan melalui earphone nya terdengar samar samar di telinga Soojung.

Pagi ini mereka kembali dipertemukan di dalam bis menuju sekolahnya. Sebenarnya bisa saja Soojung berdiri, namun ia juga tidak ingin melewatkan kesempatan untuk duduk di bis yang biasanya penuh sesak itu.

Jungkook masih belum merubah posisinya, dan fokus pada jalan raya, ia berusaha untuk tidak melakukan sebuah kontak dengan gadis di sebelahnya. Begitu juga dengan Soojung.

Sejak kejadian dibelakang sekolah itu, keduanya menjadi canggung. Entah mengapa perasaan mereka menjadi sedikit tidak karuan.

Semalaman Soojung berkali kali membasuh wajahnya dengan air. Bahkan Seokjin sampai harus menyeretnya keluar kamar mandi ketika ia hampir membasuh wajahnya lagi entah untuk yang keberapa kalinya.

"Tidak.. aku tidak boleh perduli dengan laki laki itu. Kenapa juga aku jadi memikirkannya terus seperti ini." Pikir Soojung semalaman, yang membuat lingkaran hitam dibawah matanya terlihat sangat jelas.

Berbeda dengan Soojung, Jungkook justru hanya sibuk berguling guling di tempat tidurnya, dan berakhir menenggelamkan kepalanya di antara tumpukan bantal. Namun tetap terjaga semalaman penuh.

Jungkoook hanya menyesal, kenapa juga ia harus mengatakan hal semacam itu pada Soojung.

"Begitu pula denganku yang bingung dengan perasaanku Lee Soojung." Kalimat itu sukses membuat kepala Jungkook sakit semalaman. Kalimat bodoh yang tiba tiba saja keluar dari mulutnya.

Yang Jungkook pikirkan hanya semoga saja si bawel Soojung itu tidak akan berpikir yang macam macam.

•••••••••

Jungkook bergegas berdiri untuk turun di halte dimana ia dan Soojung harusnya turun. Tetapi gadis diseblahnya itu justru tidak bergeming sama sekali, dan masih memejamkan kedua matanya.

"Hey.. Lee Soojung, bangun, kau menghalangi jalanku." Bisik Jungkook, sambil menyentuh pundak Soojung dengan ujung telunjuknya.

Tetapi sang empunya nama masih saja memejamkan matanya.

"5 menit lagi Oppa.." jawabnya santai sambil mengacungkan kelima jarinya. Masih tanpa membuka matanya.

"Apa apaan ini.." batin Jungkook.

"Kau mabuk Lee Soojung? Cepat bangun bis ini akan segera berangkat lagi, kalau kau mau bolos jangan libatkan aku." Ucap Jungkook pada Soojung, yang masih tidak bergerak.

Tiba tiba saja pintu bis itu kembali tertutup dan kembali melaju. Ketika bis itu berjalan sontak Jungkook yang sedang berdiri kembali tertarik ke tempat duduknya.

"Aah.. ahjusshi.. tunggu dulu.. aku.. ak.." lalu Jungkook mendenguskan nafasnya sambil menatap halte pemberhentiannya yang semakin menjauh.

Jungkook hanya mengusap tengkuknya yang terasa panas tiba tiba. Ingin rasanya ia berteriak kepada gadis di sebelahnya dan menjambak rambutnya.

"Kenapa kau tidur di dalam bis begitu nyenyak Lee Soojung.. ini bukanlah kamarmu.." gerutu Jungkook dengan giginya yang di rapatkan.

Apa boleh buat bis yang ia tumpangi bergerak semakin menjauh dari tujuannya.

•••••••••

Soojung tiba tiba saja membuka matanya, ia sangat terkejut ketika ingat bahwa ia sedang berada di dalam bus.

"Astaga! Bodohhh!! Bagaimana bisa aku ketiduran!!" Runtuk Soojung sambil menepuk keningnya.

Tiba tiba saja sebuah suara menyahut dari sebelahnya.

"Ini bukan ketiduran, kau justru tidur sangat nyenyak, sampai sampai bis ini membawa ku kembali ke rumahku." Celetuk Jungkook yang terlihat sangat berantakan. Sambil menunjuk halte pemberhentian berikutnya yang sangat dekat dengan rumahnya.

Entah sudah berapa kali Jungkook memijat pelipisnya dan mengusap wajahnya. Wajahnya menyiratkan kekesalan.

"Kenapa kau masih disini?" Tanya Soojung polos.

"Menurutmu aku harus turun melalui jendela ini jika kau menghalangi jalanku seperti tadi hah? Tas besarmu itu bahkan tidak bisa aku singkirkan karena kau memeluknya sangat erat." Jawab Jungkook sambil memukul mukul tas sekolah Soojung.

"Minggir aku mau turun. Kalau kau masih mau berjalan jalan, lanjutkan saja, asal jangan libatkan aku." Lanjut Jungkook ketus.

Sekarang justru Jungkook yang terlihat seperti Soojung tanpa ia sadari. Soojung kemudian berdiri dan mendahului Jungkook turun dari bis itu.

Sementara Jungkook menyusulnya dari belakang. Soojung masih belum membuka mulutnya. Sebenarnya ia menyesal karena tertidur sangat lelap sampai ia harus melibatkan Jungkook dalam "bolos" nya hari ini.

"Enng... Jungkook-ah.." ia pun akhirnya membuka mulutnya.

"Hmm.." jawab Jungkook singkat dari balik punggung Soojung.

"Maaf.." lanjut Soojung. Kemudian ia berbalik menghadap laki laki di belakangnya sambil membungkuk dan..

"Maafkan aku, kau tau kan.. aku tidak suka membolos, tapi hari ini aku benar benar minta maaf karena aku kau juga jadi ikut tidak masuk sekolah. Sungguh aku minta maaf. Jeon Jungkook.. sungguh.. maafkan aku.."

Soojung sibuk meminta maaf, namun ia belum menerima respon apapun dari Jungkook. Ia kemudian mengangkat kepalanya, dan melihat laki laki itu hanya diam saja menatapnya.

Soojung pun kembali pada posisinya dan menatap laki laki itu dengan tatapan bingungnya. "Ada apa dengannya?" Batin Soojung.

"Kau.. benar benar marah ya??" Lanjut Soojung.

"Permintaan maafmu di terima." Jawab Jungkook cepat dan kembali melanjutkan langkahnya.

"Semudah itu? Wah ada apa dengannya?" Tanya Soojung dalam hati. Ia kemudian mengejar Jungkook dan menarik tangannya. "Kau benar benar memaafkanku?" Tanya Soojung tak percaya.

Jungkook hanya diam dan kemudian ia menepuk kepala Soojung pelan. "Aku lelah, besok saja penjelasan dan berdebatnya." Jawab Jungkook dengan suaranya yang menurut Soojung, sedikit berat.

"Apa dia sakit?" Soojung kembali membatin. Namun ia tidak berkata apa apa lagi. Ia hanya kembali berjalan mengikuti Jungkook dari belakang.

Setelah 10 menit berjalan, Jungkook menghentikan langkahnya. Dan memutar tubuhnya menghadap Soojung. Soojung hanya diam dan menatap laki laki di hadapannya. Entah kenapa tiba tiba saja ia merasa ada ribuan kupu kupu di perutnya.

"Masuklah, dan istirahat.. kau kelihatan lelah, jangan mengikutiku dan melibatkanku dalam masalahmu lagi. Ini pertama kalinya aku bolos. Dan yang terakhir kalinya." Tukas Jungkook masih dengan ekspresi datarnya.

Soojung baru sadar ia sudah sampai di depan rumahnya. Soojung hanya mengangguk dan mengiyakan kata kata yang Jungkook lontarkan. Ia bingung, kenapa lidahnya menjadi kelu seketika.

Ia bergegas membuka pagar rumahnya ketika ia mendengar suara debuman yang cukup keras dari balik punggungnya.

"Jungkook-ah!!!"

Teriak Soojung, sebelum semuanya menjadi gelap bagi Jungkook.














 
Lembaran kertas putih itu kini mulai terisi, haruskah aku melanjutkannya, atau cukup sampai disini?

The Moon and The StarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang